Things To Do at Pekanbaru

Ketika saya akan jalan-jalan ke Pekanbaru, semua orang bilang pada saya: tak ada apa-apa di sana. Bahkan kawan saya yang sudah beberapa tahun ini menetap di ibukota Riau itu juga bingung sewaktu saya tanya, apa yang bisa saya lakukan selama 3 hari di sana.

Ya, memang. Pekanbaru bukan tujuan wisata utama, tapi bukan berarti saya tak bisa bersenang-senang di sana. Ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi dan ada beberapa hal mengasyikkan yang tak boleh Anda lewatkan.

Sarapan di Warung Kopi Kim Teng.

DSCF5682

Warung kopi ini sangat terkenal sehingga semua orang, bahkan supir di bandara pun, menyarankan saya untuk ke sini. Saya bukan pencinta kopi, tapi saya jadi penasaran, kenapa sih saya mesti ke sana.

Alhasil, pagi-pagi sekali, sebelum bertolak ke Siak, saya sudah nongkrong di sana. Warung kopi ini memang buka mulai pukul 7 pagi dan tutup sekitar jam 5 sore. Begitu saya sampai di sana, ternyata warungnya sudah penuh. Benar-benar penuh. Hanya tersisa beberapa meja, itupun sudah direservasi orang.

Padahal, warung kopi ini cukup besar. Tapi tetap saja, penuh orang. Kata bapak supir yang saya sewa dari Red Planet Hotel, di sini bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tapi juga sudah menjadi tempat transaksi, tempat meeting, bahkan tempat mbolos para pegawai negeri. “Ngopinya secangkir, ngobrolnya dua jam,” begitu ungkapan si bapak.

Hahaha, saya jadi teringat di Ambon. Sama seperti di sini, budaya ngopi di warung amatlah kental. Warung-warung kopi bertebaran di sana, salah satunya ada di sebelah hotel saya. Nah, sewaktu saya ke sana, tiba-tiba ada razia PNS. Ya, PNS yang mbolos dan nongkrong di warung kopi “dipaksa” untuk kembali bekerja.

Nah, di KimTeng ini andalannya adalah kopi hitam dan roti srikaya. Saya, yang tak biasa meminum kopi, sok-sokan mencoba kopi ini. Alhasil, sampai malam buta, saya masih merasakan efeknya. Jantung saya berdebar kencang, mata saya tak bisa terpejam. Memang, menurut teman-teman saya, kopinya cukup kuat bahkan untuk orang yang biasa meminum kopi sekalipun.

DSCF5687
Kopi dan Roti Srikaya yang mankyuss. Selai srikaya-nya dan kopi bubuknya dijual juga seharga 35ribu/jar.

Cara menuju ke sini: Dari Red Planet Hotel, tinggal berjalan ke arah Mal Pekanbaru, menyebrang dan naik angkot warna kuning tujuan Pasar Bawah.

Makan Sate Padang dan Nasi Ampera

DSCF5666

Saat saya tanya, makanan khas apa di Pekanbaru ini, jawabnya pasti nasi padang. He? kok nasi padang….ini kan di pekanbaru? Ternyata, benar. Di mana-mana ada warung nasi ampera alias nasi padang. Lucunya, tak semuanya berupa warung permanen atau toko di ruko. Banyak yang berupa warung tenda di pinggir jalan, yang baru buka setelah jam 7 malam. Kalau di Jakarta mah, warung tenda biasanya isinya roti bakar, indomi kornet, atau yang kekinian–kue cubit green tea.

Di pinggir Jalan Sudirman, tak jauh dari Red Planet Hotel, ada deretan penjual nasi padang pinggir jalan. Ada juga yang menjual martabak dan nasi goreng padang. Rasanya sih, biasa saja kalau menurut saya. Tapi memang lebih enak ketimbang warung padang di kantin Gramedia Majalah. 😀

Yang lebih direkomen orang-orang adalah Sate Padang Bundo Kanduang di sebelah Ramayana. Dari Mal, tinggal menyebrang, lalu jalan ke arah kiri. Sebelum Ramayana ada jalan, di situlah letak sate padang berada. Tak akan mungkin tersasar, sebab dari jauh saja sudah terlihat kepulan asap dan ramainya kendaraan. Sate padangnya memang maknyuss!!

DSCF5844

JJS di Masjid Agung An Nur

Masjid Annur adalah masjid terbesar di Pekanbaru. Didesain dengan gaya arsitektur Timur Tengah, masjid ini bukan hanya jadi tempat solat, namun juga tempat berolahraga. Yup, kalau datang ke sini menjelang sore, di lapangan depan masjid banyak orang yang berolahraga, bahkan ada yang menyewakan raket bulu tangkis!

DSCF5643

Masjid Annur sendiri amat menarik. Bangunan yang arsikturnya amat dipengaruhi masjid-masjid di Turki ini adalah masjid terbesar dan tertua di Pekanbaru. Menjelang malam, masjid ini tampak lebih indah, berkat pancaran lampu-lampu sorot.

AgDMpDYRINJJZByps4PtrBBqmOx7OM6hibnvdzM9F0Os
Masjid Agung An-Nur

Cara menuju ke sini: Dari Red Planet Hotel, tinggal berjalan kaki saja sekitar 1,6 km. Petujunknya? Pake google map, yaa..

Membaca Perpustakaan HS Soeman

Soeman_HS_Library,_Pekanbaru,_Indonesia
Tampak luarnya. Foto saya ambil dari wikipedia. Ga bisa moto karena kabutnya lumayan tebal.

Ketika saya tanya ke salah seorang kawan di komunitas Share Traveler soal bangunan menarik di Pekanbaru, ia menyarankan untuk mendatangi bangunan ini. “Bangunan yang eye catching”, katanya.

Saya mengikuti sarannya. Memang benar. Selain masjid Agung Annur, ini adalah bangunan lainnya yang mampu menarik mata saya. Bangunannya berbeda dari sekelilingnya sehingga langsung terlihat dari kejauhan. Bangunan modern, bentuk luarnya mengadopsi bentuk buku yang terbuka.

Saya masuk ke dalamnya, sengaja ingin membaca buku di sana. Kebetulan, di luar asapnya cukup tebal (Pekanbaru terkena dampak asap pembakaran hutan), jadi saya memutuskan agak sedikit berlama-lama di sini. Bagian dalamnya ternyata lumayan menarik, buku-bukunya cukup banyak. Bukan hanya buku ilmiah, tapi juga buku-buku novel, komik, bahkan ada buku soal diet.

DSCF5894
Section anak-anak. Masih sepi karena sang bocah masih sekolah…
Aj4wqFBhOfN2yXFZywYV_SSjvOZ-GJ2VIbIuT6a1jGAM (1)
section bacaan umum

Di bagian bawahnya ada cafe, tapi sayangnya tampilannya kurang menarik. Coba mereka bikin cafe si rooftop ya, pasti keren abis..

Di Pekanbaru ini, saya menginap di Red Planet Hotel, yang murah, strategis, dan nyaman. (Baca review Red Planet Hotel)

2 thoughts on “Things To Do at Pekanbaru

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s