jilbab travelogue

UMi Indonesia Naik Kelas Lewat Kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit”

Kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit” Pusat Investasi Pemerintah
Ibu Nonoh Ukinah, pelaku usaha tahu goreng yang menjadi  Debitur UMi asal Telaga, Majalengka, Jawa Barat.

Kalau lagi travelling, saya paling senang kulineran.  Bisa  semua pedagang kuliner saya datangi, terutama yang menjual makanan yang jarang saya dapati di Jakarta.

Namun sayangnya, saya sering dengar kabar yang kurang mengenakkan. Banyak usaha kuliner yang saya datangi itu,  terutama yang skalanya ultra mikro (UMi), tak bisa bertahan karena selain terkendala masalah promosi dan teknik marketing, modal usaha mereka terus tergerus sementara jumlah konsumen semakin menurun. Ditambah lagi ada hantaman badai pandemi ini. Makin sulit mereka bertahan. 

Dan memang, menurut data dari Kementerian Keuangan, hampir 50 persen pelaku usaha UMKM di Indonesia terpaksa gulung tikar di zaman pandemi ini. 

Sedih. Padahal potensi usaha ultra mikro di Indonesia lumayan besar dan mereka bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru, lho. 

UMi Bangkit dan Naik Kelas

Untunglah, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, menginisiasi kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit”. Tujuannya untuk membangkitkan kembali dan memperkuat ekosistem Ultra Mikro (UMi) di beberapa daerah. 

Gerakan ini juga bertujuan agar semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang “naik kelas” sehingga bisa menaikkan tingkat kesejahteraan dan membawa manfaat bagi mereka maupun lingkungannya. Kalau usaha mereka makin besar, otomatis bisa menciptakan lapangan kerja baru buat lingkungannya, kan?

FYI, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ini merupakan unit organisasi non eselon di bidang pinjaman usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan. 

Tiga Program “Peningkatan Kelas” UMi

kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit".

Ada tiga program yang PIP lakukan yakni:

  1. Inkubasi UMi di Jawa Barat dan Jawa Timur

Inkubasi UMi di Jawa Barat dilakukan di Kabupaten Bandung Barat dan Majalengka dengan menggandeng Pusat Inkubator Bisnis Orange Universitas Padjajaran. Kegiatannya berupa pendampingan terhadap 35 debitur UMi.  Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, dan peningkatan pengetahuan digital. 

Sementara inkubasi UMi di Jawa Timur dilakukan di Kota Malang. PIP menggandeng Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) untuk melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan. 

  1. Membentuk wadah bagi para pelaku usaha UMi di Ternate, Maluku Utara

Di Ternate, 13 debitur UMi diberi pendampingan dan pelatihan terkait nama produk, manajemen, pinjaman, dan pemasaran. Wadah ini juga dimaksudkan sebagai sarana promosi usaha dan belajar manajemen usaha agar pelaku usaha mikro di Ternate bisa naik kelas menjadi pengusaha UMKM kedepannya.

  1. Menyediakan pemasaran yang terintegrasi bagi debitur UMi dalam klaster di satu wilayah.

Alhamdulillah, sudah banyak pemilik usaha ultra mikro yang menjadi debitur UMi. Contohnya Ibu Nonoh Ukinah, pelaku usaha tahu goreng yang menjadi  Debitur UMi asal Telaga, Majalengka, Jawa Barat; Suami dari Ibu Dedoh, pelaku usaha retail barang bekas, debitur UMi asal Banjaran, Majalengka, Jawa Barat; dan Ibu Nonoy Nurhasanah dan suami, pelaku usaha kuliner Sorabi Jaya. 

Kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit” Pusat Investasi Pemerintah
Ibu Nonoy Nurhasanah dan suami, pelaku usaha kuliner Sorabi Jaya
Kampanye "Bersama Sahabat - UMi Bangkit” Pusat Investasi Pemerintah
Suami dari Ibu Dedoh, pelaku usaha retail barang bekas, debitur UMi asal Banjaran, Majalengka, Jawa Barat.

Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021

Selain tiga program tadi, di hari Senin (30/8) kemarin, PIP bekerja sama dengan beberapa lembaga di bawah Kementerian Keuangan mengadakan Lelang UMi. Ada 76 paket/lot dari 15 debitur yang ditawarkan kepada masyarakat yang terdiri dari berbagai produk seperti makanan dan minuman, kerajinan tangan seperti kain batik, hasil rotan, pakaian, kerajinan kayu dan lain-lain. Program lelang ini telah dilakukan secara terbuka dan tertutup melalui platform www.lelang.go.id.

Mantan jurnalis dan editor di Kompas Gramedia Group. Travel writer yang sudah mendatangi 41 negara di dunia.

8 Comments

  • Ning!

    Kalangan menengah ke bawah memang kebanyakan yang paling terdampak di masa pandemi ini. Semoga dengan hadirnya program UMi, bisa membantu lebih banyak keluarga, lingkungan sekitar dan bisa menstabilkan perekonomian Indonesia.

  • Nchie Hanie

    Ahaa, sedih banget yaa, kalo sat kulineran terus mereka pada gulung tikar karena pandemi, aku pun merasakan ituu akhir2 ini. Tapi banyak juga yang bermunculan usaha2 lainnya.
    Semoga saja UMi bisa bangkit lagi dengan adanya bantuan dari PIP ini menyemangati mereka dan bangkit kembali perekonomian Indonesia.

  • Ayu Natih Widhiarini

    setuju sekali jika usaha mikro sebenarnya sektor yang paling berdampak. Sepinya pembeli membuat mereka cenderung menghentikan usaha mereka sementara.

    Alhasil tabungan terkuras untuk biaya hidup.
    Adanya program PIP ini pastinya bisa memberikan dukungan kepada pelaku UMKM untuk bangkit kembali. Semoga segera pandemi ini cepat berlalu.

  • Ina Tanaya

    Usaha Mikro Kecil sangat perlu bantuan baik itu modal maupun pendampingan (teknologi atau pemasaran). Beruntunglah ada PIP yang membantu mereka untuk bisa naik kelas. Semoga keberhasilan mereka langgeng.

  • Endah Kurnia Wirawati

    Saya juga suka kulineran kalau di daerah. Senang aja gitu melihat usaha kuliner di daerah.
    Syukurlah mereka saat ini bisa mendapat bantuan untuk meningkatkan usahanya. Dengan begitu para UMi ini bisa lebih berkembang dan bisa membuka lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!