• Restoran dan Makanan Halal di Bukit Bintang

    Bukit Bintang juga terkenal sebagai surga kuliner di Kuala Lumpur. Salah satu jalan yang termahsyur adalah Jalan Alor. Namun kebanyakan makanan di sana adalah makanan Chinese food yang saya tak yakin kehalalannya. Namun jangan khawatir, banyak makanan dan restoran halal di Bukit Bintang buat traveler muslim yang datang ke KL. Beberapanya sering saya datangi, bahkan jadi langganan setiap saya "mudik" ke KL.

  • Tempat Beli Oleh-Oleh di Kuala Lumpur

    Jalan jalan ga afdol tanpa beli oleh-oleh. Termasuk saat jalan-jalan di Kuala Lumpur. Biarpun udah berkali-kali ke sini, tetep aja saya selalu beli oleh-oleh buat keluarga. Di mana tempat beli souvenir atau oleh-oleh di Kuala Lumpur? Nah, ini beberapa tempat membeli oleh-oleh dan souvenir di Kuala Lumpur yang biasa saya datangi

  • Q & A Soal Transit di KLIA

    Berbagai pertanyaan dan komentar masuk ke tulisan saya soal Transit di KLIA 2, Mau Ngapain?  Nah, biar gampang bacanya, saya rangkum di sini ya pertanyaan yang paling banyak ditanyakan soal Transit di KLIA dan Kuala Lumpur.

  • Tune Hotel

    Karena mesti terbang ke Hanoi pagi buta (jam 6.20), gue mencari penginapan yang nggak jauh dari bandara. Satu-satunya pilihan adalah tune hotel, milik Airasia. Gue lupa berapa tarif yang gue dapet di sini, tapi sepertinya karena saat itu nggak promo, tarifnya lebih mahal ketimbang gue menginap di backpacker hotel di bukit bintang. Tapi mau nggak mau, sebab monorail dari Bukit Bintang ke KL Sentral (tempat skybus berada) hanya sampai jam 12 malem.  Naik taksi, pasti jatuhnya jadi lebih mahal. Dari terminal LCCT, tune hotel sebenernya nggak terlalu jauh. Kalau jalan kaki, kira-kira 10 menit lah. Tapi…jalan yang dilalui bukan jalan khusus yang adem dan rimbun, melainkan parkiran mobil yang panasnya…

  • My First Trip

    Ini cerita waktu pertama kalinya gue berindependent-traveller; pergi ke suatu tempat tanpa bantuan tur, guide, ataupun temen. Tujuan gue kali ini adalah Kuala Lumpur. Gue pergi berdua ama temen kantor gue, gara-gara ada promo murah dari airasia. Biar murah dan irit fiskal, gue nggak langsung ke KL, tapi lewat Batam dulu. Jadi rutenya: Jkt-Batam-Sing-KL-Jkt. Lumayan ribet, tapi jadinya gue bisa mampir ke Singapura dulu, walaupun cuma sehari aja. (cerita tentang singapur gue tulis belakangan ya, soalnya gue balik lagi ke singapur di lain waktu dan mengunjungi tempat yang lebih komplit).

  • Naik bus dari Bugis Junction

    Mbak Yana (salah satu petinggi di kantor gue) bilang, dia naik bus ke KL dari Bugis Junction. Bugis Junction adalah salah satu pusat perbelanjaan di Singapura. Di sini ada Victoria Street, sebuah jalan yang isinya toko-toko kecil yang lucu-lucu. Ada juga Parco Mall,mal yang lucu banget karena memadukan bangunan lama dengan bangunan baru. Di deket sini juga ada Arab Street, yang isinya hostel-hostel kecil dan losmen murah, yang cocok buat backpackers. Gue dulu pernah diajak om gue nginep di salah satu losmen di sini bareng-bareng keluarga gue (hotel Maimun namanya), dan satu orangnya cuma bayar 50 rebu (tapi itu tahun jabot banget :D). Karena nggak tahu dengan pasti lokasi stasiun…

  • Bus Trans Sing-KL

    Esoknya, setelah 1 hari 1 malam berada di Singapura, gue bertolak ke KL. Bus yang gue tumpangi bernama Meridian Holiday, ber-AC, bangkunya lebar-lebar dan bersih. Harganya cukup mahal, sekitar $25. Sebenernya ada cara lain yang jauh lebih murah, yakni naik bus tujuan Johor yang hanya seharga $1,5, lalu sambung dengan kereta api yang harganya juga ga terlalu mahal. Berhubung gue buru-buru dan takut ketinggalan kereta, gue ambil aja cara yang paling gampang. Bus ini disupiri pria India yang tampangnya galak banget, mirip penjahat di film Bollywood dengan mata besar dan kumis tebal, yang membuat gue merasa terintimidasi hanya dengan melihat dia aja (hehe..). Untungnya dia nggak ugal-ugalan nyetirnya, membuat gue…

error: Content is protected !!