Itenerary ke Eropa (Belanda, Belgia, Perancis, Swiss, Italia)

dscf5993

Sebenarnya, bagi saya, membuat itenerary adalah hal yang menyenangkan. Sambil membuat itenerary saya sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya ada di sana. So much fun! Apalagi kali ini, saya berpergian ke Eropa bersama ibu saya yang usianya sudah di atas 60 tahun. Tak bisa seenak biasanya. Itenerary Eropa mesti saya buat dengan cermat.

Ternyata, membuat itenerary ke Eropa memang susah-susah gampang. Selain karena waktunya cukup lama, saya harus berpindah 5 negara dan beberapa kota. Tiap hal harus dipikirkan di dalam itenerary Eropa saya.

Nah, berikut ini itenerary yang saya buat ketika berkunjung ke Eropa Barat dua tahun silam. Ini itenerary awal banget, dan ternyata itenenerary Eropa ini berubah sesuai kondisi di lapangan, namun bisa dijadikan pegangan awal ketika berpergian ke Eropa.

Feel free to copy..

Day 1

Day 2

  • Menikmati kincir angin di Zaanse Schans . Dapat ditempuh dengan  menggunakan bus 391 dari Amsterdam Central. Baca Menikmati Kincir Angin di Zaanse Schans
  • Volendam + Marken. Naik Bus 110, 118, 112, 373 dari Amsterdam Central. Ke Marken: naik bus 610 dari Volendam.

Day 3

  • Madurodam. Naik kereta dari Amsterdam Central lalu naik bus .
  • Red district
  • Beli oleh-oleh di Bloemenmart dan chinatown.

Day 4

  • Ke Brussel dengan Flixbus.
  • Menginap di Meininger Brussel City Center.
  • Brussel sightseeing (manekin piss, atonium, grandpalace, dsb). Jalan kaki dari hotel.
  • Makan wafel dan cokelat. Its a must. Di sebelah manekin piss ada toko wafel 1 euro yang terkenal banget.

Day 5

  • Menuju Paris dengan Megabus. Saya awalnya akan menuju Paris di hari 4 tanpa menginap di Brussel (sampai Paris malam hari). Namun atas saran dari beberapa rekan tentang kondisi keamanan di Paris, saya menundanya hingga pagi hari.
  • Paris sightseeing part 1 (Louvre Museum). Masuk dari Carousel du Louvre aja, jangan dari Pyramid agar antrian tidak terlalu panjang. Sebaiknya datang pagi agar tidak penuh.
  • Menginap di apartemen Karim and Seloa airbnb.

Day 6

  • Paris sightseeing by tour bous. Saya menggunakan bus tur karena mempertimbangkan kondisi ibu saya. beli dua hari sekaligus agar lebih hemat. Ada dua perusahaan bus tur, yang lebih murah adalah “Paris Sightseeing”. Tiket tour bus bisa dibeli di dalam bus.
  • Bus tour part 1: Siene river cruise, eiffel, arch de triump, camp de ellyses, Notre Dame.

Day 7

  • Bus tour day 2:  Moulin Rouge, dan sisi lain yang belum saya liat.
  • Menuju Lucerne dengan TGV train.
  • Menginap di Wolhusen, pesan via airbnb.

Day 8

  • Menuju Mt Titlis. Train ke Engelberg. Duduklah di sebelah kanan karena pemandangan kanan lebih menarik.
  • Keliling Lucerne dan naik perahu. Gratis karena sudah termasuk ke dalam swiss pass. Swiss pass ini dapt dibeli di tourist pass di stasiun atau kalau masih lama perginya bisa beli online di https://www.swiss-pass.ch/swiss-pass/. Harganya lumayan mahal (tahun 2015 sekitar 200CHF).
  • Sebenarnya ada jenis travel pass yang lain, yakni Tageskarte, tapi ini hanya bisa dibeli oleh orang yang tinggal di Swiss dan jumlahnya terbatas banget. Jadi kalau punya temen di sana, bisa nitip beliin.
  • Update: sekarang ini sudah ada 1-day travelpass. Dulu belum ada sehingga saya mesti beli 3 day pass. 

