(Review) Asus ZenPower 10050mAh, Power Bank yang Pas untuk Pelesiran

IMG-20150613-WA0048

Apa yang selalu kamu bawa saat travelling, selain uang, tiket, dan baju? Saya yakin hampir semua menjawab handphone. Yap, saya juga akan menjawab hal yang sama. Gadget yang satu ini memang barang yang harus dan wajid dibawa saat saya berpergian. Pasalnya, di hp saya menaruh banyak hal yang saya perlukan selama travelling. Ada e-ticket, ada itenerary selama perjalanan, ada info-info yang biasanya sudah saya cari sebelum jalan. Dan banyak hal lainnya.

Handphone juga menjadi “penghubung” saya dengan yang lain. Saya punya 6 grup whatsapp yang bukan main aktifnya, yang rasanya tak ingin saya tinggalkan saking senangnya saya melihat candaan di sana. Kalau tak saya baca sehari saja, rasanya saya jadi orang paling ketinggalan berita. Handphone pastinya juga jadi alat narsis saya. Sampai di suatu tujuan, check-in dan posting di path. Lihat tempat bagus, foto, posting di path.

Nah, saking seringnya saya digunakan, baterai handphone saya sering drop. Dalam sehari, saya mesti mencharge-nya. Bahkan terkadang, saya mesti men-charge-nya sampai dua kali. Kebayang kan susahnya? Itulah sebabnya, di samping handphone, saya juga selalu membawa power bank. Tujuannya satu, agar hanphone saya tetap bisa dipakai walaupun tak ada tempat untuk men-charge.

Power bank yang saya punya dayanya cuma 5.000mAh. Hanya bisa saya gunakan untuk sekali saja mencharge hp saya. Sudah lumayan sih, tapi rasanya kurang besar. Untung, saya diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan Asus ZenPower yang dayanya dua kali lipat dari daya power bank saya sebelumnya 100050mAh. Saya gunakan ini selama kurang lebih 1 bulan, dan ini hasil yang saya rasakan.

Ukurannya Kecil

Asus mengklaim, Zen Power ini adalah powerbank berukuran kartu kredit. Tadinya saya pikir, ukurannya setipis kartu kredit betulan dan bisa dimasukkan ke dalam dompet saya. Ternyata, hanya dimensi atasnya saja yang besarnya sama dengan kartu kredit saya. Walau begitu, produk ini memang cukup kecil jika dibandingkan dengan powerbank merek lain berdaya 10500mAh, milik teman saya.

20150710_134217
Sebelah kiri powerbank punya teman saya, yang kanan Asus.

Bentuknya yang kecil ini membuat saya bisa memasukkannya ke dompet kantong kesayangan saya, dompet yang saya beli di Turki dan selalu ada di tas saya. Atau, saat di jalan, saya bisa taruh dia di kantong samping kiri tas selempang Kipiling saya.

Tapi sayangnya, kabel data yang diberikan terlalu pendek. Susah kalau saya sedang menggunakan hp saya dan powerbank-nya harus saya letakkan di kantong tas. Jadi, saya mesti menggantinya dengan kabel data milik saya yang lebih panjang.

20150608_113450
Kabel data-nya terlalu kecil bagi saya.

Ringan di Tangan, Ringan di Kantong

IMG-20150708-WA0008
Muat di kantong ajaib yang selalu saya bawa ke mana-mana.

Selain bentuknya kecil, Asus ZenPower 10050mAh ini terasa ringan. Saya pernah meminjam powerbank teman saya tadi. Uhh, beratnya. Bikin malas membawanya. Nah, Asus ZenPower 10050mAh walaupun tak setipis yang saya bayangkan, dia cukup ringan. Di buku petunjuk yang ada di kardus, katanya beratnya hanya 215gram. Ini beratnya sama lho dengan berat 1 batang coklat silverqueen. Bisa banget dibawa ke mana-mana D

Oiya, satu lagi, Harga Asus ZenPower 10050mAh harganya rata-rata. Saya cari-cari di internet, harganya hanya 270 ribu rupiah. Tak jauh beda dengan harga powerbank merek lain dengan daya yang sama.

