Jilbab dan TKI

Cewek berjilbab memang identik dengan TKI. Kebanyakan TKI yang pulang atau akan berangkat bekerja ke Malaysia atau negara Timur Tengah menggunakan jilbab. Plus bermuka Melayu, seperti saya. 😀

Di Soekarno Hatta saya tak pernah disangka TKI. Modalnya tampilan (sok) keren dan jalan dengan PD alias percaya diri. Yap, setelah saya amati, yang kerap disangka TKI oleh petugas adalah orang yang datang dengan tampang bingung dan celingak-celinguk. Teman saya pernah mengalaminya. Ia yang juga berjilbab sedang menunggu saya, lalu didatangi petugas yang ingin menggiringnya ke tempat khusus TKI.

Di bandara-bandara Malaysia pun, saya tak pernah disangka TKI. Kalau di sini, saya mengikuti tip dari teman saya: pakai bahasa Inggris saat ditanya oleh petugas imigrasi. Awalnya, saya rajin mengikuti tip ini, dan berhasil. Tapi akhir-akhir ini, saya tak pernah ditanya-tanyai lagi oleh petugas imigrasi. Mungkin karena isi paspor saya hampir separuhnya adalah cap Malaysia. Begitulah kalau selalu naik penerbangan murah (baca: AirAsia).

Saya malah pernah disangka TKI sewaktu saya travelling sendirian ke Hongkong. Ke mana-mana, saya pasti ditegur dengan bahasa Jawa dan ditanya, “udah berapa lama kerja di sini?”

Capek ditanya begitu melulu, apalagi saya sama sekali tak bisa berbahasa Jawa, saya akhirnya bergaya seperti turis: sengaja menenteng peta ke mana-mana dan menggantungkan kamera di leher saya. Awalnya berhasil, tapi kemudian ada yang malah berkomentar, “baik amat mbak majikannya, dipinjemin kamera.”

Gubrak!!

2 thoughts on “Jilbab dan TKI

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s