Backpacker ke Penang (part 5): Berburu Street Art di George Town

P1140364

Selain bangunan-bangunan peranakan yang masih terawat, yang saya tuju adalah Penang street art. Yap, saya ingin melihat street art Penang, yang kerap dijadikan gambar-gambar di brosur dan kartu pos Penang.

Street art di Penang ini dibuat oleh Ernest Zacharevic, seorang seniman asal Lituania. Ia membuat lukisan-lukisan besar di beberapa dinding kota tua Georgetown, yang kemudian menjadi trademark kota ini. Bahkan, ada semacam peta street art, yang saya dapatkan di tourism centre di Bandara Penang.

Sambil memegang peta inilah, saya berburu street art.

Baca Juga: Weekend Escape to Penang (part 3): Menggila di Gourney Drive

Saya bergerak dari satu titik ke titik lainnya, hanya untuk menemukan lukisan-lukisan termahsyur itu. Ternyata bukan hanya saya saja yang melakukannya. Banyak anak muda serupa yang melakukannya (uhuy, anak muda!). Lucunya, karena kerap bertemu di jalan dan saling meminta tolong memoto, kami jadi sering berbagi informasi di mana letak-letak street art yang belum kami temukan. Beberapa street art memang tak mudah ditemukan karena terletak di lorong-lorong, di jalan yang tak umum dilalui orang, atau bahkan ada yang terletak di sebelah bengkel mobil di ujung jalan buntu!

P1140419
Ini spot yang paling sering dijadikan objek foto. Sepedanya beneran, lho…orangnya juga beneran 😀
P1140345
Bentuk lain street art. Bukan dilukis, tapi dibuat dari besi
P1140489.JPG
Lupa apa nama jalannya…
penang street art
Penang street art ini lumayan terkenal. Tapi adanya di gang buntu dekat bengkel. Sayang, pas saya ke sana ga ada yang fotoin. Padahal udah nunggu 15 menit. Sedih…

Hal lain yang saya lakukan di George Town Penang bisa dibaca di Weekend Escape to Penang (part 4): Menjelajah Georgetown

Advertisements

3 thoughts on “Backpacker ke Penang (part 5): Berburu Street Art di George Town

    1. rahma

      Butuh waktu sekitar 2-3 hari deh. 1 hari buat keliling georgetown, 1 hari buat explore lainnya. Satu hari lagi buat spare waktu dan perjalanan.

      Kalo bujet, saya lupa abis brp. Sekali makan kira2 abis 5-10rm, ongkos bisa paduin freeshuttle dan bus (sekali jalan maksimal 7rm). Kayaknya ga abis satu juta (belum termasuk tiket ya)

      Like

  1. rahma

    Makasih yaa tawarannya. Nulis di blog ini aja masih banyak bolong-bolongnya, hhahaha..belom sempet kayaknya kalau jadi kontributor di blog lain. But eniewi, tengs ya tawarannya..

    Like

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s