jilbab travelogue

Berkat Internet, Beli Tiket Penerbangan Bisa Sambil Rebahan

Dok. pribadi

Traveler yang memulai perjalananannya sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu pasti pernah mengalami hal ini: membeli tiket penerbangan secara manual ke agen atau kantor resmi maskapai.  

Saya pernah mengalaminya, dua puluh dua tahun lalu. Saat itu, saya “dipaksa” orang tua saya untuk mengurus sendiri liburan kuliah saya ke Balikpapan, menyusul tante saya yang sudah beberapa tahun tinggal di sana.  

Dengan bantuan buku kuning, saya mencari tahu nomer telepon kantor penjualan resmi tiket Garuda Indonesia, menanyakan jadwal dan harga tiket, lalu konfirmasi untuk pembelian tiket. Setelah itu, saya harus datang ke kantornya di Jalan Gatot Subroto untuk melakukan pembayaran dan mengambil fisik tiket. Karena belum ada yang namanya internet banking, saya harus membayar secara tunai (yang membuat saya sepanjang jalan memeluk erat tas berisi uang jutaan) dan kemudian menunggu tiket di-issued.

Selesai? Belum. Setelah transaksi, saya diberikan tiket yang terdiri atas 3 lembar kertas tipis yang dijilid mirip dengan buku saku. Tiket buku ini mesti dijaga supaya tidak kena air.

Fuih. Ribet? Ya pastinya. Dan kalau dihitung-hitung, total waktu yang saya habiskan sekitar 3-5 jam untuk memesan tiket penerbangan itu.

Tapi itu dulu.

Sekarang, Tinggal Beli Lewat Internet

Kehadiran internet membuat pembelian tiket tak lagi ribet. Kini, beli tiket pesawat dapat dilakukan dari rumah saja. Hanya bermodal perangkat telepon genggam ataupun laptop dan koneksi internet. Bisa melalui website resmi maskapai ataupun via Online Travel Agencies (OTA).

Pembayaran pun lebih mudah. Kalau dulu saya mesti bawa-bawa uang di dompet yang bikin jantung was-was, kini tinggal pilih jenis pembayaran yang tersedia di OTA. Bisa bayar via transfer, kartu kredit, lewat ministore dekat rumah, atau bahkan bisa hutang lewat sistem paylater mereka.

Dan yang jelas, waktu yang dibutuhkan sangat singkat. Saya pernah iseng menghitung waktu yang diperlukan sejak saya membuka internet, mencari penerbangan, hingga menyelesaikan pembayaran. Ternyata hanya butuh waktu hanya 10 menit saja.

Bukan hanya tiket pesawat yang bisa dibooking sambil rebahan.  Saya juga kini membooking hotel lewat agen perjalanan. Dulu sebelum era internet, booking hotel harus dilakukan lewat agen perjalanan besar atau menelepon hotel langsung. Padahal, hotel ini lokasinya ada di luar kota atau bahkan di luar negeri yang tentunya akan membuat tagihan telepon membengkak.

Semua Berkat Perkembangan Internet di Indonesia

Memang manfaat internet sangat dirasakan banyak traveler. Bukan hanya saya, tapi jutaan traveler di Indonesia dan bahkan di dunia. Mengutip dari news.unair.ac.id, hampir 60% pemesanan tiket transportasi dan hotel sudah menggunakan online booking melalui OTA.

Sementara di Asia Tenggara, menurut hasil riset Google dan Temasek yang bertajuk e-Conomy SEA 2018 Souteast Asia’s Internet Economy Hits an Inflection Point GBV (Gross Booking Value) yang dilansir oleh katadata.co.id, pasar layanan tiket pesawat online mencapai nilai US$ 18,4 miliar. Kemudian diikuti tiket hotel sebesar US$ 10,78 miliar dan tiket perjalanan US$ 0,6 miliar.

Dan Indonesia adalah pasar terbesar dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

Makin tahun, jumlah GBV pemesanan tiket online Asia Tenggara pun terus meningkat. Di tahun 2015, GBV online mencapai 34% dari total nilai transaksi layanan perjalanan. Dan kemudian meningkat menjadi menjadi 41% pada 2018, lalu diprediksi akan terus meningkat mencapai 57% pada 2025.

Dari Pakai Kabel Telepon Hingga Fiber Optic

Pesatnya perkembangan internet di Indonesia tak lepas dari keberadaan para provider internet. Dulu, awal masa internet masuk ke Indonesia, untuk membeli tiket penerbangan atau membooking hotel nih saya menggunakan internet dari Telkom. elkom memang merupakan salah satu pioner provider internetnya Indonesia.Bukan dengan fiber optic dan router seperti sekarang ini, tapi dengan menggunakan telepon rumah yang disambungkan dengan laptop.

Kini, tinggal pakai provider yang menggunakan kabel fiber optic. Misalnya IndiHome, layanan internet rumah, yang juga merupakan besutan dari Telkom Indonesia. Nggak perlu pakai kabel telepon lagi seperti dulu, cukup menggunakan router yang dipinjamkan secara gratis oleh Indihome.

Selain koneksi yang mudah dan cepat, enaknya, Indihome ini tersedia hingga ke pelosok Indonesia, hingga saat berpergian ke luar Indonesia, saya tetap dengan mudah melakukan pembelian tiket pesawat atau memesan hotel.

Benar-benar terasa deh manfaatnya internet buat traveler seperti saya.

Mantan jurnalis dan editor di Kompas Gramedia Group. Travel writer yang sudah mendatangi 41 negara di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!