• The Kayana Seminyak, Privasi ala Bali

    Privat. Itu yang saya tangkap begitu kaki saya menginjak The Kayana Resort ini. Dimulai dari lobi hingga kamar, yang terlihat adalah ketenangan dan suasana khas Bali. Dari bandara, saya langsung menuju daerah Petitenget, daerah yang sedang naik daun karena banyaknya hotel, cafe, dan restoran menarik yang ada di sini. Yang saya tuju adalah The Kayana, sebuah resor yang berada di bawah naungan hotel Santika Group. Saya sampai di lobi. Aroma sandalwood langsung terasa di sana, membuat saya langsung rileks dan tenang. Tak sabar rasanya masuk ke dalamnya. Tak perlu menunggu lama, saya dan kawan pun diantar menuju kamar dengan mobil golf. Mobil golf? Yup, karena areanya luas, ada mobil golf…

  • Nyasar di Dubai Mall

    Dengan langkah setengah berlari, saya menuju Mal Dubai. Selain karena mengejar waktu pertunjukan air mancur,  saya takut ketinggalan kereta balik. Ya, kereta di dubai hanya beroperasi hingga 12.00 malam. Untuk menuju Mal of Dubai, saya harus turun di stasiun Dubai Mall. Dari situ, harus berjalan lagi selama kurang lebih 20 menit untuk mencapai pintu masuk Mal. Lagi-lagi, dengan membawa ransel, saya berlari. Di dekat pintu masuk mal, saya bertanya kepada petugas, di mana letak air mancur itu. Setelah menunjukkan arah dia melihat jam dan langsung berkata; “you must run faster than you did, hurry, hurry.” Gilaaa… Alhasil, saya seperti orang yang sedang balap lari di dalam mal. Tapi, ketika saya…

  • Pelesiran Bangkok-Chiang Mai-Chiang Rai (part 5): CM Blue House

    Bus malam Bangkok-Chiang Mai yang saya dan kawan-kawan tumpangi sampai di Arcade Bus Station pukul 5.30 pagi. Karena masih terlalu pagi, kami menunggu sebentar hingga matahari muncul, baru bergerak ke arah hostel kami. Sambil menunggu, saya berkeliling di stasiun bus terbesar di Chiang Mai ini. Ternyata, stasiun bus ini punya dua bangunan yang letaknya berseberangan: terminal 2 dan terminal 3. Selain ada loket-loket berbagai perusahaan bus, di sini ada pula minimarket, kursi pijat, dan tempat penitipan tas. Kami menggunakan penitipan tas ini di hari terakhir, saat harus bertolak ke Chiang Rai. Penitipan tas ini dekat dengan kamar mandi, di ujung terminal 2. Saya lupa berapa harga penitipan satu tas, yang saya ingat hanyalah…

  • Pelesiran Bangkok-Chiang Mai-Chiang Rai (part 3): Saphaipae, Hostel yang Keren Abiss

    Saat pertama bertandang ke Bangkok di tahun 2007 lalu, saya menginap di daerah Khaosan Road. Sekarang ini, saya berpindah ke area lain. Selain ingin merasakan atmosfer yang berbeda, saya agak malas menginap di Khaosan. Berisik! Kali ini saya mengajak teman-teman saya menginap di daerah Saphaipae. Letaknya di daerah Surasak, tak jauh dari Siam dan tak terlalu jauh pula dari Chao Praya. Selain lokasi, saya tertarik dengan foto-foto yang ada di website mereka. Sepertinya, desain tempat ini menarik sekali. Ternyata pilihan saya tak salah. Kalau biasanya, foto lebih bagus dari aslinya, yang ini terbalik. Aslinya lebih bagus dari pada foto yang terpampang di website. Sebagai lulusan arsitektur, yang mengerti sedikit soal…

  • Penginapan di Singapura

    Salah satu temen bertanya tentang hostel yang pernah saya tempati di Singapura. Ketika saya berikan salah satu nama hostel favorit saya (tree in lodge), ia bilang hostel tersebut telah pindah tempat. Penasaran, saya jadi browsing tentang hostel ini, plus mencari hostel alternatif buat teman saya itu. (Note: Tree in Lodge sekarang sudah buka kembali, namun letaknya berpindah ke Outarm Park).  Singapura termasuk negara dengan jumlah hostel yang cukup banyak. Harganya cukup mahal memang. Satu tempat tidur di dormitori paling murah sekitar 30SGD, kalau dikalikan kurs saat ini (Rp 9.000), maka harganya bisa mencapai 270rb. Di negara lain, sudah bisa tidur di hotel bintang 3. Setiap tahun, ada saja hostel baru…

