Backpacker ke Penang (part 1): Tune Hotel, Penginapan Murah dan Nyaman di Penang

Tune Hotel menjadi penginapan pilihan saya di Penang. Selain letaknya strategis, bersih, dan harganya lumayan murah. Apalagi mereka sering mengadakan promo. 

Entah kenapa, saya ingin sekali backpacker dan jalan-jalan ke Penang. Padahal kata banyak orang, Penang biasa saja. Tapi saya tetap ingin ke sana.

Alhasil, ketika ada promo Airasia awal tahun 2014 lalu, saya langsung mencari tiket tujuan Penang. Dan ada promo Airasia ke Penang meskipun mesti menuju ke Kuala Lumpur dulu. Sebenarnya ada sih penerbangan langsung Jakarta-Penang. Tapi saat itu, harganya jauh lebih mahal ketimbang saya beli tiket ketengan: Jkt-KL, KL-Penang. Kalau saya tak salah ingat, harganya beda sekitar 100-200 ribu. Lumayan banget buat saya.

Awalnya, saya inginnya naik sleeper train dari KL menuju Penang. Dari dulu, saya ingin sekali merasakan enaknya tidur di sleeper train. Tapi entah kenapa, gagal terus. Di Bangkok, jalur keretanya rusak. Di KL ini, waktunya tak matching dengan jadwal saya. Ya sudahlah, lagipula naik pesawat harganya lebih murah dibanding naik kereta. Harga tiket KL-Penang yang saya dapat saat itu hanya RM40, sementara harga tiket kereta KL-Butterworth sekitar RM80.

Baca Juga: Backpacker ke Penang (part 4): Menjelajah Georgetown dengan Bus Gratis


Di Hotel Mana Saya Tinggal? 

Saat membeli tiket promo ke Penang itu, saya juga mendapat promo untuk Tune Hotel. FYI, biasanya mereka mengadakan promo bersamaan. Tadinya, saya ingin menginap di Red Inn Penang, karena kata teman saya itu, hostelnya murah, bangunannya bagus, dan ada di tengah kota Geogretown. Tapiii…..karena tune hotel lagi promo gila-gilaan, saya malah dapat harga yang lebih murah dari harga Red Inn. Harga Red Inn saat itu RM30 per malam (female dorm), sementara di Tune Hotel untuk RM55 (double room private). Kok lebih mahal? Tadinya, saya akan pergi bersama teman saya. Kalau dibagi dua, harganya kan jadi lebih murah.

Seperti halnya Tune Hotel lain yang pernah saya inapi, tune hotel Penang ini cukup bersih dan rapi. Tempat tidurnya empuk, bantalnya pun begitu. Kamar mandinya juga bersih dan showernya kencang. Ada safetybox-nya dan juga ada meja kecil yang bisa dilipat. Yang saya inapi punya jendela yang menhgadap ke jalan raya di samping. Dulu sih pemandangannya pet shop

Saya memesan kamar twin, namun berhubung kawan saya tak jadi ikutan, akhirnya saya coba meminta diganti ke kamar double. Untung si Mas penjaga yang baik hati mengabulkan permintaan saya ini.

Image result for tune hotel penang

Lobi Tune Hotel ini ada di lantai 2. Bagian bawahnya dipakai untuk pintu masuk parkir dan supermarket 7-11. Lumayan kalau malam-malam lapar dan niat beli mie nissin cup (favorit!). Lalu, di sebelah Tune Hotel ini ada New World Park, semacam tempat hiburan yang dilengkapi dengan foodcourt yang menjual berbagai macam hawkeer street-nya Penang. Dulu sih ada Old Town Coffee favorit saya, tapi menurut kawan saya yang baru pulang dari sana, kedai kopinya berpindah ke dekat Komtar.


Tune Hotel ini aksesnya juga tak terlalu sulit. Dari bandara, saya naik bus no 401 ke Komtar. Harga tiket RM 3,4 dan lama perjalanan sekitar 45 menit. Lalu dari Komtar, saya tinggal berjalan sekitar 10 menit menuju hotel. Dekat memang…… kalau sedang tak bawa ransel berat. Kalau tak mau jalan kaki, bisa naik bus 103 dari Komtar.

Oiya, Komtar itu adalah nama gedung tertinggi di Penang, yang ternyata singkatan dari Kompleks Tun Abdul Razak. Jangan bayangkan dia sekeren BNI 46, gedung tertinggi di Jakarta. Komtar, meskipun adalah pusat bisnis di jantung kota Penang, bentuknya “cuma” gedung putih segi enam yang sudah out of date. Tapi, di sinilah semua bus bermuara. Kalau saya nyasar dan bingung mesti ke mana, saya tinggal bilang ke supir bus: “do you go to Komtar?” Kalau iya, saya aman. Semacam Blok-M-nya saya di Jakarta deh!

Tips:

  • Dari bandara, saya naik bus no 401 ke Komtar. Harga tiket RM 3,4 dan lama perjalanan sekitar 45 menit. Lalu dari Komtar, saya tinggal berjalan sekitar 10 menit menuju hotel. Dekat memang…… kalau sedang tak bawa ransel berat. Kalau tak mau jalan kaki, bisa naik bus 103 dari Komtar.
  • Ada kamar yang non window dan yang window. Kamar non-window pastinya harganya lebih murah ketimbang yang ada jendelanya. Ketika pesan, jangan lupa liat detailnya ya..
  • Dulu, kalau memesan lewat website mereka, akan ada pilihan tambah AC atau cukup dengan Fan aja. Sekarang, saya kurang paham apa masih begitu. Namun jika membeli di traveloka atau agoda, biasanya sudah termasuk AC.

Update: Menurut kawan saya yang baru aja balik dari Penang di awal Januari 2019 dan menginap di sini, sekarang ini di sekitar jalan Burma (tempat Tune Hotel berada) banyak juga pusat kuliner seperti nasi kandahar dan kwetiaw. 

Advertisements

Author: rahma

Lulusan arsitektur universitas Indonesia yang melenceng jadi jurnalis di sebuah media. Penikmat keindahan vista dan kata-kata. Pencinta sejarah, bangunan, dan budaya. Pemakai jilbab dan selalu bangga dengan identitas Islamnya.

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s