Tempat Wisata di Baku Azerbaijan yang Cocok Bagi Muslim Traveller

Saya tak pernah sadar dengan negara di tepi Laut Caspia bernama Azerbaijan. Saya baru melek tentang negara ini ketika bertemu rekan traveler di Shiraz, Iran. Saat itu ia menceritakan bahwa ia akan menuju Baku, Azerbaijan.

Saya pun segera gugling soal negara yang termasuk di dalam jalur Pegunungan Kaukasus  ini. Dari hasil gugling, saya menemukan sejarah Azerbaijan yang ternyata cukup panjang. Pada abad 7-8 kekaisaran Arab menguasai negara ini, meletakkan dasar Islam di sini. Dan pada abad ke-11, Azerbaijan dikuasi Turki Seljuk dan meletakkan dasar pada budaya dan bahasa Azerbaijani masa kini. Hingga kini, Azeri (begitu penduduknya diberi nama) masih menggunakan bahasa yang berasal dari rumpun bahasa Turkish.  Pada abad ke 13-14, negeri ini diserang bangsa Mongol-Tatar dan kemudian dikuasai Rusia hingga tahun 1990an.

Sejarah panjang itu membuat Azerbaijan memiliki paduan unik antara budaya silk road yang kental dengan Islam  dengan budaya Rusia.

Baca Juga: Panduan Membuat E-Visa Azerbaijan

Ada beberapa daerah dan kota yang menarik buat dikunjungi. Ada Skehi, kota yang dulu sering diinapi para pedagang jalur sutera. Ada juga desa-desa di lembah pegunungan Kaukasus dengan pemandangan yang indah. Namun karena keterbatasan waktu, saya hanya bisa mengunjungi ibukotanya saja: Baku.

Baku adalah kota besar seperti Jakarta. Wisata yang ditawarkannya seputar wisata kota. Dua hari full sudah lebih dari cukup untuk menjelajahi semua tempat wisata di Baku ini.

Heydar Aliyev Centre

DSCF8192-x

Heydar Aliyev Centre ini adalah kompleks seluas 57.000 meter persegi. Arsiteknya adalah Zaha Hadid, arsitek yang membangun Dongdaemun Plaza di Seoul Korea. Konon, bentuk gedung ini mengikuti pola tanda tangan Heydar Aliyev.

Di depan gedung Heydar Aliyev ini terdapat tulisan I Love Baku dan sebuah lapangan luas. Kalau cuaca sedang sejuk dan tak dingin juga, lapangan ini sering dijadikan tempat piknik warga Baku.

Baku Boulevard

2019_0624_04215600-01

Baku Boulevard ini udah ada sejak seratus tahun lalu, diawali saat para orang kaya saudagar minyak di Azerbaijan mendirikan villanya di tepi Laut Caspia. Lama kelamaan boulevard-nya bertambah panjang hingga sekarang membentang sejauh 26km. Di tepian Baku Boulevard ini berderet hotel, restoran mewah, mal, taman hiburan, hingga gedung pertunjukan.

Boulevard ini terbagi menjadi dua, yakni Boulevard lama dan Boulevard baru atau yang sering juga disebut dengan nama Yani Boulevard. Di Boulevard yang baru, bisa naik sepeda yang bisa disewa seharga 2 manat per jam.

Lebih lengkapnya baca: Solo Backpacking ke Azerbaijan: Menikmati Laut Caspia di Baku Boulevard

Baku Old City

DSCF8118.jpg
Pintu masuk Palace of the Shirvanshahs

Old city atau dikenal juga dengan nama Ichari Shahar ini adalah kawasan kota tua di Baku yang konon menjadi dasar terbentuknya kota Baku di zaman dulu kala. Di sana terdapat banyak cafe dan restoran, serta hotel-hotel yang cukup mahal. Jika ingin merasakan hal yang berbeda dari Baku, saran saya, berlama-lama lah di sini.

Di dalam kawasan Old City ini terdapat Palace of the Shirvanshahs and Maiden Tower. Saya sebenarnya berniat masuk ke Palace tapi entah kenapa hari itu antriannya panjaang sekali hingga akhirnya saya mengurungkan niat saya ke sana.

Akhirnya, saya hanya berputar-putar di kawasan Old City, melihat sudut-sudut kota lama Baku yang telah mendapat titel sebagai warisan cagar dunia versi UNESCO.

Baku Furnicular

DSCF8084.JPG

Baku Furnicular atau dalam bahasa Azeri Bakı funikulyoru adalah furnikular yang menghubungkan area on Neftchilar Avenue and Highland Park di atas bukit.  Di area ini terdapat banyak objek yang bisa dilihat antara lain Martyrs’ Lane (Martyrs’ Alley) yakni memorial lane yang dibangun untuk mengenang para pejuang yang gugur dalam perang dengan Armenia memperebutkan kawasan Nagorno-Karabakh. Kedua negara ini masih bermusuhan hingga sekarang. Itu sebabnya, pantang membicarakan Armenia di Azerbaijan dan sebaliknya. Dan walaupun berbatasan, orang tak bisa masuk ke Armenia dari Azerbaijan dan sebaliknya. Dan jika berkunjung ke Azerbaijan dan di paspor ada stamp Armenia, dipastikan akan ketemu imigrasi lebih lama dibanding yang lain. 😀

Selain Martyrs’ Alley, dari bukit sini saya dapat melihat Baku Boulevard dan juga melihat Flame Tower dari lebih dekat.

Baca Juga: Begini Cara Menuju Shirakawago

 

 

Author: rahma ahmad

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s