6 Jam Menuju Darjeeling

Begitu keluar dari stasiun New Jailpaguri, belasan pengemudi jeep mengerubungi kami. Kami memilih asal saja, yang penting dia segera berangkat.

DSCF4234

“Jump..jump,” kata si supir Jeep ke saya sambil menunjuk bagian belakang Jeepnya. Saya memang bingung, dari mana saya harus masuk. Jeep putih bermerek Tata sudah terisi penuh dengan 8 orang. Tinggal dua bangku kosong di bagian belakang. Tak ada jalan lain untuk masuk ke bagian belakang jeep itu kecuali loncat melewati jok belakang.

Di jok itu, sudah ada dua orang. Satu wanita berwajah Tiongkok yang duduk di pojok kiri, satu pria berwajah India di pojok kanan. “Giling, empet-empetan nih kita di belakang?” tanya saya ke teman saya. Dia cuma mengangguk pasrah. Posisinya lebih parah dari saya, dia tak bisa bersender di jok dan tak bisa menggerakkan tangannya. Saya masih beruntung karena wanita di kiri saya badannya cukup mungil.

Ya, Jeep ke Darjeeling dan Sikkim memang berupa jeep share. Satu jeep bisa diisi 8-10 orang, tergantung nasib. Lebih parah dari jeep ke Pananjakan Bromo yang biasanya hanya diisi 6 orang saja. Harga per orangnya 500rupee, cukup murah untuk perjalanan sekitar 6 jam.

Untung jalan ke sana mulus, tak ada lubang-lubang. Untung lagi saya perempuan, teman saya jadi mengalah :D. Namun keberuntungan saya hanya bertahan setengah jalan saja. Selepas istirahat di tempat makan, wanita di sebelah saya turun, berganti dengan lelaki India yang cukup besar. Yah, nasiib…

Di tengah jalan, gerimis tiba-tiba turun. Saya dan kawan saya sudah khawatir, sebab carrier kami berada di atas jeep, bersama dengan kardus-kardus dan aneka barang milik penumpang lain. Sang supir tampaknya tenang-tenang saja, tak terpengaruh hujan yang turun makin deras. Setelah para penumpang protes dalam bahasa India, barulah ia menghentikan mobilnya, dan menutup bagasi atas dengan terpal. Ajaibnya, begitu terpal terpasang, hujan berhenti. Sang supir pun mengoceh, yang saya artikan begini: “kaaan, dah gw bilang ntar juga berenti ujannya. Ribut aja sih lo pada”….

Setelah 6 jam melewati jalan yang menanjak, menurun, berkelok-kelok, akhirnya kami sampai juga ke Darjeeling, siap menyesap segelas teh hangat yang tersohor di dunia ini.

 

PS: Dari Darjeeling menuju Sikkim dan Sikkim menuju Bagdogra, kami juga menaiki jeep serupa dengan harga yang kurang lebih sama.

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s