Day 9

  • Menuju Zurich (ini tidak jadi dilakukan lalu diganti dengan keliling naik kereta Panorama keliling-keliling)
  • Menuju Milan dengan bus.
  • Menginap di Il Girimondo, letaknya persisdi depan Milan Station.

Day 10

  • Menuju Venice dengan bus. Koper dititip di loker di stasiun Milan.
  • Keliling Venice dengan taksi perahu
  • Menginap di Al Vivit. Saran saya, menginaplah di daerah Mastre yang dekat dengan stasiun.

Day 11

  • Kembali ke Milan dengan bus
  • Terbang ke Amsterdam dengan easyjet.
  • Kembali ke Jakarta via KL

Penjelasan tentang penginapan dan bus saya tulis di sini ya: https://jilbabbackpacker.com/2016/06/07/backpacker-murah-ke-eropa/

Advertisements

81 thoughts on “Itenerary ke Eropa (Belanda, Belgia, Perancis, Swiss, Italia)

        1. rahma

          Haloo Mas Aditya,

          22 juta itu per orang. Udah termasuk tiket pesawat (yang saat itu ga promo), transportasi antarnegara, nginep, masuk tempat wisata, makan. Yang ga masuk cuma oleh-oleh.

          Totalnya, seperti yang ada di itenerary, cuma 11 hari.

          Like

      1. joe

        mau tanya ka kalo saya pingin ikutin itenerary kaka budget yang harus di bawa berapa yah atau lengkapnya budget biar bisa survive di sana btw kita berangkat 5 orang

        makasih ka

        Like

  1. Evi

    Mba harga paris sighseeing nya berapa yah? Swiss pass nya harga berapa?mencakup apa aja? Mba gak ada pembahasan detail yg day 8? Kayanya seru.. sy mau nyontek itin nya mba

    Like

    1. rahma

      Hai Mbak Evi,
      Harganya sekitar 38 Euro untuk 48 jam. Yang saya beli yang Paris City Sightseeing ya Mbak, lebih murah dibanding yang Big Bus Tour.

      Swiss Pass-nya saya ambil yang 3 hari. Saya lupa harganya, tapi ini mencakup semua kereta d swiss, ferry, bus. Kalau udah beli, saran saya puas-puasin naiknya, biar ga rugi. Mahal soalnya 😀

      Ulasannya menyusul yaaa…
      Met jalan-jalan Mbak Evi

      Like

  2. Halo mba,

    Saya mau tanya kalo untuk pemesanan transport bus dan kereta bisa dilakukan kapan?
    Saya berencana akan keliling dari rome-venice-mt titlis-paris-brusel-amsterdam. Mau minta saran lebih baik naik apa saja untuk keliling agar lebih hemat? Ditunggu sarannya mba.

    Thank you

    Like

    1. rahma

      Hai Rey,

      3 bulan sebelumnya biasanya tiket kereta dan bus sudah bisa dibeli. Dan kalau jauh-jauh hari, harganya lebih murah.

      Kalau mau hemat, bisa naik bus atau kereta. Dan saya lebih suka kedua cara ini karena ga perlu pergi ke bandara (yang biasanya ada di luar kota). Kalau bus dan kereta adanya di tengah kota, jadi ga susah nyari transportnya. Tapi ya, bus dan kereta ga secepat pesawat.

      Kalau bus, coba pakai flixbuss. Mereka punya pass senilai 99 Euro, bisa dipakai buat 5 destinasi.

      Met jalan-jalan

      Like

  3. Pingback: Backpacker ke Eropa: Penginapan dan Transportasi  – Jilbab Backpacker

  4. Hi mba,,, nanya dong,, kl berjilbab di imigrasi di negara visa schengen gak ribet yaa mba untuk tahun skrg? Ada rencana mau nyusul suami dinas. Suami udah berangkat lebih dulu. Saya bawa baby usia 11 bulan. Dulu foto di paspor masih belum berjilbab sekarang alhamdulilah sudah berjilbab. Cuma kmrn baca ada wni yang dipaksa buka jilbab di milan malpensa kl gak salah. Proses ya lama, smp ribut2 gitu liat videonya. Rada was2 juga krn beda foto, sdgkan paspor jg masih panjang berlakunya kl mau apply lg, blm lagi bawa anak bayi berangkatnya cuma berdua doang. Mohon pencerahan ya mba 🙏☺️

    Like

    1. rahma

      Alhamdulillah mbak, selama ini nggak pernah ada masalah. Saya pernah lewat malpensa satu kali dan hanya diperiksa x scanner seperti biasa.

