India Trip: Visa on Arrival

IMG-20150518-WA0000

Sebulan sebelum berangkat ke India, kami mengajukan visa. Bukan visa biasa, tapi Visa on Arrival alias VoA.

Seperti halnya Turki, India memperbolehkan warga Indonesia untuk masuk ke negaranya dengan menggunakan visa on arrival. Dulu, VoA ini hanya bisa didapatkan langsung di beberapa bandara besar di India seperi Kolkata, New Delhi, dan Mumbai. Namun, banyak yang tak menyarankan mengambil ini; dan menganjurkan membuat visa biasa saja di Jakarta, karena antrian panjang di sana.

Setelah mencari-cari info, ternyata sekarang ada visa on arrival online (e tourist visa). Artinya, saya dan kawan saya hanya perlu mendaftar di web ini, mengisi formulir, mengattach paspor dan foto, dan membayar sejumlah uang yang diperlukan. Gampang nih pikir saya, tak perlu mengantri di kedutaan dan tak perlu mengantri VoA di bandara.

Proses aplikasinya memang cukup mudah dan cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam saya sudah dapat visa saya. Yang kurang hanya harganya yang tak murah. Saya harus merogoh kocek sekitar 62 dolar untuk membayar visa ini. Muaahal!

Sebenarnya, kalau punya waktu, mengajukan visa biasa di kedutaan harganya bisa lebih murah. Harga visa di sana hanya 450 ribu rupiah. Tapi sayangnya, saya dan kawan saya tak sempat melakukannya.

——

Dengan berbekal selembar kertas berisikan visa, saya dan kawan saya melangkah pasti memasuki imigrasi India. Kami masing-masing pernah mengajukan visa VoA online serupa di negara lain, sehingga kami sangat yakin prosesnya tak akan lama.

Perkiraan kami salah. Setelah sampai di meja imigrasi, petugasnya menyuruh kami pindah ke loket khusus VoA. Di sana ada seorang petugas yang wajahnya mirip Inspektur Vijay dan dua orang warga Jepang yang juga akan mengajukan visa.

Setelah menunggu cukup lama, tibalah giliran saya. Dengan bahasa Inggris ala India yang kerap tak saya pahami, saya ditanya tujuan saya, alamat saya di India, pergi bersama siapa, dan banyak pertanyaan standar lainnya, yang menurut saya seharusnya tak ditanyakan lagi karena saya sudah mendapat visa on arrival secara online. Saya juga diminta menscan sidik jari pada semua tangan, dimulai dari jempol kiri, empat tangan kiri, empat tangan kanan, dan jempol kanan. Untung jempol kaki enggak ikutan di-scan ;))

Alhasil, proses VoA saya dan kawan saya memakan waktu cukup lama, sampai-sampai ada petugas AirAsia yang mencari kami berdua.

Tip
Saat mengajukan proses VoA online, pilih menu Etourist Visa yang ada di sebelah kiri menu.

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s