Backpacker ke Eropa: Keliling Amsterdam Naik Tram

Amsterdam jadi tujuan pertama saya ketika backpacker ke Eropa karena visa dari Belanda tergolong mudah didapatkan dibanding visa dari negara Eropa lainnya. Proses imigrasinya pun tak susah. Mama sampai sujud syukur karenanya. 

“Mama mesti sujud syukur nih”, tukas Mama saya begitu lewat proses imigrasi Bandara Schipol Amsterdam. Lebay sih, bagi saya. Tapi baginya, itu perwujudan kelegaan karena rendang, ikan teri, dan berbagai macam makanan bawaannya lolos begitu saja. Padahal sebelumnya, kakak saya yang bolak balik ke Belanda sudah mewanti-wanti untuk membungkus makanan dengan aluminium foil agar tak terdeteksi cukai. Ya, imigrasi dan cukai Belanda tidak seseram yang saya kira, mereka tak menayakan berbagai macam hal. Bahkan, selepas imigrasi tak ada pemeriksaan x-ray lagi. Lebih ketat imigrasi Singapura, Australia, bahkan imigrasi India 😀 (baca: Di Bandara India, Saya Mesti Buka Payung!).

DSCF5921
salah satu sudut Bandara Schipol. Ke tengah kota bisa langsung naik kereta dari sini.

Senyum kelegaan Mama hilang begitu keluar dari stasiun kereta yang akan menuju hotel. Hujan lebat plus angin kencang langsung menyambut kami. Dingin luar biasa. Saat itu suhu Amsterdam memang mencapai 10 derajat, turun 5 derajat dibanding yang saya baca di internet sebelumnya.

Hotel West Inn Amsterdam yang kami inapi terletak agak jauh dari stasiun kereta, kami mesti naik tram lanjutan dari stasiun kereta. Karena hujan tak berhenti, akhirnya saya memutuskan untuk naik taksi menuju hotel. Mama masih kedinginan, tapi saya malah tersenyum senang sebab penjaga dan staf hotel di sana bukan main gantengnya. Sepertinya rata-rata pegawai di sini campuran antara Eropa dan Timur Tengah. Mata terasa segaaar….

DSCF5927
Area tengah hotel West Inn Amsterdam

Sore hari, saya langsung mengajak Mama dan Tante saya berkeliling. Tak ada tujuan, karena sudah hampir malam dan mereka tampak lelah; saya hanya membawa mereka keliling naik tram melihat kota. Keliling kota Amsterdam memang enaknya naik tram, karena mereka berdua tak bisa naik sepeda. Tiket satu hari (berlaku 24 jam dari pertama beli) harganya 7 Euro, dan saya bisa naik turun sepuasnya. Tiket dapat dibeli di atas tram, akan ada petugas di dalam kotak  kaca yang akan memberikan tiket. Mereka rata-rata ramah, mau ditanyai macam-macam. Lagipula, tiket ini berlaku 24 jam, jadi kalau membeli jam 7 malam, tiket ini bisa dipakai hingga jam 7 malam keesokan harinya.

dscf6215

Ada banyak line tram di Amsterdam ini, namun rute paling sering saya naiki, dan paling populer adalah line 1,2 dan 5 karena bermuara di Central Station dan melewati banyak atraksi wisata dan museum. Namun hampir semua tujuan wisata di Amsterdam dapat dicapai dengan menggunakan tram. (Baca: Apa yang harus dilakukan di Amsterdam)

Peta dan harga tiket tram dapat dilihat di situs ini: i amsterdam

West Side Inn Amsterdam.                                                                                                                   Voorburgstraat 250, 1059 VD Amsterdam, +31 85 27 33 568                 http://www.westsideinn.nl/en/

 

9 thoughts on “Backpacker ke Eropa: Keliling Amsterdam Naik Tram

  1. Ian

    Siang mba, rencananya saya akan berpergian ke thailand ke phi phi island,
    mw nannya nih thailand itu negara rasis ga ya mba ? soalnya saya mw bawa istri dan memakai jilbab, takutnya gmn2 gt,,,, makasih sebelumnya mba

    salam traveler

    1. Princess Amanda

      Halo mas.. Sdh jd kah ke Thailand ? Thailand itu good people and gak rasis krn sy kesana bahkan pake cadar dan semuanya oke.. 🙂

  2. rahma

    Halo Ian,
    Saya belum pernah ke Phi-Phi Island, tapi Thailand umumnya sih enggak rasis. Mereka welkom terhadap siapa aja, termasuk muslim. Di Bangkok banyak makanan halal dan masjid. Bgeitu juga di kota lain.

    Sayangnya saya belum pernah ke Phuket, jadi enggak tahu banyak makanan halal atau enggak di sana. Tapi soal keamanan buat yang berjilbab, insyaAllah aman-aman aja.

  3. Pingback: Backpacker ke Eropa: Penginapan dan Transportasi  | Jilbab Backpacker

  4. Pingback: Backpacker ke Eropa: Penginapan dan Transportasi  | Jilbab Backpacker

  5. Pingback: Itenerary Backpacking ke Eropa Barat – Jilbab Backpacker

  6. Pingback: Itenerary ke Eropa (Belanda, Belgia, Perancis, Swiss, Italia) – Jilbab Backpacker

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s