      Di Belanda kepala saya discan dan diperiksa petugas wanita (dipegang2) tanpa buka jilbab, tapi sblmnya dia minta maaf dan minta persetujuan saya dulu.

      Emang bener sih, diskriminasi buat yang berjilbab sering terjadi. Gimana lagi, tapi saya sih bismillah aja deh.

      Like

  5. Kartika Putri

    Halo Kak Rahma.. salam kenal ya kak.. Namaku Putri, aku suka bgt baca blog kakak ^^
    Butuh pencerahan nih kak, aku rencana desember 2017 inshaa Allah mau ngajak org tua keliling eropa dimulai dari Amsterdam, nah cuma kebetulan org tuaku gak lancar bahasa inggris.. Kira kira bahasa disana gimana ya kak? kalau kita tanya pakai bahasa inggris apakah orang orang disana akan mau jawab? apalagi aku dan mama pakai kerudung takutnya mereka jadi males buat jawabnya 😦 terima kasih banyak ya kak 😀

    Like

    1. rahma

      Halo Putri, makasih uda mampir di blogku.
      Rata2 org Eropa bisa bahasa Inggris, jadi jgn khawatir soal komunikasi. Mereka juga ramah kok, dan mau ditanya2in. Aku dan mamaku juga pake jilbab, dan alhamdulillah banyak yg nolongin pas kesasar.

      Met jalan2 ya

      Like

    1. rahma

      Aku dulu dari Malpensa, karena Ryan Air dan Easy Jet adanya di sana. Ke Malpensa bisa naik bus dan kereta dari Milan Central Stasiun. Gampang. Kebanyakan penerbangan, ada di Malpensa ini.

      Kalau bandara yang satu lagi (Linate), umumnya cuma untuk maskapai Alitalia (maskapainya Italia). Bandara ini sebenernya lebih deket ke kota, dan bisa naik kereta juga. Jadi buat saya sih ga masalah bandara yang mana aja.

      Like

  6. Princess Amanda

    Masya Allah Ittenarynya kereen Sista…Very inspiring , tq so much 🙂

    Insya Allah aku juga akan ke Eropa Awal Tahun 2018, Mei kmrn baru kembali dari Turkey..

    Insya Allah september ini akan ke India dulu, mau ke Delhi, Agra dan khasmir

    Yang mau bareng ke India, yuk bareng

    bs hub aku di whatsapp : +6285973017059

    Like

  7. Wibi

    Hi rahma mau tanya kalau dr Amsterdam ke brussel stasiun Bus nama apa dan untuk tiket bisa on the Spot ( ada lloket karcis? ) atau beli sebelumnya via online?
    Terima kasih,

    Like

    1. rahma

      Karena saya pake flixbus, nama stasiunnya Amsterdam Sloterdjik Bus Station. untuk flixbus, belinya selalu online karena dia ga melayani pembelian on the spot. Dan emang sebaiknya onnline biar pasti dapat tempat duduknya.

      Like

  8. Jennifer

    Hai Mbak Rahma,

    saya sangat ter-inspirasi membaca blogged mbak 🙂

    Oktober 2017 saya akan ke Eropa, tiba di Paris tgl 19Oct, dan balik via Milan tanggal 29Oct.

    Untuk semua transportasi antar negara saya rencananya menggunakan train. Apakah lebih bagus apabila saya membeli tiket train sendiri-sendiri (kalo iya, mohon pencerahan dapat saya cek di website apa) ataukah saya langsung membeli Global Pass Euro ???

    Makasih Mbak 🙂

    Like

    1. Halo mbak. Bisa dilihat di situs rome2rio atau goeuro untuk melihat harga tiket. Nanti bandingin aja ama euro pass, mahalan mana.

      Europass itu baru akan sangat bermanfaat kalau sering pindah kota, pindah negara. Soalnya harganya lmyn mahal ;))

      Like

  9. Pingback: backpacker ke eropa | Site Title

  10. idq

    Halo mba, mau tanya dong
    kalo visa schengen nya dibikin dari kedubes belanda,
    berarti tiket pp pesawat harus dari negara yg sama kah? (brti belanda kalo visanya bikin disitu)?

