Jalan-Jalan di Penang Sambil Cek Kesehatan, Kenapa Nggak?

Balek kampung alias pulang kampung.

Begitu istilah yang disematkan kawan-kawan kalau saya datang ke Malaysia. Istilah ini muncul karena saking seringnya saya bertandang ke Malaysia, lebih sering daripada orang lain balik ke kampung halaman mereka.

Kenapa saya doyan bolak-balik ke Malaysia? Hmmm… Malaysia punya daya tarik tersendiri yang tak ada di tempat lain. Atmosfernya beda. Di sana saya bisa merasakan perpaduan budaya Melayu, Cina, India, dan bahkan Inggris. Dalam satu kota, saya bisa lihat pernikahan ala India di kuil, upacara di klenteng China, dan keramahan khas Melayu.

Hampir semua kota di Malaysia menawarkan perpaduan tiga budaya ini. Salah satunya di Georgetown, Penang. Area yang dinobatkan sebagai Unesco World Heritage ini punya banyak hal yang membuat saya betah berlama-lama di sana.

Dari Tempat Syuting Hingga Surga Kuliner

Georgetown memang bikin kangen untuk dijelajahi. Apalagi buat saya, yang amat suka dengan bangunan-bangunan berarsitektur tinggi dan bersejarah. Di sini, saya merasa ada di “dunia” saya. Di sana-sini ada bangunan tua yang masih terawat dengan baik, cafe-cafe lucu yang enak dipandang mata, dan street art yang luar biasa.

Ada Masjid Kapiten Keling, masjid yang dibangun oleh para pedagang India. Karena kota pelabuhan, Penang memang banyak disinggahi pedagang dari berbagai bangsa, salah satunya India.

Ada pula Gereja St. Goerge yang merupakan peninggalan Inggris. Dan yang tak boleh dilewatkan adalah Chong Fat Tze Mansion, rumah taipan alias orang terkaya di Penang yang pernah jadi lokasi Crazy Rich Asia.

Wisata medis di Penang
Chong Fat Zhe Mansion yang jadi tempat syuting film Crazy Rich Asia.

Selain bangunan-bangunan yang masih terawat, yang juga bisa dikunjungi adalah street art Penang, yang kerap dijadikan gambar-gambar di brosur dan kartu pos Penang. Street art yang dibuat seniman asal Lithuania ini jadi trademark kota Penang dan akhirnya jadi buruan para wisatawan. Termasuk saya.

Ga sah rasanya kalau belum foto di street art ini.

Salah satu Street Art di Penang
Street art yang paling terkenal. Wajib foto di sini.

Baca Juga: Backpacker ke Penang (part 5): Berburu Street Art di George Town

Penang juga surganya pencinta kuliner. Sama seperti bangunannya yang merupakan paduan berbagai budaya, kuliner di Penang ini juga terdiri dari campuran budaya India, Melayu, dan China Peranakan.

Ada nasi Kandar Line Clear yang antriannya lumayan panjang saking terkenalnya. Ada pula warung laksa halal di Bee Hwa Cafe yang selalu penuh dengan pengunjung. Dan masih banyak kuliner enak lainnya yang bikin saya selalu kangen kembali ke sini.

Jalan-Jalan Sambil Berobat

Nah, saat ke Penang itu, di pesawat saya bertemu dengan kawan saya. Dia mau mengantar orang tua dan mertuanya melakukan medical check up di salah satu rumah sakit Penang. Adventist Penang Hospital namanya. Salah satu rumah sakit yang populer di kalangan warga Indonesia.

Menurut penuturannya, ia memilih untuk melakukannya di sana karena biaya yang harus ia keluarkan lebih terjangkau ketimbang melakukan hal yang sama di Indonesia. Penasaran, saya cek beberapa biaya rumah sakit di sana. Untuk medical check up menyeluruh mulai dua juta rupiah. Itu sudah termasuk konsultasi dengan dokter spesialis. Sementara harga paket yang serupa di sini, berkisar 4 jutaan.

Selain itu, menurut kawan saya itu, hasilnya lebih cepat ia dapatkan. Dalam waktu beberapa jam saja, ia sudah bisa mengetahui hasil pemeriksaaan dan melakukan konsultasi, sehingga ia tak perlu bolak-balik ke rumah sakit.

“Jadi gue biasanya tiga hari di sana. Sehari buat persiapan, sehari buat pemeriksaan, dan sehari buat jalan-jalan plus kulineran di sana,” begitu katanya.

Sekalian jalan-jalan, sekalian berobat.

Hmmm, benar juga. Kenapa tak penah terpikirkan oleh saya untuk sekalian melakukan check up ketika jalan-jalan ke Malaysia ya?

Malaysia Healthcare Travel Council

Ketika memutuskan untuk melakukan medical check up di Penang, kawan saya ini mendatangi Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) di Gedung WTC 3 Sudirman, di sebelah Bank Permata.  

