Transit 19 Jam di Muscat Oman: Menikmati Free Hotel dari Oman Air

2019_0624_04182300-02.jpeg

Perjalanan panjang saya kemaren diawali dengan transit di Muscat Oman selama 19 jam. Ya, sembilan belas jam saudara-saudara.

Awalnya saya cuma ingin bermalam di bandara Muscat aja, karena saat pulang ke Jakarta, saya harus transit selama 19 jam di Oman lagi. In the name of irit biaya visa. Alasan lainnya, selama puasa di Muscat semua restoran tutup. Makan atau minum di public area akan dikenakan denda dan bahkan bisa dipenjara. Nah daripada saya ga bisa ngapa-ngapain juga, mending saya tidur di bandara aja.

Saya udah grasak grusuk nanya di mana lokasi enak buat tidur di bandara Muscat, tapi seorang teman memberi saya “hadiah”. Ia mengurus tiket Oman Air saya sehingga bisa mendapat stpc (stopover paid by carrier).

STPC ini adalah fasilitas yang diberikan airline bagi penumpang transit kelas bussines ke atas, ataupun kelas economy premium. Kelas ekonomi super promo (class O dan L) seperti tiket saya seharusnya nggak dapet fasilitas stpc.

Bagi pemegang fasilitas STPC, akan disediakan hotel, airport transfer dari hotel ke bandara dan sebaliknya, makan malam, sarapan, dan visa secara gratis. Semua dibayarin airline. Alhasil, karena kebaikan teman saya itu, saya jadi dapet fasilitas di atas.

Menurut info kawan saya itu, fasilitas stpc bisa dibeli di kantor Oman Air dengan harga 55 dolar.  Entah dia beli itu buat saya atau dia memang punya fasilitas khusus untuk itu. Pokoknya saya terima beres aja

Alhamdulillah banget yaah…. rezeki anak solehah….


Nah, karena tiket saya udah ditambahi dengan stpc, begitu keluar dari pesawat saya tinggal lapor ke desk yang bertuliskan “Hotel Facilities”. Letaknya sebelahan dengan loket visa. 

Staffnya ramah. Saya cuma diminta menyerahkan boarding pass dan mengisi form untuk visa. Lalu duduk manis menunggu. Semua mereka yang atur.

Setelah urusan administrasi beres, termasuk visa, saya diantar melewati imigrasi dan menuju titik penjemputan hotel. Saya rupanya dapat hotel Crowne, hotel berbintang 5 yang harga semalamnya sekitar 90 dolar. Waaa….girang saya.

Hotel yang dikasih ke saya ini Crowne OCEC yang dekat dengan bandara. Padahal yaaa saya kira akan dapat Hotel Crowne yang dekat Pantai Qorum dan punya private beach. Tapi ya alhamdullah juga siih….kapan lagi nginep di hotel ini.

Oya, saat di konter tadi, mintalah hotel yang di luar bandara. Karena kalau nggak minta, mereka akan kasih Aerohotel yang ada di area transit. Ini dialami oleh traveler yang kebetulan ketemu dengan saya di pesawat. Dia pasrah aja, ga minta apa-apa. Rugi kan ga bisa kemana-mana.

IMG_20190602_080810
lobi hotel
IMG_20190601_203819.jpg
kamar saya yang sempet kefoto sebelum berantakan

STPC  ini termasuk makan malam. Sebenarnya perut saya sudah penuh karena baru saja terisi makanan dari pesawat Oman Air. Namun melihat menu buffet yang disajikan di restoran mewahnya, saya langsung lapar lagi.

Ga mau rugiii …

IMG_20190601_213052.jpg
restoran tempat makan pagi dan malam
IMG_20190601_212335.jpg
makanan yang paling menggoda

Setelah  semalaman di Crowne Plaza, esok paginya, saya langsung kabur ke Masjid Al Qaboos. Naik bus umum yang isinya cuma saya dan dua orang lagi, yang menyebabkan saya berkesimpulan bahwa orang Oman semuanya punya mobil.

Dari hotel sebenarnya tak ada bus langsung ke masjid. Kalau mau naik bus, saya mesti jalan dulu sekitar 1 km ke halte bus terdekat. Saya mah ogah, di bawah terik matahari 38 derajat dan tanpa air sedikit pun. Kebayang rasanya….

Tapi untunglah, staff hotel yang berasal  dari Nepal berbaik hati mengantar saya ke halte bus terdekat: bandara. Wkwk, ternyata saya bukan diantar ke halte bus, malah diantar ke bandara. Katanya biar lebih enak nunggu busnya karena di halte panas. Okelah…

Baca juga: Transit 19 Jam di Muscat: Al Qaboos dan Hadiah Tiga Buah Buku


Selepas mengunjungi AlQaboos, saya sebenarnya ingin langsung ke Mutrah Soak, pasarnya Muscat. Namun jarum panjang di jam di tangan kanan saya sudah menunjukkan angka 11. Tak ada waktu lagi karena pukul 2 saya sudah harus ada di pesawat menuju  Turki. Mepet. Terpaksa saya urungkan niat saya dan kembali ke hotel untuk kemudian diantar menuju bandara.

Note:

  • Jika ingin megunjungi Mutrah Soak, dari AlQaboos bisa naik mobil merah lagi menuju Ruwi Terminal. Dari sana tinggal naik bus nomer 4. 
  • Selain Mutrah Soak, di dekatnya ada Mutrah Fort, benteng di tepi laut.

 


PS: Setelah saya itung-itung, bayar stpc ini mahal tapi lebih untung daripada beli satuan, dengan asumsi nginepnya di hotel yang sama yaa…

Stpc: 55 dolar/orang. 

Visa On Arrival: 5 riyal Oman = 13 dolar. Hotel: 90 dolar (bintang 5), kalau berdua satu orang jadi 45.  Makan malam di hotel: sekitar 20 dolar. Total tanpa stpc sekitar 78 dolar/orang.


 

Advertisements

Author: rahma

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

8 thoughts

  1. ka mau tanya kalau kita transit di muscat tapi tidak keluar imigrasi apa harus bayar voa ? dan kalau kita bawa bagasi apa ambil bagasi nya harus keluar imigrasi dulu apa tidak perlu ?

    Like

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s