(Review) Makanan di Airasia 

Saya bukan orang yang sering membeli makanan di dalam pesawat low cost carrier macam Airasia. Selain karena harganya mahal, porsinya kecil. Tak nendang di perut karet saya yang gampang lapar ini. Saya hanya sempat membeli dua kali menu andalan mereka: nasi lemak Pak Nasser. Itupun karena saya teramat lapar dan penerbangan yang saya tempuh cukup jauh.

Namun di penerbangan terakhir saya dari Jakarta-KL-Aceh dan sebaliknya, saya membeli 5 makanan Airasia. Ya, lima! Bukan karena saya lapar, tapi saya memanfaatkan sisa credit shell saya yang tak cukup kalau dibelikan tiket. Credit shell ini saya dapatkan dari hasil refund tiket saya sebelumnya yang tak jadi saya gunakan. Daripada tak terpakai, credit shell ini saya gunakan untuk beli makanan. Lumayan, saya tak perlu beli makanan lagi saat transit di KLIA 2.

Ini beberapa makanan Airasia yang saya coba. Semuanya saya beli online, jadi harganya lebih murah dibanding beli langsung di TKP.

Ginger Fried Rice

Ini favorit saya. Saya beli ini awalnya karena ada bau-bau “nasi goreng” di namanya. Sebagai penggemar nasi goreng, sudah pasti ini jadi pilihan saya. Nasi gorengnya enak, cukup berempah. Saya pikir di awal, karena ini ada embel-embel “jahe”, rasa jahe akan kuat terasa. Mirip makan bajigur, dong. Ternyata enggak tuh. Jahenya samar terasanya.

Yang paling saya suka adalah vegetarian drumstick chicken. Ini versi bohongan dari ayam, terbuat dari campuran kacang kedelai dan saus oyster. Enak..

Kurangnya cuma satu, karena panas, nasinya ada yang berkerak, terutama di pinggir-pinggir. Tapi overall, ini saya rekomendasikan. Banget.

P_20160817_091123

P_20160817_091419
Ini drumstic vegetariannya. Yummy..

Lemang plus Rendang

Saya doyan lemang, masakan khas melayu yang mirip dengan ketupat tapi terbuat dari ketan dan santan. Ketika saya memesan ini, saya tak berharap banyak. Paling rasa lemangnya hambar, pikir saya. Tapi ternyata enggak! Lemangnya enak, lembut dan gurih. Pas rasanya. Rendangnya empuk. Saya tak tahu seharusnya rendang jodohnya lemang harus seperti apa. Tapi kalau buat saya, rendang Airasia ini terlalu pedas, kurang manis sedikit, dan kurang kering. Pasnya kayak rendang padang yang agak hitam itu, lho…

P_20160813_135736

Sheperd’s Pie

Gambar makanan ini di web Airasia sangat menggoda mata saya sehingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli makanan ini.

Karena ternyata di atas pesawat saya sudah kenyang makan Ginger Fried Rice (ya…ya…saya beli dua makanan), saya simpan ini dan makan saat transit di KL. Rasanya enak. Pienya terbuat dari kentang halus yang diberi cincangan daging di dalamnya. Dagingnya banyak, dan terasa bumbunya. Kurangnya (lagi-lagi), makanan ini tak dilengkapi saus. Padahal kalau ada sausnya, lengkap lah rasanya.

P_20160817_125935

Nasi Minyak

Saya tergiur karena dulu katanya yang membuat resep nasi minyak ala Airasia adalah chef terkenal yang seksi, Farah Quin. Selain itu, saya memang belum pernah mencoba nasi dari Palembang ini.

Nasinya lumayan enak, bumbu dan minyak saminnya terasa kuat. Mirip nasi kebuli kata saya. Sayangnya, porsinya amaat sedikit. Bahkan saya harus merogoh-rogoh, mencari tahu apa masih ada sisa nasi di bawah wadah daging.

Dagingnya, yang ternyata namanya beef malbi alias malbi sapi, terlalu manis buat saya. Ini memang semur versi Palembang, yang sejatinya rasanya manis. Namun saya lebih suka kalau si semur ini rasa manisnya dikurangi sediikit saja.

Yang paling saya suka adalah bokcoy-nya. Digulung sehingga bisa langsung dilahap. Tidak terlalu matang, juga tidak terlalu mentah. Pas lah…

P_20160813_071440

Panini Sandwich

Saya beli ini karena setelah membeli 4 makanan, credit shell saya hanya tersisa 11 RM, dan artinya hanya cukup buat membeli satu sandwich. Rasanya ternyata hambar, daging ayam di dalamnya juga tak ada rasanya. Ditambah lagi, ketika disajikan, ia rada dingin. Enaknya, sandwich ini dimakan hangat dan ditambah saus!

P_20160813_110002

Kesimpulannya, saya suka dengan rasa makanan di Airasia, pas dengan lidah saya. Menurut saya, makanannya jauh lebih enak ketimbang Qatar Airways. Kalian pernah coba makanan yg mana?

—–

Note: semua gambar (kecuali gambar Shepered Pie) diambil dengan menggunakan Asus Zenfone Max. Handphone ini punya kapasitas baterai 5000mA, yang bisa tahan 2 hari tanpa harus dicharge!

11 thoughts on “(Review) Makanan di Airasia 

  1. Ryan

    Aku juga sering beli makanan di Airasia. Aku ga tahan godaan baunya semerbak di kabin pesawat. Tapi ya itu porsinya keciiik kali, masa mesti beli dua. Malulah awak!

      1. rahma

        Dulu mesennya itu, sekarang lebih suka nasi ginger fried rice. Kalau ada menu baru, mungkin bisa bergeser nih kedudukan si nasi goreng.

    1. rahma

      Halo Mbak,

      pas di pembayaran, tinggal klik pilihan credit shellnya aja. Mgkn kalau ga muncul, masa berlaku credit shell-nya udah abis..

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s