Yuk, Berburu Kerajinan Murah di KriyaNusa 2019

DSCF5792.JPG
Penenun kain di Dusun Samri

Travelling ke 26 Provinsi di Indonesia membuat saya sadar, Indonesia bukan hanya kaya dengan keindahan alamnya, namun juga kaya dengan budaya dan hasil kerajinan.

Misalnya setahun lalu, saat jalan-jalan di Pulau Sumbawa, saya diajak melihat tempat menenun kain di daerah Dusun Samri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Saya bertemu dengan para perajin kain yang kebanyakan ibu rumah tangga yang sedang menunggu hasil panen.

Satu lembar kain tenun dihargai mulai dari satu juta hingga tiga juta rupiah, tergantung tingkat kerumitan motif. Cukup mahal memang, namun sangat sebanding dengan hasil tenun yang cantik serta waktu pembuatan yang cukup lama, sekitar 3 bulan.

Lain waktu, saya dibawa kawan melihat kerajinan logam tembaga khas Sleman, Yogyakarta.  Tembaga yang digunakan ternyata dari bekas tembaga PLN yang tidak terpakai lagi, lalu diubah menjadi lampu, kalung, perhiasan, dan benda cantik lainnya.

Ya, Indonesia memang kaya dengan hasil kerajinan tangan/kriya. Dua yang saya sebutkan tadi hanya contoh yang saya datangi. Masih banyak lagi hasil kriya lainnya, mulai dari songket Palembang, kain tapis Lampung, batik Pekalongan, hingga tenun ikat NTT.

Itu baru kain, belum lagi kerajinan lain seperti  perhiasan tembaga yang saya ceritakan tadi, kerajinan kulit di Garut dan Sleman, kerajinan rotan di Bali, ataupun kerajinan tembikar di Lombok, dan lain-lainnya yang bahkan mungkin saya tak tahu.


Kerajinan Indonesia memang mesti dilestarikan dan dikembangkan karena itu merupakan warisan yang tak ternilai harganya. Itu sebabnya, Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) kembali mengadakan pameran KriyaNusa di Balai Kartini Jakarta tanggal 11-15 September 2019.

Menurut Euis Saedah (Sekjen Dekranas) dalam acara  Temu Nitizen #KriyaNusa2019  di Kembang Goela Restoran,  ada 246 stan yang akan berpartisipasi di KriyaNusa 2019 ini. Stan-stan tesebut terdiri dari 37 stan kementrian, 170 stan Dekranasda, 28 stan individu, 8 stan mitra dan 2 stan asosiasi.

IMG_20190909_103753.jpg
Temu Nitizen KriyaNusa 2019

Beragam kriya mulai dari songket Palembang, lurik khas Jogja, sepatu bermotif tenun ikat ada di sini. Harganya tak terlalu mahal, malah ada beberapa yang harganya jauh lebih murah ketimbang membeli langsung di perajin daerah.

IMG_20190912_135646~2-01~2

IMG_20190912_142644.jpg
Kalung dari tembaga bekas PLN @Rp50.000
667f792e-48df-44cf-b6ab-84c0fa0dc3f4
Sepatu tenun. Foto by: Yayat

Misalnya saja kain lurik, yang dihargai hanya 70rb/meter. Atau kalung dari tembaga yang harganya hanya 50rb/buah. Atau dompet dari vynil dengan desain kekinian yang dibanderol dengan harga mulai dari 100 ribu rupiah. Atau sepatu tenun yang harganya sekitar 200 ribu rupiah.

Selain stan dari berbagai daerah dan kementrian yang menampilkan kriya khas daerah masing-masing, ada pula stan dari Bekraf yang menampilkan produk-produk kriya anak muda dengan gaya kekinian.

IMG_20190912_142052.jpg
Suasana KriyaNusa2019
IMG_20190912_141550.jpg
Stand Bekraf

Nah mumpung masih ada dua hari lagi, yuk mampir ke Balai Kartini dan berburu kerajinan Nusantara di KriyaNusa 2019!

 

 

 

 

 

Advertisements

Author: rahma

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

2 thoughts

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s