Allisya Protection Plus: Menjaga Kini, Esok, dan Nanti

Trust in Allah, but tie your camel.

sumber: allianz.co.id

Ada pepatah “sedia payung sebelum hujan”. Namun dalam Islam, ada petuah “ikat dulu untamu sebelum berserah kepada Allah.” Pernah dengar kisah di balik petuah popular ini?

Dahulu, ketika Rasulullah SAW hendak menunaikan sholat berjamaah di masjid, beliau melihat salah satu sahabatnya turun dari unta dan menuju masjid. Sahabat tersebut membiarkan untanya tidak terikat. Rasullullah yang melihat kejadian tersebut langsung bertanya, “wahai sahabat, mengapa engkau tidak mengikat untamu ke pohon?” 

Sahabat menjawab, “ya Rasulullah, aku pasrah pada Allah. Segala sesuatu aku serahkan padaNya. Jika memang Allah mentakdirkan untuk kehilangan untaku, maka aku akan terima dengan tulus ikhlas.” Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah pun bersabda “Berserahlah kepada Allah, namun ikatlah dulu untamu”.  (HR Annas Ibn Malik)

Thawaqqal walakun arbit jamlak. Trust in Allah but tie your camel


Itulah salah satu kisah di zaman Nabi Muhammad yang sering diceritakan dosen manajemen syariah saya. Kisah ini secara impilisit mengajarkan kita untuk memproteksi diri sendiri sebelum memasrahkan segalanya kepada Allah. Ikhtiarlah dulu sebelum tawakal, begitu bahasa kerennya. Karena hidup di masa depan penuh itu dengan ketidakpastian, selain pasrah kepada Allah, harus ada upaya yang dilakukan untuk memproteksi masa depan itu.

Ya, kadang masa depan yang sudah dirancang tidak berjalan seperti seharusnya. Sakit berat, meninggal dunia, ataupun musibah-musibah lain yang tidak terduga bisa datang sewaktu-waktu. Kalau begini, apa yang harusnya dilakukan?

Merujuk pada kisah unta dan sahabat di atas, Nabi menganjurkan untuk melakukan ikhtiar untuk mencegah yang tidak diinginkan hal-hal di masa depan itu. Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti asuransi.


Bolehkah Asuransi Syariah?

Bagi umat Islam, asuransi konvensional masih memicu keraguan karena adanya unsur riba dan gharar (ketidaktransparanan) di sana. Tapi kini, sudah banyak bermunculan asurasi syariah, salah satunya asuransi Allisya alias Allianz Syariah, yang dikeluarkan oleh Allianz.

Di mana sih bedanya?

Pada asuransi konvensional, akad yang digunakan adalah akad jual beli. Sementara pada asuransi syariah seperti Allisya, akad yang dipakai adalah akad takaful/taawun (tolong menolong). Artinya, ketika membayar kontribusi (premi) asuransi syariah, yang diniatkan oleh si peserta asuransi adalah menolong sesama yang terkena musibah. Dana premi tersebut, setelah dipotong ujrah (upah dan administrasi), akan masuk ke rekening khusus yakni rekening tabaru’ yang tidak bercampur dengan rekening perusahaan. Rekening tabarru ini juga tidak menjadi milik perusahaan; perusahaan hanya berhak mengelolanya. Nantinya, jika ada peserta asuransi yang sakit atau menderita musibah, klaim akan diambil dari dana tabaru’ ini.

Kalau diibaratkan, asuransi syariah ini seperti satu kampung urunan membeli ambulans. Ambulans tetap dimiliki bersama seluruh kampung, namun jika ada satu orang yang butuh, ia berhak menggunakan ambulans tersebut dan pihak lain mengikhlaskannya. Begitu kata dosen saya.

picture1.png
Prinsip kerja asuransi syariah

Allisya Protection Plus, Investasi Sekaligus Asuransi

Ada beberapa produk yang ditawarkan asuransi syariah Allisya, antara lain Allisya Protection Plus. Produk ini merupakan kombinasi antara Asuransi Jiwa dan Investasi . Biasanya, di dunia asuransi, jenis asuransi ini sering dikenal dengan nama asuransi dengan unit link.  Uang premi yang disetorkan oleh peserta sebagian akan digunakan Allisya untuk membayar proteksi, sebagian lagi digunakan untuk investasi.

