Pengalaman Umrah dengan Hanania Travel (Bagian 1)
Akhir-akhir ini, nama Hanania ini sedang ramai dibicarakan oleh khalayak ramai. Bukan mencuat karena prestasinya, namun karena banyak jamaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Kabarnya ada 1.500 lebih jamaah yang nggak berhasil berangkat.
Nggak. Di tulisan ini saya nggak akan membicarakan kasus ini karena itu bukan ranah saya. Saya lebih memilih untuk menceritakan pengalaman saya menggunakan travel dengan tagline “Travelnya Millenial” ini, saat umrah Sya’ban dan awal Ramadhan tahun 2026.
Saya mencoba menceritakannya seobyektif mungkin, ya, berdasarkan pengalaman saya beberapa kali umrah bersama travel lain, ditambah pengalaman saat umrah mandiri dua tahun lalu.
Berangkat Umrah Gratis
Oke, sebelum lanjut, saya mau disclaimer dulu kalau saya berangkat umrah kali ini tanpa membayar sedikit pun. Bukan karena di-endorse Hanania seperti artis-artis dan selebgram dengan jutaan follower itu, tapi karena saya menang lomba IG Reels yang diadakan oleh Halal Indo Fair 2025 yang bekerja sama dengan Hanania.
Reels-nya ada di bawah ini.
Jujur, saya baru dengar travel ini saat pameran itu. FYI, saya tipe yang agak oldschool, maunya pakai travel lama yang udah saya kenal. Malas searching nyari travel baru, soalnya. Saya pernah pakai NRA, private umrah karena pergi dengan keluarga besar, dan pernah pake First Travel.
Yang terakhir itu tentu jauh sebelum mereka bikin kasus skema ponzi, yaa.
Saya menang lomba ini di awal bulan Oktober dan seminggu setelah pengumuman, Mas Fadli dari Hanania menghubungi saya untuk meminta data. Dia mengatakan jika jadwal umrah Hanania penuh hingga akhir Januari, sehingga kemungkinan saya akan diberangkatkan di awal Februari.
Saya sih ngikut aja, lha wong saya dapetnya gratis.
Baca Juga: https://jilbabbackpacker.com/2024/04/17/step-by-step-umrah-mandiri/
Di awal November Mas Fadli menghubungi saya kembali dan mengabarkan jadwal keberangkatan yang fixed. Saya akan berangkat tanggal 12 Februari dan pulang ke Jakarta tgl 22 Februari 2026. Dan program yang saya dapatkan adalah Ummat alias Umrah Hemat.
Saya langsung nyengir lebar. Dua belas Februari berangkat, pulang tanggal 22……itu kaan berarti, saya bisa umrah Ramadhan sekitar 4-5 hari!!.
Alhamdulillaaah, terkabul juga doa saya saat umrah Ramadhan taun lalu. Saat itu saya doa agar dikasih kesempatan umrah sebelum dan di awal Ramadhan. Biar bisa ici-icip kuliner dan nongkrong di coffee shop, yang saya nggak sempat saya nikmati saat Ramadhan taun lalu.
Maafkan aku ya Allah, kan boleh ya doa begitu.
Sebulan sebelum hari H, saya diinvite masuk ke grup WA. Mas-mas di kantor Hanania yang saya temui saat menyerahkan paspor juga memberi saya nomer telp PIC Gudang yang mengurus perlengkapan. “In case si bapak lelet kirim, langsung aja telp, Mbak,” begitu katanya.
Nyatanya, sebelum saya kirim WA ke si bapak gudang (yang saya lupa namanya), dia sudah menghubungi saya terlebih dahulu. Dan lima hari setelah itu, 35 hari sebelum hari-H, koper dan segala perlengkapanya sampai di rumah saya.
PS: Kata jamaah yang lain, mereka mesti melunasi biaya H-3 bulan.
Manasik yang Terlalu Singkat

Semua informasi diumumkan lewat WAgrup itu, termasuk tips packing, bawaan, video manasik, dsb. Ada juga info kalau manasik akan diadakan di tanggal 12 Feb, di hari yang sama dengan keberangkatan. Dari situ nantinya akan berangkat bersama ke bandara.
Manasik di hari yang sama ini adalah hal yang baru buat saya. Di travel-travel yang saya ikuti sebelumnya, manasik diadakan beberapa hari sebelum berangkat, jadi saya masih punya kesempatan untuk mempersiapkan hal-hal yang kurang, yang baru diketahui saat manasik.
Mungkin agar gampang koordinasi di bandara. Atau mungkin agar lebih murah biayanya.
Namun jujur, karena diadakan di hari yang sama sebelum berangkat, manasik ini jadi terlalu singkat buat saya. Dibandingkan Daarut Tauhid yang mengupas fiqih lebih dalam, bahkan diajarkan gimana cara berwudhu untuk perempuan ketika di masjid haram, manasik Hanania ini jadi terasa kurang “greget”.
