Weekend Escape to Penang

Entah kenapa, saya ingin sekali menuju Penang. Padahal kata banyak orang, Penang biasa saja. Tapi saya tetap ingin ke sana.

Alhasil, ketika ada promo Airasia awal tahun lalu, saya langsung mencari tiket tujuan Penang. Dan adaa! Ada promo Airasia ke Penang meskipun mesti menuju ke Kuala Lumpur dulu. Sebenarnya ada sih penerbangan langsung Jakarta-Penang. Tapi saat itu, harganya jauh lebih mahal ketimbang saya beli tiket ketengan: Jkt-KL, KL-Penang. Kalau saya tak salah ingat, harganya beda sekitar 100-200 ribu. Lumayan banget, kan?

Sebenarnya, saya inginnya naik sleeper train dari KL menuju Penang. Dari dulu, saya ingin sekali merasakan enaknya tidur di sleeper train. Tapi entah kenapa, gagal terus. Di Bangkok, jalur keretanya rusak. Di KL ini, waktunya tak matching dengan jadwal saya. Ya sudahlah, lagipula naik pesawat harganya lebih murah dibanding naik kereta. Harga tiket KL-Penang yang saya dapat saat itu hanya RM40, sementara harga tiket kereta KL-Butterworth sekitar RM80.

Saat membeli tiket promo itu, saya juga mendapat promo untuk Tune Hotel. FYI aja, biasanya mereka mengadakan promo bersamaan. Tadinya, saya ingin menginap di Red Inn Penang, karena kata teman saya itu, hostelnya murah, bangunannya bagus, dan ada di tengah kota Geogretown. Tapiii…karena tune hotel lagi promo gila-gilaan, saya malah dapat harga yang lebih murah dari harga Red Inn.  Harga Red Inn saat itu RM30 per malam (female dorm), sementara di Tune Hotel untuk dua malam RM110 (double room private). Kok lebih mahal? Tadinya, saya akan pergi bersama teman saya. Kalau dibagi dua, harganya jadi lebih murah. Tadinya…

Tune Hotel ini aksesnya juga tak terlalu sulit. Dari bandara, saya naik bus no 401 ke Komtar. Harga tiket RM3,4 dan lama perjalanan sekitar 45 menit. Lama memang, karena ini adalah bus umum yang berhenti di setiap halte. Keren kan, ada bus umum yang masuk-masuk ke dalam bandara?

Dari Komtar, saya tinggal berjalan sekitar 10 menit menuju hotel. Dekat memang…kalau sedang tak bawa ransel. :D.

Oiya, Komtar itu adalah nama gedung tertinggi di Penang, yang ternyata singkatan dari Kompleks Tun Abdul Razak. Jangan bayangkan dia sekeren BNI 46, gedung tertinggi di Jakarta. Komtar, meskipun adalah pusat bisnis di jantung kota Penang, bentuknya “cuma” gedung putih segi enam yang sudah out of date. Tapi, di sinilah semua bus bermuara. Kalau saya nyasar dan bingung mesti ke mana, saya tinggal bilang ke supir bus: do you go to Komtar? Kalau iya, saya aman. Semacam Blok-M-nya saya di Jakarta deh!

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s