Di Allisya ini, ada 3 pilihan investasi yang dapat diambil oleh pemegang polis yakni Allisya Rupiah Fixed Income Fund dan Allisya Rupiah Balanced Fund. Perbedaannya terletak pada tingkat risikonya. Namun yang pasti, karena berlandaskan syariah, investasi yang dilakukan asuransi Allisya Protection Plus mengacu pada investasi yang dibolehkan Islam, yakni investasi yang tidak mengandung riba, tidak jelas akadnya (gharar), spekulatif, dan merugikan pihak lain. Ataupun investasi pada bisnis-bisnis yang menghasilkan produk yang diharamkan seperti alkohol.

Nah, pertanyaannya, kalau preminya diinvestasikan, manfaaat asuransinya nggak ada dong? Tenang, ada banyak manfaat yang diperoleh oleh peserta Allisya Protection Plus.

  • Accidental Death & Disablement Benefit (ADDB) Syariah yaitu perlindungan terhadap risiko meninggal dunia, cacat tetap total, cacat tetap sebagian akibat dari kecelakaan.
  • Critical Illness (CI Syariah & CI Plus Syariah) yaitu perlindungan terhadap 49 jenis penyakit kritis. Terdapat 2 pilihan sesuai kebutuhan yaitu manfaat dapat dibayarkan tanpa atau akan mengurangi Maslahat Asuransi Polis Dasar.
  • CI 100 Syariah yaitu perlindungan terhadap 100 kondisi penyakit kritis yang komprehensif sampai dengan usia 100 tahun dari kondisi awal (Early Critical Illness) sampai kondisi paling parah (Catastropic CI).
  • Total Permanent Disability (TPD) Syariah yaitu perlindungan terhadap cacat tetap total akibat penyakit atau kecelakaan. Terdapat 2 pilihan sesuai kebutuhan yaitu manfaat dapat dibayarkan tanpa atau akan mengurangi Maslahat Asuransi Polis Dasar.
  • Payor Protection/Spouse Payor Protection Syariah yaitu manfaat yang menawarkan pembebasan konstribusi, jika pemegang Polis/Pasangan Pemegang Polis meninggal dunia.
  • Payor Benefit/Spouse Payor Benefit Syariah yaitu manfaat yang menawarkan pembebasan konstribusi jika Pemegang Polis atau Pasangan Pemegang Polis terdiagnosa salah satu dari 49 jenis penyakit kritis atau cacat tetap total.
  • Flexicare Family Syariah yaitu perlindungan terhadap risiko kesehatan diri dan keluarga bila harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

 

sumber: allianz.co.id

Selain manfaat-manfaat di atas, Allisya Protection Plus juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan yang lain:

  1. Bebas memilih cara pembayaran secara bulanan, kuartalan, semester, atau tahunan.
  2. Manfaat asuransi bila terjadi musibah berupa santunan asuransi plus nilai investasi.
  3. Bebas menentukan masa pembayaran premi.
  4. Dapat menambahkan dana untuk meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan.
  5. Dapat melakukan penarikan dana untuk memenuhi kebutuhan financial atau dalam keadaan darurat.

Nah, setelah lihat manfaat dan proteksi yang akan didapat dari asuransi Allisya Protection Plus ini, masihkah diri kita  ragu memproteksi diri agar terjaga kini, esok, dan nanti?

PS: Sekarang ini, Allisya sedang mengadakan promo Kado Umrah Allianz yakni sebuah program untuk memberikan umrah gratis bagi orang-orang yang inspiratif. Kita bisa berpartisipasi dengan memvote kisah yang paling menarik menurut kita. Yuk, ikutan vote!

5 thoughts on “Allisya Protection Plus: Menjaga Kini, Esok, dan Nanti

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s