Pun jika dibandingkan dengan NRA yang mengadakan manasik seminggu sebelum hari H.
Tapi untuk dasar pengetahuan umrah ini cukup, sih. Toh, nanti bisa nanya ke muthowif di sana. Dan untungnya kebanyakan jamaah di rombongan saya usianya muda, sehingga sudah belajar di video terlebih dahulu—yang sudah dikirimkan oleh Tour Leader di grup WA tiga minggu sebelum berangkat.
Harganya Kok Murah, ya?
Saya agak terkejut ketika lihat harga paket umrah yang saya dapatkan. Cuma 29,9 juta all in untuk 12 hari, sudah termasuk perlengkapan dan tip guide.
Ini murah!! Banget!!
Ok. Biar apple to apple, saya bandingin dengan paket di NRA dengan tujuan yang sama dan hotel yang setara . Paket NRA Umrah Plus Dubai 9 hari harganya 28.990 juta, belum termasuk perlengkapan sebesar 1,5 juta. Jadi totalnya sekitar 30.5 juta kurang 10 ribu rupiah.
Hotelnya setaraf dan lokasinya juga bersebelahan. Yang beda, paket NRA ini cuma 9 hari, sementara Hanania 12 hari. Secara hitungan, masih lebih murah Hanania ya.
Kalau paket MQTravel, jangan ditanya deh ya. Mayan mahal …buat kantong saya 😀
Saya yang juga pernah umrah mandiri dengan fasilitas seadanya—hotel Mekkah dengan shuttle bus dan di Madinah menginap di Daar/apartemen murah meriah—nggak berharap lebih dengan harga segini. Tapi ternyata, di atas ekspektasi saya, lho. Terutama soal handling dan hotel.
Oya, hotel yang dijanjikan oleh Hanania adalah Hotel Anjum Mekkah dan Hotel Province Al Sham di Madinah. Apakah yang saya dapatkan sesuai dengan janji atau di-downgrade seperti beberapa kasus yang saya baca di threads?
Untuk hotel dan handling ini, saya ulas di artikel selanjutnya ya…
https://jilbabbackpacker.com/2026/04/09/pengalaman-umrah-dengan-hanania-travel-bagian-2/
Diawali City Tour Dubai
Karena ini adalah umrah plus Dubai, kami menggunakan pesawat Emirates dan transit di Dubai satu hari satu malam. Lumayan banget buat harga kurang dari 30 juta bisa dapat plus Dubai juga.
Kami sampai di Dubai hampir tengah malam dan langsung diinapkan di Time Onyx Hotel Apartment. Kamar yang kami dapatkan bagus dan cukup besar; ada dapur dengan lemari es dan microwave serta mesin cuci. Sayangnya, lokasinya tak strategis—di pinggir kota Dubai dan sepertinya dekat dengan kawasan industri.

Saya yang tadinya sudah sangat sangat bersemangat untuk jalan-jalan sendiri di malam hari seperti yang saya lakukan sebelumnya saat di Dubai, langsung mengurungkan niat begitu lihat lokasi hotel yang jauh dari mana-mana.
Jiper juga saya lihat kanan kiri hotel yang sepi tanpa ada tanda-tanda keramaian.
Hanaia memang baru memberi tahu nama hotel di Dubai ini saat kami mendarat; sementara hotel di Mekkah dan Madinah sudah kami ketahui sejak awal bergabung di grup WA.
Esoknya, jam 7 pagi, kami sudah diminta berkumpul di lobi untuk check out. Walaupun mata masih setengah terpejam karena saya baru bisa tidur sekitar jam 2 malam, tapi semangat untuk melihat lagi Dubai langsung memupus rasa kantuk saya.
Jadwal city tour hari ini cukup padat. Kami diajak ke beberapa tempat ikonik di Dubai yakni Dubai Frame (masuk ke dalam museum), Dubai Eye/Museum of The Future (namun hanya di luar saja), serta photoshoot di Burj Khalifa dan pantai Burj Al Arab.


Waktu yang mepet namun banyak yang mesti dilihat bikin semuanya jadi serba tergesa-gesa. Saya yang biasa slow travelling sambil mengamati orang-orang lokal lalu lalang, lalu bengong sambil menyesap secangkir teh di warung kopi lokal dan menikmati sekitar, jadi ikutan tergopoh-gopoh.
Baru foto-foto dan ambil video, sudah dipanggil untuk segera naik bus. Alhasil, saya dan Dilla —yang jadi partner in crime saya selama umrah, selalu jadi last man standing alias yang paling belakang naik bus.