    Like

    1. rahma

      Hai mbak,
      Bisa mendaratnya di belanda, bisa juga nggak, asal waktu tinggal paling lama di belanda. Misalnya mau keliling eropa total 10 hari. Di belanda 4 hari, pernacis 3 hari, jerman 3 hari. Belanda harus paling lama dibanding yg lain

      Like

    1. rahma

      Nggak, karena aku tinggalnya cuma 1.5 hari dan tinggalnya deket dengan pusat kota. Jadi kemana2 tinggal jalan kaki, kecuali ke atonium aja yg naik kereta

      Like

  11. Anonymous

    mba. untuk yg Paris sightseeing by tour bus itu berati cuma jalan di dalem bus kita liat tempatnya dari dalem bus lwat doang? atau kita stop di tiap lokasi yg emang kunjunganya singkat?

    dan bisa dibeli dimana ya paris sightseeing tour tsb?

    thanks infonya 🙂

    Like

  12. Riri

    Hi mba.. blog nya menarik sekali.. thn ini aku berniat ke swiss dan ke mt tittlis.. transport swiss-pass nya apakah sdh include utk perjalanan ke mt tittlis? Beli dmn kah mba? Kalau online boleh share link pls.. terima kasih mbaa🙏🏻😊

    Like

  13. Mau tanya dong kak, kalau di swiss itu gampang ga nemuin view indah sering liat kayak di Instagram rumah di atas bukit hijau gitu? Itu view pas lewat naik kereta atau memang bisa jalan ke sana?

    Like

        1. rahma

          Aku sih ga mampir desanya, tapi sempet ketemu traveler yang turun di stasiun-stasiun. Kayaknya dia gugling nama desa-desanya. Iya, kalau liat di google cuma keluar kota-kota besar.

          Liked by 1 person

  14. Pingback: Backpacking ke Hallstatt, The Most Beautiful Village in Austria – Jilbab Backpacker

  15. linda

    Hi kak,
    Kak Rahma kan bareng pergi sama mama, utk surat sponsornya gimana kak? soalnya saya rencana juga mau pergi sama mama. Yang saya bingung masalah surat sponsornya. Terus kalau biaya mama ditanggung saya kira2 tabungan harus berapa ya kak supaya meyakinkan? dua kali lipat biaya syarat minimal per org? thank you so much kak

    Like

    1. rahma

      Hai Linda,
      Surat sponsor (referensi) cuma dari tempat kerjaku aja. Mamaku kan udah ga usia produktif, jadi ga perlu pake surat refernsi. Untuk tabungan, iya, dua kali lipat biaya minimal plus tambahin lagi deh beberapa juta supaya meyakinkan.

      Kemaren sih aku di tabungan sekitar 50 juta, pinjem sebenernya wkwk, Tapi dicari cara biar masuknya bertahap dari 4 bulan sebelumnya. Karena kalau ada uang dadakan malah dicurigai.

      Btw, katanya kalau sama orang tua akan dipermudah karena kemungkinan kabur lebih kecil.

      Like

      1. Linda

        Hi kak mau tanya lagi,ada tips utk jalan jalan ke Eropa sama lansia dari pengalaman kak Rahma? Mamaku usianya juga lebih dari 60th. Thanks again.

        Like

        1. rahma

          Hai Linda,
          Sesuaiin aja itenerarynya ama kemampuan mamanya, karena beda2 setiap orangtua. Mamaku alhamdulillah masih kuat banget, jadi ga masalah diajak jalan jauh. Kalau mamanya udah ga kuat, bisa bawa2 kussi roda lipat atau tongkat yg sekalian bangku itu.

          Walau begitu, aku bikin itenerarynya slow bgt, artinya dalam satu hari cuma ada bbrp objek wisata yang didatengin, ga ngoyo sampe malam mesti jalan. Kalau dia masih kuat, baru lanjut ke objek wisata lainnya. Kalau dia bisa ditinggal di hotel malamnya, aku jalan sendirian di deket hotel.

          Lalu aku ga ambil bus malam, karena dia butuh istrahat cukup. Di bus kan ga bisa istirahat dgn bener.

