Tips Backpackingan ke Iran

DSCF3736.JPG

Sudah baca tulisan saya sebelumnya soal mitos dan fakta yang saya temui selama berada di Iran? Nah, kalau akhirnya tergoda untuk pergi backpacking ke Iran, ini tips-tips yang penting buat diketahui.

1. Bawa uang secukupnya.

Di sini, atm dan kartu kredit (selain yang diterbitkan oleh bank Iran) tidak berlaku. Jadi sebelum berangkat, hitung dengan baik perkiraan pengeluaran termasuk makan dan belanja-belanja. Bawa dolar atau Euro, namun jangan tukarkan sekaligus. Tukarkan secara bertahap di setiap kota agar sisa Riyal di akhir perjalanan tidak terlalu banyak.

Pengeluaran saya selama 10 hari di sana kurang lebih 500 dolar, sudah termasuk makan, namun tidak termasuk tiket pesawat dan penginapan (saya full menumpang di rumah orang).

2. Jangan Tertukar antara Riyal dan Toman

DSCF3453.JPG

Mata uang resmi yang berlaku di Iran adalah Riyal Iran.  Satu riyalnya kurang lebih 0.35 rupiah. Jadi dengan uang 100 dolar atau sekitar 1,4 juta rupiah, bisa mendapatkan uang Riyal sebanyak 4-4,5 juta Riyal. Jadi kayaa…..

Tapi, “mata uang” yang jamak dipakai masyarakat di sana bukan Riyal, tapi Toman.  Ini bukan mata uang saingan yang punya lembaran berbeda dengan riyal. Toman ini hanya cara mereka mempermudah transaksi supaya angka nolnya tidak berderet panjang. Mereka menghilangkan angka nol terakhir, sehingga 1000 Riyal = 100 Toman.

Jadi, kalau mau beli barang atau naik taksi, tanya dulu “ini dalam Riyal atau toman ya”. Jangan sampe seperti saya di hari-hari awal di sini yang sangat riang gembira melihat harga baju murah, ternyata itu dalam Toman saudara-saudara.

3. Booking hostel via Situs Khusus

DSCF2854
Niayesh Boutique Hotel di Shiraz, hotel yang sangat saya rekomendasikan .

Penginapan di sini tergolong mahal jika dibandingkan penginapan di negara-negara lain, kecuali Jepang dan Singapura yaa. Kamar private untuk dua orang di penginapan bintang 3 ataupun di hostel harganya sekitar 35 euro alias 600ribu rupiah. Untuk kamar dorm, harganya sekitar 10-15 euro alias 200 ribuan. Mahal yaaa…

Dan kebanyakan hostel yang “murah meriah” ini tak ada di booking.com ataupun situs buking yang umumnya saya pakai. (BACA JUGA: SITUS PENTING UNTUK TRAVELLING). Ada sih beberapa, tapi jumlahnya tak banyak.

Lalu di mana harus membookingnya? Gunakan situs hostel in Iran ini.  Saya sempat membooking kamar dorm di hotel di Yazd via situs ini dan kemudian membatalkannya ketika saya tiba-tiba tak jadi menginap di Yazd.

Dan karena kartu kredit luar tak bisa dipakai di sini, cara pembayarannya adalah dengan cash. Makanya, sebelum pergi, jangan lupa penginapan ini dimasukkan ke budget ya. Jangan sampai ga ada uang pas mau bayar!

Walaupun di segala hal wanita dan laki-laki dipisah, tapi anehnya dorm di sini seluruhnya adalah mixed dorm.

4. Tukar Uang di Money Changer 

Kami baru tahu ini di hari terakhir dari Mbak Afifah, host kami di Tehran. Katanya, rate money changer lebih tinggi dari bank. Selama ini kami sih tukar di berbagai tempat. Ada di money changer dekat hotel, ada yang di bank, bahkan ada yang di orang. Ya, yang terakhir ini terpaksa karena dua hari bank dan money changer resmi tutup karena ada libur Isra Miraj. Mau tak mau kami menukarnya di salah satu “penukaran uang gelap”.

