Solo Travelling ke Azerbaijan: Menikmati Laut Caspia di Baku Boulevard

Caspian Sea.

Begitu denger nama ini, saya langsung inget film “Narnia: Prince Caspian”. Makanya, begitu sampai Baku, Azerbaijan, saya langsung minta Syahriyar, warga Baku kawan couchsurfing saya untuk mengantar saya meliat Caspian Sea. 

Syahriyar mengajak saya ke dua tempat untuk menikmati Caspian Sea ini.
Yang pertama terletak di pusat kota Baku, di sepanjang Baku Boulevard. Katanya siih, Baku Boulevard ini udah ada sejak seratus tahun lalu, diawali saat para orang kaya saudagar minyak di Azerbaijan mendirikan villanya di tepi Laut Caspia. Lama kelamaan boulevard-nya bertambah panjang hingga sekarang membentang sejauh 26km.
Di tepian Baku Boulevard ini berderet hotel, restoran mewah, mal, taman hiburan, hingga gedung pertunjukan

Tentang Impian Mama, Shirakawago, dan Traveloka Xperience

“Shiawasena kazoku wa hayaku kuru tengokudesu“.

Begitu bunyi pepatah Jepang yang tergantung di dinding kayu gassho-zukuri, rumah tradisional Shirakawago yang konon sudah dibangun sejak tahun 1800an. Menurut si pemilik rumah, tulisan itu berarti keluarga adalah anugerah terindah yang dimiliki seseorang, maka, bahagiakanlah keluargamu.

Pepatah itu menghapus kekesalan saya karena hujan yang turun tanpa ampun dan mengingatkan saya akan tujuan utama saya ke sana: mewujudkan impian mama berkunjung ke Shirakawago. Ya, sejak menonton tayangan soal Shirakawago di salah satu stasiun televisi internasional, Mama jadi terobsesi ke sana.

Rumus Agar Mata Tetap Sehat bagi Blogger

Sebagai travel writer dan travel blogger, saya tak bisa lepas dari yang namanya laptop dan handphone. Setiap hari saya mesti menulis sambil menatap layar laptop dan layar handphone saya. 

Ketergantungan terhadap gadget dan laptop ternyata bukan hanya dialami oleh saya seorang. Menurut Riset We Are Social pada Januari 2018 seperti yang dilansir di Kompas.com, rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari sepertiga harinya (alias 9 jam) untuk menggunakan handphone.  Belum lagi ditambah dengan penggunaan pc atau laptop yang dibutuhkan saat bekerja. 

Agar mata ga mengalami kelelahan, apalagi sampai mengalami rabun jauh, Dr Sidik memberi rumus: 20-20-20. Apa itu?

Begini Cara Membuat E-Visa Turki

Perjalanan solo travelling saya ke lima negara di bulan Juni lalu menyebabkan saya mesti menyiapkan banyak visa sebelum berangkat. Salah satu yang saya harus lakukan adalah membuat e-Visa Turki.

Ini kali ketiga saya ke Turki. Yang pertama, apply visa di Kedutaan di Jakarta. Kedua, pakai e-Visa, karena malas VoA di bandara.

Nah sejak tahun lalu, Turki tidak memperbolehkan lagi turis negara lain, termasuk Indonesia, masuk ke negaranya dengan menggunakan VoA. Semuanya harus menggunakan e-Visa Turki yang bisa diapply secara online melalui situs resminya.

Cara membuat e-Visa Turki ini ga susah kok. Lebih susah nyari jodoh #halahcurhat. Hanya butuh koneksi internet dan kartu kredit. Ga punya kartu kredit? Pinjem punya temen.

Begini cara membuat e-Visa Turki