Restoran dan Makanan Halal di Bukit Bintang

Bukit Bintang adalah tempat favorit para pelancong yang datang ke Kuala Lumpur., termasuk saya. Saya lebih sering memilih kawasan ini sebagai tempat menginap karena kawasan ini lengkap. Di sini ada banyak mal, toko, dan cafe. Lokasinya juga strategis, mudah dijangkau dengan monorail, MRT, ataupun Bus GoKL.

Baca Juga: Backpacking ke Taiwan: Berburu Makanan Halal di Taipei

Bukit Bintang juga terkenal sebagai surga kuliner di Kuala Lumpur. Salah satu jalan yang termahsyur adalah Jalan Alor. Namun kebanyakan makanan di sana adalah makanan Chinese food yang saya tak yakin kehalalannya.

Namun jangan khawatir, banyak makanan dan restoran halal di Bukit Bintang buat traveler muslim yang datang ke KL. Beberapanya sering saya datangi, bahkan jadi langganan setiap saya “mudik” ke KL.

Inilah beberapa restoran halal di Bukit Bintang yang sempat saya coba.

Nasi Ayam Chee Meeng Bukit Bintang

Nasi Ayam Chee Meng
Nasi Ayam Chee Meng

Awalnya sempat ragu apakah chinese restaurant ini halal atau tidak, tapi pas sampai di depan resto saya melihat logo halal besar di samping nama restonya. Kami pun lega dan tidak khawatir lagi mengenai kehalalan makanan di resto ini.

Aneka makanan tersedia di resto ini, namun yang paling khas ya nasi ayamnya itu. Harga satu set nasi ayam paha adalah RM 13. Rasanya enak, dagingnya lembut dan bumbunya terasa sampai ke dalam meskipun daging ayamnya cukup tebal.

Suasana resto cukup ramai karena saya ke sana pas jam makan malam sekitar pukul 19.00, dan kebetulan malam minggu pula. Meskipun ramai tapi pelayanan di resto ini terbilang cukup cepat. Pencatatan order pun cukup canggih, pelayanan menuliskan order makanan kami melalui aplikasi di tablet. Saat melihat gambar logo resto ini di dinding, saya baru tahu kalau usia resto ini sudah berdiri sejak tahun 1965. Wah, sudah lumayan tua juga ya ternyata.

Oiya, resto ini tutup jam 9 malam. Jadi order terakhir kira-kira jam 8 malam deh.

Nasi Lemak Alor Corner

Makanan Nasi Lemak Halal di Bukit Bintang
Begini penampakan Nasi Lamak Alor Corner

Nasi Lemak Alor Corner ini tempat favorit saya untuk sarapan. Selain rasanya memang enak, saya belum nemu tempat sarapan lain di sini yang buka di bawah jam 8 pagi. Maklum, saya biasanya sudah cabut dari hostel sekitar jam 7.30.

Letak Nasi Lemak Alor Corner tak jauh dari KFC Bukit Bintang, di pojokan menuju Jalan Alor. Bentuknya berupa tenda non-permanen, di sebelahnya ada kursi-kursi dan meja plastik untuk pengunjung yang makan di sana.

Menu utama yang ditawarkan di Nasi Lemak Alor Corner ini adalah nasi lemak dengan lauk beraneka ragam yang bisa dipilih sesukanya. Ada ayam, daging, perkedel, kentang pedas, tahu, tempe, telor, udang, cumi dan banyak lainnya. Setiap ke sini, pasti bingung nentuin mau makan lauk yang mana.

Oiya, porsi nasi lemak alo corner ini juara, banyak banget!! Tapi bisa pesan nasinya setengah porsi aja, seperti yang selalu saya lakukan. Harganya juga nggak terlalu mahal. Nasi lemak plus ayam goreng sekitar 5RM, nasi lemak dengan telor hanya 3 RM. Murah meriah kenyang.

China Lanzhou Mee Tarik

China Lanzou Mee Tarik

Di sebelah Nasi Ayam Chee Meng ada restoran china halal. China Lanzou Mee Tarik namanya. Saya datang ke sini sebenarnya tak sengaja. Awalnya saya ingin makan di Nasi Ayam Chang Mee namun ternyata restoran tersebut tutup. Akhirnya saya melipir ke restoran di sebelahnya yang tampak menarik dan punya logo halal di depannya (walau logonya dibuat sendiri, bukan dari pemerintah Malaysia).

Restoran ini menjual makanan khas China Lanzhou, yakni daerah di Timur Laut China yang banyak dihuni muslim Hui. Menu khasnya adalah mie tarik, mie yang dibuat dengan cara ditarik-tarik.

Di depan restoran ini bisa diliat koki yang sedang membuat mie. Tapi berhubung saya sudah lapar, saya ga minat melihatnya.

Kuliner halal bukit bintang
Maknan di China Lanzou Mee Tarik

Saya dan kawan-kawan memesan mie tarik daging (braised beef noodle), satu mie lagi yang saya lupa namanya, sate, dan dumpling. Untuk dimakan berempat. 

Rasa mie braised beef noodle-nya enak, saya suka kuahnya yang manis gurih. Tapi mie satu lagi yang saya lupa namanya itu rasanya biasa saja, mirip indomie di rumah. Dumplingnya juga lumayan enak, dan isinya bisa mix beberapa rasa.

Author: rahma ahmad

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis dan editor di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

7 thoughts

  1. Duuuuhhhh,……mie tariknya beneran bikin kepengen ngunyah sekarang deh hihihi… Oh gitu ya di Jalan Alor itu buanyak makanannya tapi Chinese food rata2 ya? Untungnya tersedia kuliner muslim deket2 situ ya jd kita khawatir deh. Catat ah kpn2 kalau ke Malaysia kudu ke Bukit Bintang. TFS mb Rahma.

    Like

    1. Masama. Di Alor itu ada satu makanan halal yg yw rekomenin. Tapi gw selalu lupa namanya wksk, cuma inget letaknya aja

      Like

Kalau ada pertanyaan atau tanggapan, silakan komen di bawah ini yaa...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s