          Like

          1. Linda

            Hi kak Rahma
            Saya sudah baca baca kalau di Eropa air kran nya layak untuk dikonsumsi. Saya mau tanya apakah Kak Rahma langsung mengkonsumsi air tersebut atau direbus terlebih dahulu? Atau kak Rahma membeli air mineral? Thanks you so much kak

            Like

          2. rahma

            Aku langsung telen aja mbak Lindaa….hehehe. Tapi kalau mamahku ngerebus dulu, rada ga percaya dia. Kalau aku, karena dulu pas masih kuliah di teknik UI ada mesin pemurnian air, jadi kayaknya perutnya udah biasa yaa….

            Aku ga pernah beli air mineral kalau ga terpaksa. Selalu isi ulang atau bawa dari rumah.

            Like

          3. Linda

            Hi kak Rahma
            Cuma mau berbagi info. Kalau ke Eropa sebisa mungkin hindari tegel airport Berlin. Security check utk bagian low cost airline ga nyaman banget apalagi yg bawa lansia atau anak2. Gada AC terus pegawainya jutek2. Mama saya dicurigai gitu kak. Discan sampai bawah2 sepatu. Terus diambil sampel dari tas kami. Kapok deh lewat bandara tegel. Karena waktu itu rute dari Berlin ke rome jadi lebih nyaman kalau pake pesawat. Karena kalau pake kereta butuh waktu lama. Waktu itu kami pakai Eurowings (subsidiary nya Lufthansa). Karena cuaca buruk maka semua penerbangan dibatalkan Kak Rahma. Tapi ada hikmahnya juga karena kami dapat gantinya pake Lufthansa 😉.

            Like

          4. Linda

            Hi kak, security guard nya pakai semacam strip kecil kertas yg sudah dioles etanol (maybe begitu saya ga begitu jelas, tp dr baunya sih etanol). Trus diswap 1 x ke tas bawaan kami mbak. Padahal waktu di perjalanan tidak ada masalah pas lewat Changi airport, Charles de Gaulle airport, Fiumicino airport. Cuma di Berlin saja yg aneh.

            Like

  16. Ava

    Hai mba rahma,seneng bgt baca blog km sedikit2 aku jd ngerti tentang eropa..aku mau nanya tolong bantuan nya ya 😊
    Tahun depan suami aku kan ada hadiah liburan dari kantor ke mini europe yah,aku rencana mau nyusul kesana,kalau aku ikut paket tur kan agak susah ya buat nyamain iti nya sm iti suami aku,gimana caranya aku mau nyusul dan aku bs ngintilin suami aku disana.hahhaha biar bs liburan bareng lah 😁.cuma aku bingung kalo sendirian kesana ya aku ga bs bhs inggris.dan takut nyasar pula.
    Pertanyaan aku.kalau bikin bisa 1 bulan sebelum keberangkatan bisa ga ya? Soalnya aku kan harus pastiin dlu tanggal berapanya suami aku berangkat..
    Kalau menurut km baiknya gimana ya? Aku perlu masukan nya nih.makasih sebelumnya

    Like

    1. rahma

      Hai mbak, visa sebaiknya 1.5-2 bulan aja mbak sebelum berangkat karena talutnya susah bikin appointment di vfsnya. Kalau musim liburan, slot appointmentnya suka penuh dua bulan ke depan. Kecuali pake agen ya, karena mereka punya kuota khusus, gpp sebulan sebelumnya.

      Soal iten, aku pernah ketemu kasus yang mirip. Di paris ketemu sama ibu2 juga yang ikut suaminya seminar. Jadi pas suami seminar dia jalan2 sendiri. Biar ga nyasar, dia pake bus tur (sightseeing bus/hop on hop off bus). Hampir setiap kota di eropa punya ini, jadi lebih gampang.

      Alternatif lainnya, kalau ga berani jalan sendirian, ikut city tour aja mbak. Kalau gugling, pasti ada yang nawarin city tour. Cuma harganya mahal dan ada minimum pesertanya 🙄🙄.

      Kalau takut susah komunikasinya, jgn khawatiflr. Bisa pake google translate. Tapi mesti sedia internet dari Indonesia. Skrg sih banyak yg nyewain wifi dari indonesia. Jadi di sana tinggal nyalain, langsung connect.