Oya, sewaktu datang, kami tertipu oleh pengemudi taksi yang menawarkan penukaran uang. Kami sebenarnya ingin menukar di money changer di bandara, namun karena hari sudah gelap (jam 2 malam) dan keliatannya si bapak baik hati, kami naik taksinya dia. Untuk membayarnya, mau tak mau kami menukarkan uang kepadanya. Sebelumnya, kawan saya sudah mengecek rate di internet dan si bapak memberikan rate yang sama dengan di internet. Kami pikir, ya sudahlah, sama ini. Tapi ternyata, rate hari itu jauuh lebih tinggi dibanding di internet. Ya, rate di mbah gugel tak bisa dipercaya rupanya.

5. Makan Satu Porsi Berdua 

DSCF2978
Salah satu makanan yang kami makan di Kate Mas, Shiraz. Nyesel sih beli segini banyak 😀

Makanan di Iran luar biasa besar porsinya. Jadi buat cewek-cewek imut macam saya ini, cukuplah satu porsi berdua. Biasanya sih mereka paham dan ga reseh nanya-nanya.  Bukan hanya menu nasi-kebab yang porsinya melimpah, tapi juga menu fastfood macam burger dan spagetti (di sana mereka menyebutnya makaroni). Ukurannya jumbooo…

Tapi setelah 10 hari di sana, perut saya mulai menyesuaikan diri. Jika di awal selalu minta tambahan piring kosong, di hari-hari akhir saya mintanya, “tambah nasinya satu lagi!”. wkwk…

6. Gak Usah Beli Minum

Air keran di Iran rata-rata sudah layak minum. Banyak juga pengisian air minum di sepanjang jalan, terutama dekat pasar. Jadi, nggak perlu beli air minum selama di sana, cukup bawa botol kosong aja. Selama minum air di sana sih, perut saya baik-baik aja.

7. Bawa cemilan atau souvenir kecil

DSCF4347.JPG
Bareng bocah-bocah SMP di Yazd

Masyarakat Iran mirip dengan masyarakat Indonesia yang ramah banget kalau ketemu orang asing. Apalagi anak-anaknya. Mereka dengan sukarela membagi makanan ke saya.  Sayangnya saya nggak bawa apa-apa buat mereka.

 

Pernah di suatu objek wisata di Yazd, saya ketemuan anak dengan orang tuanya. Mereka mengundang saya makan di rumahnya. Berhubung saya naik taksi dengan batas waktu hanya 3 jam saja, saya ga bisa mampir ke rumah mereka. Sebagai bentuk terima kasih atas undangan mereka, saya memberikan gelang tenun yang saya pakai ke putrinya. Reaksinya sungguh di luar dugaan. Anak SD itu lompat-lompat berteriak kegirangan,  lebih heboh daripada saya kegirangan menang lomba ke UK dulu.

Baca Juga : Cara Membuat Visa Iran

4 thoughts on “Tips Backpackingan ke Iran

    1. rahma

      Nasinya ga berempah seperti di arab. Gurih kayak dipakaiin mentega aja, lalu digabung ama safron.

      Yang agak berempah itu kebabnya, tapi ga terlalu tajem rempahnya kayak di arab atau di turki.

      Kalau side dishnya, kayak salad dll, rasanya aseeeem semua. Sayurannya juga aseem…

  1. Anira

    Mb Rahma salam kenal, ssy Anira. Liat postingan mba rahma di IG jd pgn k iran. Maaf mb mau tanya. Itu mb rahma pergi solo apa ada tmn cowo mb. Maaf y nanya ini, krn ak mau kesana sama tmn cowo tp takut kena masalah dsana.

    1. rahma

      Salam kenal juga Anira,

      Hahaha….pasti gara-gara liat foto makanan di atas ya. Soalnya gara-gara foto itu emang pada mikirnya saya pergi sama temen cowok saya. Itu kebetulan temen traveler Indonesia yang ketemu saya di Iran dan makan bareng.

      Saya kali ini ga solo traveling, perginya dengan teman cewek. *penonton jangan kecewa yaa*

      Untuk pergi berdua teman cowok, saya rasa ga masalah, karena saya liat beberapa traveler pergi dengan teman wanitanya. Tapi saya nggak tau ya soal penginapan boleh nggak kalau kamarnya privat, jadi sebaiknya tanya dulu atau booking kamar dorm aja.

      met jalan-jalan ke Iran

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s