Begini Cara Membuat E-Visa Turki

Perjalanan solo travelling saya ke lima negara di bulan Juni lalu menyebabkan saya mesti menyiapkan banyak visa sebelum berangkat. Salah satu yang saya harus lakukan adalah membuat e-Visa Turki.

Ini kali ketiga saya ke Turki. Yang pertama, apply visa di Kedutaan di Jakarta. Kedua, pakai e-Visa, karena malas VoA di bandara.

Nah sejak tahun lalu, Turki tidak memperbolehkan lagi turis negara lain, termasuk Indonesia, masuk ke negaranya dengan menggunakan VoA. Semuanya harus menggunakan e-Visa Turki yang bisa diapply secara online melalui situs resminya.

Cara membuat e-Visa Turki ini ga susah kok. Lebih susah nyari jodoh #halahcurhat. Hanya butuh koneksi internet dan kartu kredit. Ga punya kartu kredit? Pinjem punya temen.

Begini cara membuat e-Visa Turki

19 Jam di Bandara Muscat, Ngapain Aja?

Di penerbangan pulang saya ke Jakarta, saya kembali harus transit 19 jam di Muscat. Awalnya saya niat jalan-jalan lagi di sana, mengunjungi spot yang belum sempat saya eksplor sebelumnya. Saya malah sudah bikin janji temu dengan salah satu kawan couchsurfing saya. Tapi nasib berkata lain. Gara-gara banyak makan yang terlalu asam di Uzbek dan Turki, perut saya berontak.

Terpaksa saya mesti ngendon di Muscat Airport dan ga jalan-jalan di kota. Ngapain aja saya di sana?

Catatan dari Iran: Secuil Kehidupan di Tehran

Pesawat airasia yang saya dan kawan saya naiki akan segera mendarat. Pilot sudah mengumumkan keadaan cuaca di Imam Khomeini Airport, para awak pesawat mulai berkeliling meminta tray dinaikkan, jendela dibuka, dan seatbelt dipakai.

Mendengar pengumuman itu, para penumpang wanita asal negara Iran langsung berdiri, mengenakan jubah untuk menutupi baju  yang agak terbuka serta memakai kerudung untuk menutupi rambut.

Itulah yang terjadi di penerbangan kami ke Iran.