Grand Bazaar

Di Istanbul, ada dua buah tempat belanja yang selalu ramai oleh turis-turis. Grand Bazar dan Spice Bazar (Egypt Bazar). Kedua pasar ini sudah ada sejak dulu kala. Bangunannya pun masih bangunan lama, yang gue bilang, mirip dengan stasiun Beos di Jakarta.

Di Grand Bazar, banyak dijual barang-barang kerajinan Turki, seperti karpet, baju, sandal, dan sebagainya. Lucu-lucu banget…

Tapi hati-hati, mereka suka memasang harga yang sangat tinggi. Walaupun kita tawar sampe ¼ harga, tapi ternyata harga tawaran kita itu masih terlampau mahal juga. Jadi, tips yang bisa dilakukan adalah, tawar semurah mungkin, kalo perlu ampe seperlimanya. Plus kalo suka dengan satu barang, jangan langsung beli. Cari dulu di toko yang lain, dan yang lain, pasalnya di toko sebelah, harganya bisa jauuuh lebih murah.
Ini terjadi ama gue dan nyokap gue. Gue, mo beli sandal. Dia nawarin harga 80 lira (sekitar 560 rebu). Gue tawar jadi 20 lira. Dia sok-sok nggak ngasi, lalu akhirnya mengalah dengan tawaran gue. Gue merasa menang dong, tapi setelah gue konversiin ke rupiah, gue langsung menyesal. 20 lira kan sama dengan 140 rebu, bo…Oalah, ini bakal jadi sandal termahal gue. Mana bahannya biasa pula..

Nyokap gue pun mengalami hal serupa. Dia beli taplak meja. Pedagangnya buka harga 90 lira. Setelah penawaran alot, nyokap gue dapet harga 40 lira. Udah lumayan banget kan? Tapi ternyata, di toko sebelah, tante gue berhasil membeli taplak serupa dengan harga hanya 25 lira…Nasiib..

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s