Pengalaman Klaim Bagasi Rusak di Asuransi Zurich

Roda koper saya patah di bagasi Uzbekistan Airways antara Tashkent-Istanbul. Menghubungi maskapai itu di Jakarta ga mungkin karena mereka tak punya perwakilan di sini. Untung saya punya asuransi tahunan Zurich, dan langsung saya klaim kerusakan itu ke mereka. Prosesnya ternyata cepet banget.

Advertisements

19 Jam di Bandara Muscat, Ngapain Aja?

Di penerbangan pulang saya ke Jakarta, saya kembali harus transit 19 jam di Muscat. Awalnya saya niat jalan-jalan lagi di sana, mengunjungi spot yang belum sempat saya eksplor sebelumnya. Saya malah sudah bikin janji temu dengan salah satu kawan couchsurfing saya. Tapi nasib berkata lain. Gara-gara banyak makan yang terlalu asam di Uzbek dan Turki, perut saya berontak.

Terpaksa saya mesti ngendon di Muscat Airport dan ga jalan-jalan di kota. Ngapain aja saya di sana?

Catatan dari Iran: Secuil Kehidupan di Tehran

Pesawat airasia yang saya dan kawan saya naiki akan segera mendarat. Pilot sudah mengumumkan keadaan cuaca di Imam Khomeini Airport, para awak pesawat mulai berkeliling meminta tray dinaikkan, jendela dibuka, dan seatbelt dipakai.

Mendengar pengumuman itu, para penumpang wanita asal negara Iran langsung berdiri, mengenakan jubah untuk menutupi baju  yang agak terbuka serta memakai kerudung untuk menutupi rambut.

Itulah yang terjadi di penerbangan kami ke Iran.

Catatan dari Iran: WiFi Gratis dari Tuhan

Perjalanan backpacking saya di Iran dimulai dari ibukota Iran, Tehran.

Kota ini adalah kota maju yang punya prasarana lengkap. Hanya satu hal penting yang tak dimiliki Tehran: WiFi. Bahkan di cafe mahal sekalipun. Alhasil, tanpa bantuan internet, saya harus menjelajah Teheran seharian penuh. Untunglah saya mendapatkan WiFi gratis dari Tuhan.