Membuat Paspor Pengganti Paspor Hilang

Sudah baca tulisan saya, cerita saat saya kehilangan paspor di luar negeri? Nah, tulisan yang ini sambungan dari tulisan itu. Karena banyak banget yang nanya, saya tulis di sini aja ya…

Setibanya di Indonesia, saya segera melaporkan diri ke kepolisian tempat saya tinggal. Saya membawa surat keterangan dari KBRI dan kepolisian Thailand (ga ngaruh sih ini karena bahasanya Thai dan ga ada yang bisa baca).

Ada yang nanya, mending buat baru atau bikin paspor pengganti? Saran saya, bikin paspor pengganti aja. Kalau terjadi apa-apa dengan paspor lama yang ilang (misalnya dipakai orang lain), kita sudah punya laporan dan data resmi di Imigrasi. Setelah dapat surat kepolisian, saya segera membuat paspor baru. Caranya ternyata lebih rumit dan lebih lama daripada membuat paspor normal. Saya mesti bolak balik ke kantor imigrasi 3 kali! Begini caranya.

  1. Datang ke kantor imigrasi untuk mendaftarkan diri, seperti halnya membuat paspor baru. Ternyata, kata mas-mas di sana, tahap ini bisa juga dilakukan secara online. Tapi karena rumah saya dekaat banget dengan kantor imigrasi Jaksel, saya lebih memilih membuatnya manual. Saya sudah sampai di loket jam 7, pulang, lalu kembali lagi jam 8.
  2. Setelah dapat nomor antrian, berkas akan diperiksa di loket. Loketnya sama saja dengan loket paspor biasa. Oya, untuk membuat paspor penggantian kehilangan, berkasnya terdiri dari KTP, KK, akte, dan juga harus dilengkapi surat keterangan kehilangan dari kepolisian (semua harus dalam bentuk asli dan fotokopi ukuran A4).
  3. Setelah berkas dinyatakan lengkap, saya diminta menghadap wakil kepala imigrasi untuk membuat BAP (berita acara pemeriksaan). Walau kesannya seram—karena namanya mirip dengan pemeriksaan para kriminal—BAP ini hanya sebuah proses wawancara oleh petugas imigrasi mengenai proses kehilangan paspor. Yang ditanyakan hanyalah, kenapa paspor bisa hilang, kenapa paspor saya sebelumnya dibuat di Depok, bukan di JakSel (yang ini saya ngeles, saya bilang karena saya kuliah di sana. Padahal saya bikin di Depok karena malas mengantri di JakSel).
  4. Seharusnya, proses ini bisa dilakukan langsung di hari yang sama dengan hari saya menyerahkan berkas, tapi ternyata antriannya panjang (banyak beneer yang ilang paspornya :D), sehingga saya harus kembali esok hari.
  5. Setelah proses wawancara, saya diberikan surat keterangan, yang harus dibawa ke Suku Dinas Kementrian Hukum dan HAM. Di Jakarta, kantornya berada di MT.Haryono, dekat Carrefour. Kantor inilah yang akan menentukan, apakah paspor baru saya dapat diterbitkan. Di sini, tak ada antrian sama sekali. Saya hanya menunggu si petugas makan siang dan solat (Uff…). Surat akan jadi kurang lebih 2-3 hari kerja.
  6. Setelah mendapat surat pengesahan bahwa saya boleh membuat paspor baru, saya harus kembali lagi ke imigrasi (ke orang yang membuat BAP) dengan membawa surat ini.
  7. Proses selanjutnya sama dengan proses pembuatan paspor normal, saya diminta membayar biaya pembuatan paspor. Untuk paspor baru karena kehilangan, biayanya lebih mahal dari paspor normal, yakni sekitar Rp455 ribu.
  8. Proses terakhir adalah pemotretan dan wawancara. Wawancara ini sebenarnya hanya pemeriksaan kebenaran data, karena sebenarnya saya sudah diwawancara sebelumnya, saat melakukan BAP. Isinya standar, hanya menyamakan data.
  9. Seminggu setelah wawancara dan pemotretan, paspor baru saya pun jadi. Tapi, karena nggak sempat, saya baru ambil paspor ini sebulan kemudian. Sampai-sampai saya ditelepon oleh orang imigrasi. Katanya, seminggu lagi nggak saya ambil, paspor saya mau dimusnahkan. 😀

Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Travel Fotografi Edisi Maret 2014

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s