Menjajal Co-working Space Gratis di Stasiun LRT Cawang
Saya baru tahu kalau ada Co-working Space di stasiun LRT Cawang. Dan kabar baiknya, saya tak perlu registrasi dan membayar sepeser pun. Ini gratis!!
Co-Working Space LRT Cawang ini sebenarnya dibangun sejak 2025, tapi saya baru tahu setahun kemudian. Itu pun juga tak sengaja karena saya dan kawan-kawan sedang membicarakan fasilitas LRT saat trekking ke Lenirra Resort. Fajar, salah satu blogger yang trekking bareng saya ternyata pernah mencobanya dan memberikan ulasan lengkap di sini.
Penasaran, saya langsung mencobanya, karena lokasinya tak jauh dari rumah saya.
Dan ternyata saya suka ada di sana. Buktinya artikel ini saya tulis di sana, dan itu artinya sudah tiga kali saya sengaja datang untuk bekerja di sana.
Lokasi Co-Working Space LRT Cawang
Co-Working Space LRT Cawang ini ada di area luar, sebelum gate tempat tap-in/tap-out. Kalau kalian ke sini naik LRT, kalian mesti keluar dahulu. Pilih ke luar ke arah Indomaret, lalu belok kanan ke arah Loco Cafe. Tepat di depan Loco Cafe, di sebelah loket tiket, ada ruangan dengan pintu dan jendela kaca.
Kalau bingung, tanya aja petugasnya, “Loco Cafe di mana, Pak?”
Oiya, karena stasiun LRT ini terkoneksi dengan halte Transjakarta Cawang, kalian bisa naik Transjakarta juga ke sini ya.


Gratis dan Tanpa Syarat
Untuk menggunakan Co-Working Space ini kita tak perlu membayar dan mendaftar. Cukup datang, lalu cari tempat kosong. Ada yang berupa sofa, kursi kerja, kursi santai, dan high chair.



Ketika saya ke sana, hanya tersisa satu high chair dan dua kursi santai. Saya nggak suka duduk di kursi santai ini karena mejanya rendah; saya mesti menunduk ketika mengetik. Jadi mau tak mau saya pilih high chair, walaupun saya tak suka juga duduk dengan kaki tak menapak lantai begitu.
“Tunggu aja, mbak. Ntar pas atau abis makan siang juga pada pergi,” begitu petuah Fajar ketika saya mengadu lewat WA.
Betul saja, sejam kemudian, satu persatu orang-orang keluar sehingga saya bisa duduk di kursi kerja di sebelah kaca. Sayangnya kacanya adalah kaca es yang sengaja dibuat buram, sehingga saya tak bisa lihat pemandangan jalan tol di luar sana.


Mengapa Saya Suka di Sini?
Selain karena gratis, tempatnya terang, jendelanya besaar, tapi tak panas. Buat saya, tempat terang dengan jendela besar ini penting karena saya tak suka bekerja di tempat yang hanya mengandalkan sinar buatan dari lampu.
Pendingin udaranya pun suhunya pas; nggak terlalu panas dan nggak terlalu dingin seperti di Perpustakaan Jakarta di Kuningan.
Selain itu, di sini saya bisa membawa minum dan makanan sesuka hati. Bisa ngetik sambil nyemil, ngopi, bahkan sambil makan nasi. Tapi jangan lupa untuk tetap jaga kebersihan ya, karena sepertinya tempat ini hanya dibersihkan di pagi dan sore hari saja.
Di depannya ada Loco Cafe dan Indomaret. Jadi kalau lapar atau haus, tinggal keluar dan kembali lagi membawa makanan. Bahkan untuk Loco Cafe, bisa pesan dan minta diantar ke sini.


Kekurangan Co-Working Space LRT Cawang
Namanya gratis, pasti ada aja kekurangannya ya. Internetnya sinyalnya sangat parah, sehingga saya lebih memilih menggunakan tethering dari hape saya.

Selain itu, tempatnya agak jauh dari toilet, jadi kalau ke toilet mesti titip-titip barang ke yang duduk di depan kita. Daan ini yang bikin saya ga bisa berlama-lama di sana: musalanya ada di dalam. Artinya, kalau saya mau solat, saya harus mengetap masuk di gate dan kena charge 5.000 rupiah. Lumayan kalau 2 kali sholat, mesti keluar 10.000 rupiah kaan.

