(Review) Berry Glee Hotel Kuta, Bagaikan Menginap di “Buku” Dongeng

jalan-jalan 2

Pernah membaca buku “100 Cerita Dongeng Disney Pengantar Tidur”? Di buku favorit keponakan saya itu ada bermacam-macam cerita dengan berbagai karakter. Di hotel ini, saya merasa seperti berada di buku dongeng itu.

Saat memilih penginapan di Bali setelah tugas liputan saya kelar, saya bingung. Penginapan baru bertebaran, harganya pun bermacam-macam. Akhirnya saya memilih Berry Glee Hotel. Alasannya sederhana banget, saya tertarik dengan iklan mereka di Facebook. Di iklan itu ada gambar kamar berwarna pink dengan tenda kecil di sana.

Begitu sampai, saya langsung jatuh cinta dengan hotel ini karena interiornya yang sangat playful. Dari luar saja, sudah terlihat percikan warna-warna di sana. Lobi yang terbuka langsung menyambut saya. Ada kursi-kursi berdesain modern , yang membuat saya bertekad harus duduk-duduk berlama-lama di sana. Sambil menunggu proses check in, saya mengintip ke dalam. Wow, ada kolam renang besar di sana. Di kirinya ada restoran, dengan desain yang tak kalah playfull-nya. Sayangnya, sampai pulang, saya tak mencoba kolam renang ini. Terlalu terbuka bagi saya, karena kelihatan dari lobi dan ruang makan.

P_20160130_071142_LL
kolam renangnya yang cihuy.

Saya menempati kamar standar. Woow..I like this room. Benar-benar suka. Kamarnya juga playful, dengan interior modern bernuansa sedikit outerspace.  Entah kenapa, saya kok merasa di dalam film star trek ketika ada di sini. Mungkin karena lengkung-lengkung yang mendominasi plafon dan furnitur di sini.

Begitu masuk, mata saya langsung tertambat pada wallpaper besar di belakang tempat tidur bergambar  orang yang sedang rafting. Lampu panjang menjuntai di sisi kiri tempat tidur, mengingatkan saya pada desain-desain kafe yang sedang in sekarang ini.

jalan-jalan 8

——

Penasaran dengan desainnya yang oke, saya minta bertemu dengan Mbak Alit, manajer hotel ini. Dia mengajak saya ngobrol, lalu saya diajak berkeliling hotel. Asiik…

Menurut Mbak Alit, semua kamar di sini memiliki desain berbeda sehingga konsumen tak akan mendapatkan kamar yang sama persis. Kamar standar saja, yang jumlahnya 99 buah, dibuat dengan tema yang berbeda-beda. Sang desainer menggunakan wallpaper besar dengan gambar, di belakang tempat tidur. Wallpaper inilah yang berperan menciptakan tema di setiap kamar. Untuk kamar bertema musik, wallpaper-nya bergambar alat musik lengkap dengan terompetnya, kamar tema rafting bergambar para rafter berarung jeram di sungai berarus deras.

Setelah berkeling kamar standar, saya diajak Mbak Alit mengintip kamar tematis. Yang pertama saya datangi adalah kamar bertema Wonderland. Ya, kamar inilah yang saya lihat di iklan mereka, kamar pink bertenda. Kamarnya Alice in Wonderland.

Saya berkeliling kamar ini. Furniturnya dibuat ala shabby chic yang manis, dengan dominasi warna putih. Ada tenda kecil dan karpet rumput sintetis di sini. Rasanya saya langsung pingin buka bekal dan piknik di sini. Sayangnya, saya tak bisa menginap di kamar ini, soalnya harganya lumayan mahal…..buat saya :D.

wonderland
ini dia kamar bertema Wonderland
jalan-jalan 5
ini yang temanya movie

Kamar lainnya yang cukup menarik buat saya adalah kamar bertema movie. Di sini, sang desainer meletakkan furnitur bergaya vintage dengan poster besar ala Marlyn Manroe. Yang menarik, langit-langit tak dibiarkan polos begitu saja. Lagi-lagi ada permainan bentuk dan warna di sana.

Sebenarnya, ada beberapa kamar lagi yang interiornya sangat menarik seperti kamar bertema basket ball. Sayangnya, kamar tersebut terisi dan saya tak bisa mengintip ke dalamnya.

Gara-gara keliling dan mendapatkan berbagai tema di hotel ini, saya merasa bagai di buku dongeng. Pindah dari satu kamar ke kamar lain, dari satu cerita ke cerita lain.

——

Di balik kelebihannya, bagi saya, kekurangan hotel ini cuma satu. Jaraknya tak terlalu dekat dengan pantai.  Ya, saya masih harus berjalan sekitar 20 menit untuk sampai di pinggir pantai sana. Hotel ini memang tampaknya tak cocok buat orang yang ingin berjalan kaki seperti saya, lebih pas untuk traveler yang membawa kendaraan atau punya motor sewaan. Mereka memang menyediakan shuttle gratis ke Pantai Kuta dan sekitarnya, tapi hanya ada di jam-jam tertentu saja, yang kadang tak pas dengan jam saya. Akhirnya, saya menggunakan gojek untuk transportasi utama saya. Masih murah sih…

Berry Glee Hotel. Jl. Raya Kuta No.139, Kuta, Badung Regency, Bali

2 thoughts on “(Review) Berry Glee Hotel Kuta, Bagaikan Menginap di “Buku” Dongeng

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s