Hehehhe..mohon maaf. Emang mestinya nginep dua malam kalau mau puas.
Untunglah Hanania ini ada fasilitas fotografer gratis Lumayan banget untuk minta tolong difotoin walaupun saya lebih sering foto sendiri karena kalah saing dengan jamaah lain yang pergi bersama keluarga.
Bersambung ….
Next: Plus Minus Pakai Hanania



15 Comments
Andiyani Achmad
Cerita umrah selalu punya nuansa yang berbeda, dan kamu menyampaikannya dengan penuh ketulusan. Aku bisa ngerasain perjalanan spiritualnya, bukan cuma perjalanan fisik. Bikin pembaca ikut merenung dan merasa dekat
Fenni Bungsu
barakallahu mbak Rahma, InsyaAllah mabrur Umrohnya, aamiin
makacih ada ulasan ini bisa jadi gambaran buat daku kalau besok bisa ibadah ke Baitullah, hal-hal yah perlu disiapkan dan khususnya soal travel
Eka Fitriani Larasati
saya malah gak tau soal kasusnya loh mba, tapi alhamdulillah meski serba tergesa-gesa bisa ikutan umroh gratis di bulan ramadhan pula. Buat saya yang belum pernah umroh, ini kesempatan langka yang layak disyukuri sih, hehehe. Tapi foto-foto di dubainya bagus-bagus ya.
antung apriana
Kasus hanania ini mengingatkanku sama kasus first travel dulu deh yang uang jamaah malah dipakai foya-foya sama mereka. Memang ya kadang kalau megang uang banyak banget itu godaannya besar banget padahal uang orang lain
Helena
Masya Allah rezekiii umroh di awal Ramadan gratisss pula!
aku baru tahu Hanania ada kasus gitu tapi yang bagianmu aman kan yah.
Btw, kalau udah biasa pergi sendiri trus pakai tour and travel kek gini jadinya serba buru-buru kayak yang penting dapat foto buat upload di medsos, hehe
Ani Berta
MasyaaAllah Mba Rahma, aku bisa bayangin saat Mba Rahma menerima pengumuman mendapatkan umrah gratis, tak terlukiskan bahagianya pastinya. Apalagi ada citytour Dubai. Terlepas dari masalah yang dihadapi agennya, semua memang sudah jalannya harus terjadi ya Mba. Semoga semuanya berakhir dengan adil dan baik.
Btw congratulations Mba Rahma, you are deserved it!
Myra
Tadinya saya gak tau kasus ini. Tau-tau rame di Threads, orangtua pemilik travel ini meminta anaknya bertanggungjawab. Saya juga termasuk tipe old school, deh. Salah satu faktornya ya karena kejadian kayak gini gak 1-2x. Jadi mending pilih yang udah pasti punya reputasi/
Heni Hikmayani Fauzia
Waah Hanania yaa,,,,tapi kalau membaca tulisan mba Rahma disini meskipun masih belum selesai tulisannya dan akan saya baca niih part selanjutnya, sudah terlihat sih beberapa celah kekurangannya dan membuat peserta umroh kurang nyaman dan kurang puas juga. Mulai dari manasik yang pas banget dnegan hari keberangkatan, hotel di Dubai dan CIty Tour yang serba grasa grusu,,,,Cuz ah mau baca lanjutannya nih mbak
rahma ahmad
Udah ada mbaak tulisan selanjutnya di https://jilbabbackpacker.com/2026/04/09/pengalaman-umrah-dengan-hanania-travel-bagian-2/. Di situ banyak aku tulis juga hal-hal yang bikin aku puas pakai Hanania
Hida
Seru ya baca pengalaman umroh yang pastinya beda-beda tiap orang.
Reni
Subhanallah mba, beruntungnya dirimu jadi tamu Allah, Btw harga paketnya murah dan membaca ulasannya cukup worth it ya dengan harga segitu.
rahma ahmad
Worth it banget Mbak. Sayang bgt mrk sekarang bermasalah manajemennya
Abah Raka
Jadi pengen bermunajat doa yang sama juga biar bisa dapat umrah gratis ya, terlepas singkat dan kurang gregetnya karena manasik di hari yang sama, tapi substansinya bisa beribadah dan menghadap kabah.
pengalaman yang menarik mbak bisa dapat hadiah umrah dari ngeblog (bikin video ya)… keren blogging itu ya
rahma ahmad
Aamiin ya Allah
Lala
Masha Allah, dari doa, jadi kenyataan ya Mba. Bisa umroh dan merasakan Ramadan di Mekah. Congrats yaaa, keren banget lho hadiahnya umroh.
Nah, pas tau harganya, wah kok murce juga ini umroh plus, 12 hari pula dan ke Dubai, OMG.
Oke, jadi penasaran mau baca part dua nya deh.