Berburu Mango Sticky Rice

Dari perut turun ke hati. Itu kata orang. Ya, gara-gara cocok di perut, saya jadi jatuh hati pada khao nieo mamuang, alias mango sticky rice.

Saya jatuh cinta pada makanan ini sejak pertama kali mencicipinya di Khaosan Road, sebuah kawasan backpacker di tengah Kota Bangkok, Thailand. Sejak saat itu, makanan inilah yang ketika ke Thailand, dan bahkan saya buru juga di Jakarta.

khaosan-bangkok-mango-sticky-rice-cart
sumber: http://www.buildmybento.wordpress.com

Mango Sticky Rice sendiri sebenarnya adalah street food alias jajanan jalanan di Thailand. Saya pun melihatnya dan mencicipinya pertama kali di gerobak kaki lima, di pinggir jalan di Khaosan Road. Karena disukai, makanan yang tergolong dessert ini pun diangkat derajatnya dan masuk ke restoran, mulai dari restoran murah hingga restoran berbintang.

Apa sebenarnya si makanan yang di Thailand dikenal dengan nama khao nieo mamuang ini? Ya, sesuai namanya, makanan ini terdiri dari mango alias mangga dan sticky rice alias ketan. Ya, ketan yang dipadukan dengan irisan mangga, lalu disiram dengan kuah santan kelapa yang kental.

Lalu di mana istimewanya? Bagi saya, rasa gurih dari ketan dan santan kelapa berpadu dengan rasa manis dari mangga itu unik. Kontras namun pas. Apalagi jika dimakan saat si ketan masih dalam keadaan panas. Dijamin bakal ketagihan!

Di Jakarta, hampir semua restoran menyediakan menu ini. Sebut saja Jitlada, Thai Alley, Thamnak Thai, atau Tom Tom, pasti punya menu ini. Saya pernah mencoba beberapa di antaranya.

Di Tom Tom, manggo sticky rice-nya porsinya nendang. Ketannya tak selembut di Jitlada atau Thai Alley, dan kuah santannya tak terlalu manis. Cocok buat yang sukanya sesuatu yang gurih.

Mango sticky rice di Tomtom. Harga Rp48.000

Sementara, mango sticky rice di Jitlada porsinya lebih kecil. Pas untuk saya. Ketannya tak terlalu banyak, begitupun dengan mangganya. Rasa pandan membuat sticky rice jadi lebih gurih, sementara santannya rasanya agak manis. Kekurangannya, harganya mahal untuk porsi segitu….buat saya ya..

Manggo sticky rice di Jitlada. Harganya Rp45.000.

Akhir-akhir ini, makanan ini booming di Jakarta. Para ibu membuatnya, agen-agen online penjual mango sticky rice pun bermunculan di instagram dan FB. Saya belum pernah coba sih, pasti akan saya coba setelah ini.

Tapi bagi saya, yang paling enak tetap yang di tempat aslinya alias di Bangkok. Mungkin karena mangganya berbeda ya? Di sini, mangga yang digunakan umumnya mangga harum manis yang benar-benar manis, matang, serta agak lembek, sementara yang saya cicipi di sana mangganya manis namun tidak lembek dan terlalu matang seperti di sini.

Jadi pengen ke Bangkok lagi…

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s