Event

Imunisasi Saat Pandemi ? Bisa!!

Waktu kecil, saya nggak pernah diimunisasi karena nenek saya melarang ibu saya melakukannya. Alasannya klasik, khas ibu-ibu zaman dulu yang minim pengetahuan soal imunisasi. Setelah imunisasi pertama, saya malah panas tinggi sehingga beliau berkesimpulan kalau imunisasi itu yang membuat para bayi, termasuk saya, jadi sakit. Alhasil, saya tidak diperbolehkan diberikan imunisasi lanjutan.

Itu dulu. Saya pikir, kini semua orang tua sudah paham soal imunisasi dan semua anak di Indonesia sudah mendapatkan imunisasi lengkap. Ternyata tidak. Berdasarkan data dari WHO, di tahun 2018 masih ada sekitar 20 juta anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi.

Penyebabnya beragam. Mulai dari tingkat literasi dan pengetahuan orang tua soal pentingnya imunisasi masih kurang, hingga soal kepercayaan yang beredar tentang imunisasi malah akan menyebabkan berbagai penyakit. Seperti yang nenek saya alami. Ditambah lagi, petugas kesehatan belum bisa menyentuh beberapa daerah, terutama di area yang sulit dijangkau.

Apa sebenarnya manfaat imunisasi? Banyak, namun utamanya adalah mencegah anak-anak terkena penyakit berbahaya seperti polio,campak, difteri, dan sebagainya, yang bukan hanya bisa menghambat tumbuh kembang anak namun juga bisa membahayakan nyawa sang buah hati.

Saya termasuk beruntung karena sampai besar begini, saya tak terkena penyakit berat yang berarti. Paling hanya campak dan cacar air, yang bisa sembuh dengan cepat. Namun itu dulu, saat penyakit belum seganas sekarang ini. Sekarang, rasanya imunisasi amat vital.

Begini yang Harus Dilakukan

Jumlah balita yang nggak mendapat imunisasi lengkap atau malah nggak dapat imunisasi sama sakali diperkirakan akan bertambah karena pada tahun 2020-2021 ini dunia terserang Virus Covid-19. Orang tua jadi takut untuk melakukan imunisasi, terutama di Posyandu, karena khawatir tertular covid. Jika ini dibiarkan terjadi, dikhawatirkan akan terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak, difteri, dan polio. Gawat kan

Nah, menurut Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari Sp.A(K). dalam temu blogger Pekan Imunisasi Nasional 2021 yang diadakan di Hotel Manhattan minggu lalu, orang tua orangtua tak perlu khawatir karena Posyandu telah menerapkan prokes yang cukup ketat. Orang tua tetap dapat mengantar anaknya ke faskes/ Posyandu terdekat, namun jangan lupa untuk memerhatikan hal berikut ini.

  • Tetap memakai masker.
  • Membuat janji temu dengan faskes sehingga tidak perlu antri lama.
  • Datang tepat waktu sesuai dengan yang ditentukan. Nggak perlu janjian dengan teman atau geng arisan di sini.
  • Jaga jarak, minimal 2m. Usahakan tidak mengobrol dengan yang lain.
  • Cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun jika tersedia.
  • Jangan mampir setelah ke Posyandu
  • Segera ganti dan cuci pakaian, kain, gendongan atau hal lain yang dipakai ketika ke faskes

Imunisasi Kejar Aja

Gimana kalau selama 2020 kemarin tidak melakukan imunisasi untuk anak? Jangan khawatir. Prof. Cissy Kartasasmita, dr, MSc, PhD, SpA(K), Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI yang turut hadir dalam acara ini menyarankan untuk melakukan imunisasi kejar (catch up immunization). Imunisasi kejar ini bisa dilakukan dengan cara melakukan beberapa imunisasi sekaligus dalam satu hari.

“Misalnya, anaknya umur sembilan bulan. Kemarin belum mendapat imunisasi difteri yang ketiga. Nanti bisa sekaligus mendapat imunisasi campak dan imunisasi difteri secara bersamaan,” jelas ??. Dia mengatakan, orangtua tidak perlu khawatir dengan penerapan imunisasi kejar ini. Sebab banyak anak sudah mengalami hal yang sama. “Jangan khawatir suntik dua kali tak masalah (kanan dan kiri). Banyak anak sudah mengalami hal seperti itu. Boleh di hari yang sama bisa mendapatkan imunisasi sekaligus,” tuturnya .

Namun tentunya, imunisasi kejar tersebut harus sesuai dengan usia dan mesti dikonsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatannya ya..

One Comment

  • Fanny_dcatqueen

    Aku sanget2 pro vaksin. Untungnya pandemi ini masuk pas anakku udh gedean, JD vaksin2 banyak yg udh komplit. Tapi sayangnya aku sempet lupa pas si adek umur 5 THN, ada vaksin lanjutan yg hrs di suntik. Naah itu telat 3 bulan. Tapi mudian aku lgs bawa ke dokter anaknya, biar lgs dikejar yg ketinggalan. Biar gimana, vaksin buatku kewajiban ortu utk diberikan ke anak. Kalo org zaman dulu, aku mah ngerti kenapa ga mau ngasih. Tapi org zaman skr ini, yg ga abis pikir kenapa ga mau vaksin anaknya.

    Ada temen yg ga memvaksin anaknya dgn alasan haram. Padahal dulu aku yakin dia divaksin ortunya, Krn toh kami tinggal di komplek yg sama dr kecil Ampe gede. Anaknya cm diksh madu dan kurma. Ya sudahlah, aku males debat Ama org begituan. Ga bakal ketemu titik temu kalo udh bicara prinsip

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!