      Like

      1. Ava

        Kalau misal nya bayar tur guide disana mahal ga sih? Aku ada liat bnyak orang2 indo yg buka jasa tur guide disana.km pernah ketemu ga? Dan biasanya bayar berapa ya? Btw makasih infonya ya..
        Jd semangat buat kesana

        Like

          1. Ava

            Maaf ya rahma aku banyak tanya,karna km satu2 nya blogger yg welcome mau jawab pertanyaan2 aku 😬.kalau misal aku bikin visa di bulan maret trs di tiket dan booking nya aku pergi bulan april.tp trnyata setelah visa approve aku berangkat nya di bulan mei bs ga? Jd tiket dan hotel yg aku pesen itu aku batal2in.aku perginya di bulan mei.dan aku kan irt ya .berarti pakai srt penjamin dr kantir suami dan rek suami ya? Kalao saldo min 25juta bisa ga ?

            Like

          2. rahma

            Gpp mbak, seneng bisa bantu. Aku juga kalau mau jalan2 byk nanya ke orang.

            Bisa aja berangkatnya Mei, tapi jgn lupa liat masa berlaku visa, mbak. (Di visanya tertulis valid until).

            Karena ada kedutaan yang ngasih masa berlaku visa sesuai dengan tiket awal (pas pengajuan visa). Misalnya mbak ngajuin berangkat dari 15-30 april, ya mereka kasih validasi visa di tanggal itu aja. Artinya kalau mbak pergi di luar tanggal itu, visanya ga berlaku. Ada juga yang ngasihnya lama, misalnya 3 bulan. Jadi mbak bisa masuk ke eropa selama masih dalam 3 bulan itu.

            Berapa lama dikasih visanya tergantung record perjalanan, makin banyak stempel yang ada di paspor biasanya makin panjabg dikasih masa validasi visanya. Dan tergantung jg kedutaan yg ngasih. Biasanya belanda dan prancis yang ngasihnya lmyn, 3-6 bulan. Spanyol dan negara negara scandivia agak pelit.

            Like

          3. rahma

            Btw, mbak Ava berangkat ke negara mana rencananya karena tiap negara syarat min saldo rekening beda2. Tapi umumnya sekitar 30 euro per hari. Jadi kalau 15 hari = 30 x 15 =450 euro. Ada yang bilang, ditambahin lagi sekitar 5-10 juta dr syarat minimal.

            Karena nbak berdua di sana nantinya, itungannya sepertinya mesti dikali dua

            Like

          4. Ava

            Oia.km punya peta jalur transportasi eropa ga? Yg mirip kaya mrt nya sg.kan mudah di bacanya 😁. Kaya jalur kereta.misal kalo mau k menara eiffle naik kereta itu dr stasiun apa dan turun di stasiun mana
            Atau terminal2 bus nya apa aja jalurnya gimana dan bus nomor berapa.ada ga rahma?

            Like

  17. Ava

    Aku kan bikin visa nya sendiri,kalo suami dari kantor yg ngurusin dia cm terima beres biasanya tinggal dsuruh dateng biometri aja.kalo di pass aku cap nya br ke SG aja,tapi kalo suami udah oernh keliling spanyol dan asia ,kalo kaya gt tetep 2x rek saldonya.karna rencana aku cm 9 harian aja disana.

    Like

    1. rahma

      Halo pak, ini mksdny paris sightseeing yang naik bus ya? Itu saya pake bus tur. Harganya sekarang bisa bapak cek di http://www.citysightseeing-paris.fr/en. Di situ juga ada rute dan di mana bisa naik.

      Kalau yg hari pertama, saya mksdnya sightseeing (liat-liat) Paris sendiri, ga ikutan bus tur. Jadi pas abis sampe Paris (siang), sorenya baru jalan-jalan sendiri.

      Like

  18. Zara

    Salaam Adik Rahma

    I read your blog with great interest. Salam perkenalan dari Ibu Zara.
    We are thinking of Paris as part of our Ireland backpacking.
    Kindly advise the name of the apartment at AirBnB ny Solea and Karim.

    Thank you.
    Ibu Zara

    Like

      1. Zara

        Terima kasih ya, Adik Rahma.
        What recommendation would you suggest for lodging in similar area?
        Ibu mahu bisa memasak semasa di sana.

        Terima kasih sekali lagi

        Like

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s