SUmber; MHTC

MHTC ini adalah sebuah organisasi yang didirikan  oleh Kementerian Kesehatan Malaysia yang bertugas  sebagai perwakilan dari 69 rumah sakit swasta di Malaysia.

Rumah sakit yang difasilitasi oleh MHTC ini antara lain Penang Adventist, Gleneagles Penang, Loh Guan Lye Specialist Centre, Mahkota Medical Centre, Sunway Medical Centre, Alpha Fertility Centre, Institut Jantung Negara, Pantai Hospital Group, dan Prince Court Medical Centre.

MHTC ini juga berfungsi sebagai pusat informasi. Jadi tinggal datang ke kantornya atau telepon ke call center, kita bisa bertanya soal rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan. Bisa juga nanya soal tempat wisata, hotel, dan segala hal yang berkaitan dengan kunjungan wisata medis di Malaysia.

MHTC ini bisa juga menjadi fasilitator untuk yang ingin berobat ke Malaysia. Misalnya kawan saya, dia difasilitasi oleh MHTC. Jadi begitu keluar dari bandara, ada petugas dari MHTC yang menjemput sehingga ia tak perlu lama mengantri di imigrasi.

Setelah itu, kawan saya diajak ke MHCT Concierge and Lounge, sebelum dijemput oleh mobil jemputan menuju rumah sakit atau menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya.

Oya, pemesanan hotel ini bisa dibantu juga oleh pihak MHCT, karena sudah bekerja sama dengan beberapa hotel di Malaysia.

Video soal fasilitas MHTC

MHTC ini kantor pusatnya di Kuala  Lumpur, tapi punya kantor perwakilan di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Kalau mau tanya-tanya, tinggal datang ke kantornya. Ga dikenakan biaya kok.

Malaysia Healthcare Video Competition

Sumber: MHTC

Nah, buat yang mau jalan-jalan gratis sambil check up di Malaysia (yang juga gratis), ikutan aja Malaysia Healthcare Video Competition. Kompetisi ini diadakan oleh Malaysia Healthcare, bekerja sama dengan Tourism  Malaysia dan juga komunitas Indonesia di Malaysia.

Hadiahnya oke banget. Ada Go Pro Hero 7, Dji Osmo Mobile 2, Brica Steady 8 Pro, dan Miband. Dan 5 pemenang ini semuanya akan mendapatkan paket medical check up dari rumah sakit pilihan di Malaysia, tiket pesawat pp, dan hotel bintang 5 untuk 3 hari 2 malam. Lumayan banget kan?

Gimana Cara Ikutannya?

Ga susah kok. Tinggal buat vlog/video 2-3 menit yang menceritakan soal pariwisata Malaysia dan wisata medis di Malaysia. Dua-duanya mesti ada dalam video ya, nggak boleh hanya salah satunya.

Ini syarat lengkapnya:

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia ataupun Malaysia
  2. Konten tidak boleh mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) kampanye politik, serta pesan negatif dan menyerang kelompok tertentu
  3. Konten boleh berbentuk VIDEO ataupun VLOGGING (video harus disertai dengan penjelasan)
  4. Konten wajib berbahasa Indonesia
  5. Durasi video 2-3 menit
  6. Konten harus menggabungkan 2 tema (PARIWISATA MALAYSIA & WISATA MEDIS)

Cara ikutannya begini.

  1. Peserta pastinya harus mem-follow akun Instagram @medtourismmy.id. Jangan di-private juga ya akunnya.
  2. Videonya juga harus di-upload di akun YouTube peserta, kemudian share video itu di akun Instagram (feed/IG TV) masing-masing dan tag serta mention @medtourismmy.id
  3. Tulis Judul video di akun YouTube & Instagram peserta dan tambahkan hashtag #Liburansehat #RinduMalaysia. Contohnya : 5 Fakta Malaysia dan Medical Checkup di Penang #Liburansehat #RinduMalaysia
  4. Agar kesempatan menang lebih besar, jangan lupa ajak teman/followers kamu untuk like video yang kamu unggah di Youtube & Instagram yaa.

Oiya, batas pengumpulan videonya sampai 10 Desember 2020 ya. Masih ada waktu kurang lebih tiga minggu nih buat bikin video dan menangin hadiah-hadiah kerennya.

Lebih lengkapnya bisa cek di https://medicaltourismmalaysia.id/ atau klik IG @medtourismmy.id.

Author: rahma ahmad

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis dan editor di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

4 thoughts

  1. Wahhh biaya berobatnya beda ya. Dua kali lipat di sini daripada di sana. Pub hasilnya lebih cepat keluar kalo di sana.

    Penasaran deh sama Penang.

    Like

  2. Wahhh boleh juga nih, karena kelar pandemi niatnya pengen ke Penang.
    Siapa tahu bisa sekalian dapat medical check up juga kan jadi lebih lengkap deh jalan-jalannya.
    *brb cari video jalan2 ke Malaysia*

    Like

Kalau ada pertanyaan atau tanggapan, silakan komen di bawah ini yaa...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s