Nyasar di Dubai Mall

Dengan langkah setengah berlari, saya menuju Mal Dubai. Selain karena mengejar waktu pertunjukan air mancur,  saya takut ketinggalan kereta balik. Ya, kereta di dubai hanya beroperasi hingga 12.00 malam.

Untuk menuju Mal of Dubai, saya harus turun di stasiun Dubai Mall. Dari situ, harus berjalan lagi selama kurang lebih 20 menit untuk mencapai pintu masuk Mal. Lagi-lagi, dengan membawa ransel, saya berlari. Di dekat pintu masuk mal, saya bertanya kepada petugas, di mana letak air mancur itu. Setelah menunjukkan arah dia melihat jam dan langsung berkata; “you must run faster than you did, hurry, hurry.” Gilaaa…

Alhasil, saya seperti orang yang sedang balap lari di dalam mal. Tapi, ketika saya sampai di danau buatan di depan Burj Khalifa, ternyata pertunjukannya belum dimulai. Kata petugas di sana, pertunjukannya mash setengah jam lagi. Oalaaah…#pengsan

Tepat pukul 10.30, pertunjukan dimulai. Karena di brosur tertulis “the biggest water fountain show in the world” saya sudah berekspektasi tinggi. Ditambah lagi, usaha berlari-lari saya tadi. Tapi teryata, air mancurnya tak seindah yang saya bayangkan. Bagus sih, tapi masih di bawah ekspektasi saya. Karena itu, setelah air mancur selesai, saya bergegas kembali.

Namun, kembali ke stasiun bukan perkara yang mudah. Karena berlari-lari, saya tidak terlalu mengamati jalan yang tadi saya tempuh. Ditambah lagi, ini mal yang sangat besar. Walaupun ada petunjuk di mana-mana, tapi tetap saja, saya nyasar. Ketika bertanya kepada petugas, lagi-lagi sambil melihat jam dia berkata “run, run, last train is about 15 minutes.”

Yak, mesti lari lagi….

Persoalan tidak berhenti sampai di situ. Kata orang yang saya tanyai di dalam kereta, kemungkinan kereta sambungan saya untuk menuju penginapan sudah tidak ada. Dari Mal Dubai, saya memang harus kembali ke arah bandara, turun di Union, lalu menaiki kereta jalur hijau.

Ya sudahlah, naek taksi saja pikir saya. Tapi untunglah, kereta jalur hijau masih ada walau (lagi-lagi) itu kereta terakhir. Ufff, thanks God.

Tapi ternyata, perjalanan saya belum berakhir. Saya lupa menanyakan ke UEA Youth hostel, di stasiun mana saya harus turun dan ke arah mana saya harus berjalan. Saya hanya ingat, hostel ini berada di antara stasiun Stadium dan Al Nahda. Akhirnya saya memutuskan untuk turun di Al Nahda. Saya akan tanya orang saja, pikir saya.

Begitu sampai, stasiun kosong melompong. Tak ada satu orang pun yang bisa ditanyai. Jangankan orang yang lewat, petugas karcis saja sudah tidak ada. Alhasil, saya bengong di bawah stasiun. Bingung mau berjalan ke mana. Untunglah tak lama, ada seorang pekerja asal Filifina, yang sedang menunggu pacarnya. Dia menelpon hostel, menanyakan di mana letak hostel sebenarnya. Pacarnya, yang kemudian datang dengan mobil mewah, berinisiatif mengantar saya. Awalnya saya menolak, takut sebenarnya. Tapi karena sudah larut malam, dan tak ada pilihan lain, saya menerima. Ternyata, letak hotel cukup jauh dari stasiun tempat saya turun. Lebih dekat ke stasiun Stadium, hanya berjarak kurang dari 100m. Untung diantar, untung enggak diculik 😀

Tapi, Dubai ini termasuk kota yang aman, bagi wanita sekalipun. Belum pernah ada cerita mengenai kekerasan atau kriminalitas terhadap turis wanita di sini.

Di Mana Saya Menginap di Dubai?

Oya, saya menginap di UEA Youth Hostel. Di sini, saya mendapat harga 30 dolar semalam untuk female dorm. Mahal, tapi termasuk paling murah di antara hotel yang ada di sini. Jaraknya juga tak jauh dari stasiun MRT dan hanya 5 menit dari airport. Tapi, lumayan jauh dari pusat kota.

Tak seperti dormitory lain yang pernah saya inapi, dorm di sini bukan terdiri dari bunk bed alias tempat tidur bertingkat. Di sini, tempat tidurnya mirip asrama, berderet. Isinya ada 5 tempat tidur, namun ketika saya datang, yang terisi hanya dua. Ukuran kamarnya cukup luas, kamar mandinya besar, dan cukup bersih. Selain itu, sarapannya melimpah, dan sepertinya ada kolam renangnya (saya tak melihatnya, tapi saya mendengar ceritanya dari orang Mesir yang bertemu saya saat sarapan).

Kamar saya di Dubai Youth Hostel
Ini dia tampilan depan hostel

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s