Tak Panas

IMG-20150613-WA0045
Tak panas meski dipegang. Sayangnya, kabel data yang diberikan pendek. Jadi mesti ganti dengan kabel data milik saya.

IMG-20150708-WA0005

Ini yang juga penting buat saya. Saat handphone saya gunakan, saya suka memegang powerbank di tangan saya, entah di bawah handphone atau di tangan yang lainnya. Kalau ditanya kenapa, saya juga bingung menjawabnya. Enak aja…

Tapi biasanya, tak bertahan lama karena powerbank-nya panas. Nah, Asus ZenPower 10050mAh ini tak mengeluarkan panas sehingga nyaman di tangan saya. Handphone saya pun tak ikutan panas.

Desain Oke

Ini mungkin tak penting bagi orang lain, tapi bagi saya, ini jadi poin tambahan. Desainnya Asus ZenPower 10050mAh ini elegan. Saya memang tipe orang yang simpel, tak suka desain yang aneh-aneh, Nah, Asus ZenPower 10050mAh ini desainnya sangat simpel, warnanya (yang saya punya) pas dengan selera saya: cokelat keemasan. Tapi buat yang tak suka cokelat, Asus ZenPower 10050mAh punya banyak warna lain, ada warna hitam, abu-abu, hijau tosca, dan pink. Tapi kalau diminta milih, selain cokelat, saya maunya warna hitam. Kece…

Asus ZenPower 10050mAh ini memiliki lapisan scratch protection. Saya beberapa kali mencoba meletakkan Asus tanpa perlindungan kantong ajaib saya, berada di antara benda-benda di tas saya seperti uang koin, ID card, pensil. Hasilnya, memang tak ada goresan. Tapi, sayangnya, dia tak tahan kotor. Coretan pensil yang ada tak bisa saya hapus. Bagian sampingnya, yang berwarna putih, lebih rentan lagi terhadap kotor.

Dua Kali Charge

Saya mencoba menggunakan Asus ZenPower 10050mAh untuk handphone saya LG Pro yang punya baterai dengan kapasitas 3000mAh. Saat saya gunakan terus menerus (menerima whatsapp, foto-foto, posting di path, dan browsing), powerbank ini hanya bisa men-charge handphone saya hingga penuh sebanyak 1,5 kali. Namun jika dalam posisi standby (hanya digunakan untuk menerima whatsapp), ia bisa mengisi daya baterai saya hingga full sebanyak dua kali. Karena daya yang keluar cukup besar (2,4A) baterai saya hanya perlu diisi kurang lebih 2 jam (dalam keadaan standby).

Asus ZenPower 10050mAh harus di-charge kurang lebih 8 jam (untuk pertama kali) dan 6 jam untuk selanjutnya. Tapi syaratnya, harus menggunakan charger dengan power di atas 2A. Kalau pakai charger handphone biasa, enggak penuh-penuh!

Oya, power bank ini diklaim bisa mengisi tablet dengan kapasitas baterai 5.000mA. Sayangnya tak bisa saya coba karena tablet yang saya miliki berkapasitas 7.000mA.

Hanya Bisa Satu Handphone

Selain kabel data yang terlalu pendek, kekurangan lainnya, Asus ZenPower 10050mAh hanya punya satu USB socket. Kalau powerbank milik teman saya tadi, seperti halnya kebanyakan power bank lainnya, punya dua USB socket sehingga bisa mengisi daya dua handphone sekaligus. Sebenarnya buat saya, ini tak jadi masalah, karena toh saya hanya punya satu handphone.

Sepertinya power bank ini akan jadi andalan saya ke depan. Kecuali, saya menemukan power bank yang lebih tipis dengan harga yang tak terlalu mahal.

Gimana dengan kamu?

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s