(Review) Lolliflash: Si Mungil Penambah Cahaya

Ketika saya dikirimi LolliFlash oleh Asus, saya langsung suka bentuknya yang imut, walaupun sebelumnya saya tak tahu apa fungsi benda satu ini. Ternyata, Lolliflash ini adalah semacam “flash” tambahan untuk telepon genggam.

Seperti namanya, LolliFlash ini bentuknya seperti permen lolipop. Bagian atasnya berbentuk bulat, di bawahnya ada batang kecil yang nantinya bisa ditaruh di earphone jack plug telepon genggam.

Walaupun Asus menyebut benda ini sebagai “flash”, saya lebih suka menyebut Lolliflash ini sebagai lampu, karena ternyata fungsinya memang lebih mirip lampu tambahan.

20151130022632
Bentuknya kecil, beratnya hanya 8gram. Enteng banget sehingga saya selalu meletakkannya di kantong ajaib tempat handphone saya.

Tak Terkoneksi dengan Handphone

Awalnya saya mengira, lolliflash ini terkoneksi dengan handphone, seperti halnya lampu flash tambahan yang biasa digunakan di atas kamera. Tapi ternyata, benda mungil nan imut ini berdiri sendiri. Ia hanya menumpang berdiri di earphone jack plug handphone agar mudah digunakan.

Karena tak terkoneksi dengan handphone inilah, lolliflash bisa diputar hingga 360 derajat, atau dipegang dengan tangan. Saya kadang melakukan ini kalau sedang butuh cahaya dari samping.

20151130023545
Bisa diputar hingga 360 derajat

Tiga Tingkat Cahaya

Bagaimana cara mengoperasikannya? Gampang. Asus Lolliflash ini bisa dinyalakan hanya dengan menekan tombol di samping kanan. Ada 3 tingkat cahaya yang dihasilkan hanya dengan menekan tombol yang sama. Ditekan satu kali, akan keluar cahaya dengan daya terang yang pertama (1,4 lux). Tekan lagi, akan keluar cahaya yang lebih terang. Tekan lagi, akan keluar cahaya yang lebih terang lagi (10 lux). Adanya 3 tingkat cahaya ini memudahkan saya untuk menyesuaikan cahaya yang saya perlukan.

Untuk mengisi dayanya, cukup mencharge-nya dengan kabel yang ujungnya berbentuk micro usb, kabel charge standar buat handphone sekarang ini.

Ini beberapa percobaan yang saya lakukan, selama saya membawanya dalam beberapa perjalanan saya.

PERCOBAAN 1: MEMFOTO MAKANAN

Siapa sih ga ga suka memfoto dan kemudian memposting makanan yang ditemuinya saat travelling? Saya termasuk golongan yang doyan (makan dan foto), apalagi kalau makanannya cantik dilihat.

Nah, saya mencoba beberapa kali memfoto makanan dengan menggunakan LG Prolite milik saya. Di ruang yang kurang cahaya, hasil kamera hp saya ini tak terlalu bagus. Saya mencoba juga menggunakan LolliFlash untuk makanan yang sama. Silakan lihat perbandingannya.

makanan A
(ki-ka): Tanpa lolliflash; lolliflash tingkat-1; lolliflash tingkat ke-2; lolliflash tingkat ke-3
makanan B
(ki-ka): Tanpa lolliflash; lolliflash tingkat-1; lolliflash tingkat ke-2; lolliflash tingkat ke-3

Saya bukan ahli fotografi, apalagi soal makanan. Tapi kalau lihat hasil dari dua percobaan ini, saya bikin kesimpulan begini: lolliflash ini selain bisa menambah cahaya, juga bisa menghilangkan bayangan yang tak perlu. Gini aja sih gampangnya, kalau di restoran, lampu biasanya dari atas. Ketika memfoto makanan, susah banget ngilangin bayangan badan kita. Nah, saat pakai lolliflash ini, bayangannya bisa diatur bahkan hilang. Lihat deh hasil fotonya. Di foto ke-3 dan 4, bayangannya hilang.

Teman saya malah memegang Lolliflash ini di tangannya, bukan ditancapkan di jack plug. Dengan begini, ia bisa mengontrol dan memainkan bayangan sesuka dia.

PERCOBAAN 2: FOTO SUASANA

Kalau travelling, pasti pinginnya foto suasana saat malam. Saya coba foto salah satu restoran Eat dan Eat menggunakan tambahan flash ini.  Ini hasilnya.

suasana

Hasilnya tak terlalu beda. Ini mungkin karena cahaya Lolliflash tak terlalu kuat dan lebar buat ngejangkau ruangan luas. Saya mencobanya lagi untuk memfoto suasana dari jarak kurang dari 2m, hasilnya ternyata cukup berbeda.

Kesimpulan dari dua percobaan itu, saya rekomendasikan Lolliflash ini untuk memfoto makanan, benda kecil, wajah (buat selfie!) atau apapun itu dari jarak kurang dari 2m.

Oiya, satu paket Lolliflash ini dijual berikut 3 buah filter karet berwarna merah, biru, dan kuning.  Saya coba, tapi tak suka dengan hasilnya karena benda yang saya foto jadi berwarna merah.

20151008_155817
Harganya sekitar Rp190.000.

PS: Saya selalu bawa ini di tas, kalau saya pulang ke rumah lampu tengah udah dimatikan, saya tinggal nyalakan ini. Multifungsi, kan?

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s