  • Myanmar Day 5: Motherland Inn Yangon

    Kami tiba di Yangon dini hari. Berbeda dengan kota-kota sebelumnya, di Yangon ini kami sudah memesan sebuah hostel via onlen. Motherland Inn nama hotel ini. Mereka cukup cepat meresepon pemesanan kami. Hostel ini cukup terkenal di kalangan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yangon. Letaknya tidak terlalu strategis, cukup jauh dari pusat kota. Namun kemudahan pemesanan, pelayanan yang memuaskan, staf yang fasih berbahasa Inggris, serta jemputan gratis dari dan ke bandara membuat hostel ini diminati banyak orang. Seperti penginapan lainnya di Myanmar, kami diperbolehkan masuk ke hostel di pagi hari, tanpa biaya tambahan. Malahan, sambil menunggu kamar disiapkan, kami diperbolehkan menyantap sarapan yang tersedia, lagi-lagi tanpa biaya tambahan. Motherland Inn Hotel…

  • Myanmar Day 4: Mengintip Pesantren Para Biksu

    Malam hari, kami sudah sampai di Mandalay. Perjalanan antara Bagan dan Mandalay ternyata hanya butuh waktu 5 jam, tak terlampau lama. Lagi-lagi, saya mengandalkan ingatan. Yang ada di benak saya hanya Garden Hotel, hotel yang katanya terletak di daerah muslim. Untungnya (lagi-lagi) supir taksi yang mengantar saya tahu hotel ini. Kami beruntung. Garden hotel ini lumayan bersih, walaupun tak bisa dikatakan bagus. Meskipun ada jendela, tapi pemandangan yang saya dapat hanyalah tembok gedung tetangga. Kamar yang saya tempati terletak di lantai 3, yang sayangnya, tak ada lift untuk menuju ke sana. Di lantai 5, ada roof garden. Dari roof garden ,yang sebenarnya hanya dak beton ini ,saya bisa melihat jika…

  • Myanmar Day 2: New Park Hotel, Bagan

    Bus malam yang kami tumpangi sampai di Bagan pagi buta, sebelum matahari keluar dari peraduannya. Begitu pintu bus terbuka, belasan supir delman merapat, mengerubuti penumpang bus yang menjejakkan kaki di bumi Bagan. Baca Juga: Myanmar Day 1: He’s name is Ahmad Kami memilih salah satu kusir yang kelihatannya baik. Kami minta diantarkan ke New Park Hotel, (lagi-lagi) satu-satunya hotel yang ada di ingatan saya. Hotel kecil di Bagan memang sulit sekali dibooking dari Indonesia. Bagan adalah kota kecil yang masih tertinggal, tang belum terjamah koneksi internet. Padahal, New Park Hotel ini punya situs. Dan saya sudah mencoba membuking via kanal “reservation” di situs tersebut. Tapi apa daya, situsnya tak berfungsi sebagai…

  • Backpacking ke Kamboja dan Vietnam: Hotel di Ho Chi Minh

    default Dalam perjalanan Backpacking ke Kamboja dan Vietnam September 2010 lalu, saya  mampir di Ho Chi Minh Vietnam. Kami sengaja mengambil rute ini untuk menuju Kamboja. Ya, tujuan utama kami memang untuk melihat Angkor  Wat di Kamboja yang terkenal karena film Tomb Rider. Sebanarnya, ada dua alternatif yang bisa kami pilih untuk menuju ke Angkor Wat. Alternatif pertama adalah rute dari Jakarta menuju Kuala Lumpur untuk kemudian langsung menuju Siam Reap. Namun berhubung saya dan kawan-kawan sedang bosan-bosannya dengan Kuala Lumpur itu, kami memutuskan untuk nyari alternatif lain untuk menuju Angkor Wat. Rute termudah yang berhasil kami temukan adalah Jakarta menuju langsung ke Ho Chi Minh Vietnam. Dari Ho Chi…

error: Content is protected !!