Mampir ke ROG Corner Mangga Dua, Bertemu Laptop Gaming Layar Dua

“Gimana ya rasanya pegang laptop gaming seharga Rp129 jutaan.”

Kalimat itu yang pertama kali terlintas, ketika saya diajak untuk datang langsung ke ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres untuk melihat lebih dekat ROG Zephyrus Duo (GX651), laptop gaming flagship teranyar ROG yang punya spesifikasi “wow” dan lima mode penggunaan.

Sejujurnya, dari awal saya sudah penasaran. Bukan hanya karena harganya yang berada di kelas flagship, tetapi karena laptop ini menawarkan sesuatu yang cukup berbeda yakni dua layar OLED 16 inci dalam satu laptop.

Kenapa Harus Dua Layar?

Menurut data internal ASUS ROG, lebih dari 60% pengguna ROG Zephyrus sekarang menggunakan konfigurasi multi-screen, entah itu menyambungkan monitor tambahan atau mengoperasikan beberapa perangkat sekaligus. Dari situlah lahir ide ROG Zephyrus Duo: dua layar 16 inci yang identik, sama-sama memakai panel OLED 3K touchscreen dengan refresh rate 120Hz dan response time super cepat, 0,2 milidetik, dilapisi Corning® Gorilla® Glass DXC yang bersifat anti-reflective.

Yang bikin penasaran, bagian bawah layarnya memakai teknologi lipat khusus, sehingga sirkuitnya ditekuk rapi ke belakang bodi agar jarak antarlayar sekecil mungkin. Hasilnya, kedua layar itu terlihat menyatu, bukan seperti ditempel begitu saja.

Satu Laptop, Lima Gaya

ROG Store ada di tengah mal, cukup strategis untuk didatangi. Bentuknya memang seperti stand pameran, namun ini benar-benar sebuah store yang memang dibuat dengan konsep begitu. Di bagian bawa terdapat display berbagai macam produk ROG, sementara di bagian atasnya ada meja panjang yang bisa digunakan untuk mengetes laptop yang ingin dibeli, termasuk ROG Zephyrus Duo (GX651) ini.

Staff ROG Corner memperbolehkan kami hands-on langsung laptop ini. Ternyata, laptop ini bisa digunakan dalam lima gaya konfiurasi berbeda. Ini semua berkat engsel yang bisa bergerak hingga 320 derajat dan keyboard magnetis yang dapat dilepas.

1. Dual Screen Mode

Ini mode yang paling terasa “Duo”. Dua layar digunakan bersamaan untuk memberikan ruang kerja yang lebih luas.

Saya bisa membayangkan mode ini sangat berguna untuk multitasking. Misalnya, layar atas digunakan untuk pekerjaan utama, sementara layar bawah menampilkan timeline editing, browser, chat, atau aplikasi pendukung lainnya.

Untuk gamer atau streamer, konfigurasi seperti ini juga membuka kemungkinan untuk bermain sambil memantau aplikasi lain.

2. Laptop Mode

Kalau ingin pengalaman seperti laptop biasa, tinggal pasang keyboard magnetisnya. Keyboard ini menggunakan konektor Pogo Pin magnetis dan dapat dilepas-pasang dengan mudah. Bahkan ketika terpasang pada bodi, keyboard secara otomatis mengisi daya.

Jadi, saya tetap mendapatkan pengalaman mengetik seperti laptop konvensional, tetapi punya opsi untuk mengubahnya ketika membutuhkan ruang layar yang lebih luas.

3. Sharing Mode

Nah, ini salah satu mode yang menurut saya menarik untuk kebutuhan presentasi ke klien atau ketika ingin menunjukkan sesuatu kepada orang lain. Atau ingin main game bareng.  

Posisi layar memungkinkan konten lebih mudah dibagikan sehingga laptop tidak hanya digunakan secara personal.

4. Book Mode

Kemudian ada Book Mode. Laptop dibuka seperti sebuah buku dan memberikan konfigurasi layar yang berbeda. Enak banget saat mesti membuka dua window yang berbeda, seperti halnya membuka blog di sisi kanan dan mengedit video di sisi kiri.  

5. Tent Mode

Terakhir, ada Tent Mode. Laptop diposisikan menyerupai bentuk tenda sehingga cocok untuk menikmati konten atau penggunaan dalam situasi tertentu.

Keyboard magnetiknya terhubung lewat konektor Pogo Pin, mudah dilepas-pasang, dan otomatis mengisi daya sendiri saat sedang menempel. Perpindahan antarmode terasa kokoh, tidak ada kesan mudah goyang meski engselnya bisa dilipat ekstrem.

Dapur Pacunya Juga Tidak Main-Main

Karena ini adalah laptop kelas premium, “jeroan” ROG Zephyrus Duo (GX651) juga tak main-main. Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H dan kartu grafis kelas atas, hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 5090 Laptop GPU. Prosesor ini juga punya NPU dengan kemampuan AI hingga 50 TOPS, sehingga bisa menangani pekerjaan AI lokal tanpa membuat CPU atau GPU bekerja ekstra keras, baik untuk rendering, mengedit video 8K, maupun menjalankan AI generatif secara real-time.

Soal panas, dua layar OLED yang berdekatan dengan komponen bertenaga tinggi jelas menjadi tantangan tersendiri. ASUS mengatasinya dengan sistem ROG Intelligent Cooling: gabungan liquid metal di prosesor, vapor chamber yang luas, serta lapisan graphite khusus yang menyebarkan panas agar tidak merusak panel OLED yang sensitif terhadap suhu tinggi.

Sebagai barang investasi kelas premium, ROG Zephyrus Duo (GX651) juga dibekali garansi yang tidak main-main dari ASUS Indonesia, yang sekarang menyandang predikat No.1 Gaming Brand in Indonesia. Setiap pembeliannya mendapatkan 2 tahun garansi internasional, 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty (termasuk kerusakan akibat kelalaian pemakaian sendiri), serta ASUS Premium Service—mulai dari Laptop Spa, layanan antar-jemput gratis, hingga jalur prioritas FastLane di service center.

Ada Bonus Juga, tapi Terbatas

Staf ROG Corner sempat memberi tahu satu hal lagi ke kami, yakni selama persediaan masih ada, setiap pembelian ROG Zephyrus Duo (GX651) akan mendapat bonus ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20th Year Anniversary. Ini adalah koper premium senilai sekitar Rp3–4 juta yang desainnya keren abis. Koper ini memang khusus dibawa ke Indonesia untuk pemilik Zephyrus Duo dan tidak dijual bebas.

Oiya, bagi yang penasaran melihat dan mencoba laptop gaming flagship ini, kalian bisa datang langsung ke ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres. Waktunya terbatas yaa.. Cuma sampai 10 Oktober 2026. Jadi buruan datang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!