Hagia Sofia, Masjid atau Gereja?

P1090684
Hagia Sofia

Salah satu bangunan yang menjadi ikon Istanbul adalah Hagia Sofia. Menurut Mahmet, pemandu saya di sana, Hagia Sofia atau Aya Sofia berarti “jiwa yang suci”.

Hagia sofia dibangun di zaman Konstantius, anaknya Konstantin yang Agung dari Yunani. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai gereja. Lalu setelah Istanbul direbut oleh pasukan Islam dan berganti nama menjadi Konstantinopel, Hagia Sofia berubah menjadi masjid. Sekarang, bangunan ini dijadikan museum dan objek wisata.

Masih menurut si Mahmet, bangunan Hagia Sofia yang berdiri sekarang ini adalah bangunan Hagia Sofia yang ketiga. Bangunan yang pertama hancur karena bencana alam, sementara bangunan kedua hangus dilalap api.

Di dinding Hagia Sofia terdapat kaligrafi-kaligrafi bertuliskan asma Allah dan Nabi Muhammad yang berdampingan dengan lukisan Maria dan Isa. Dari beberapa media sih saya sempet baca dan denger, kalau lukisan ini memang ada dari dulu. Saya tadinya juga berpikir gitu, tapi iseng-iseng saya tanyain hal ini ke sang guide.

Ternyata oh ternyata, lukisan itu baru aja dibuat pemerintah Turki, supaya orang ngeh kalau dulunya bangunan ini pernah dipakai untuk gereja dan masjid. Tapi entahlah benar atau tidak omongan si guide ini.

Baca Juga: Begini Cara Membuat E-Visa Turki

Tapi, terlepas dari hal tadi, Hagia Sofia adalah bangunan yang sangat menarik. Bagian luarnya berwarna oranye yang sudah pupus, sedangkan bagian dalamnya berwarna abu-abu tua. Kubah-kubah yang besar diselingi minaret yang menjulang tinggi membuat bangunan ini tampak megah.

Bagian dalamnya, luas banget, tanpa ada tiang-tiang yang kerap mengganggu pandangan. Konon, kata dosen struktur saya, bagian dalam yang luas dan tanpa tiang ini berkat penggunaan kubah. Itu sebabnya, Hagia Sofia dijadikan salah satu simbol kehebatan arsitektur berkubah di zaman Byzantium.

Karena pernah dipake sebagai masjid, di dalam Hagia Sofia terdapat sebuah mimbar besar dan tinggi. Ada juga tempat wudhu yang bentuknya seperti pancuran mini.

Di salah satu bagian, ada tiang yang ramai dikerubungi orang. Tiang ini punya lubang sebesar jempol. Para pengunjung dipersilakan memasukkan jempolnya ke dalam lubang, dan harus memutar jempol itu 360 derajat, tanpa mengeluarkannya dari lubang. Konon, siapa yang berhasil melakukannya, permintaannya akan terkabul.

Saya mencoba juga, tapi ga berhasil-berhasil. Jempol saya malah sakit keplintir-plintir.

Author: rahma ahmad

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis dan editor di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

3 thoughts

  1. Ada kata yg terbalik itu, “Lalu setelah Istanbul direbut oleh pasukan Islam dan berganti nama menjadi Konstantinopel, Hagia Sofia berubah menjadi masjid”.

    Harusnya
    Lalu setelah Konstantinopel direbut oleh pasukan Islam dan berganti nama menjadi Istambul, Hagia Sofia berubah menjadi mesjid”.

    Like

Kalau ada pertanyaan atau tanggapan, silakan komen di bawah ini yaa...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s