Transit at Melaka (part 2): Oriental Residence Melaka

Setelah kenyang, saya mencari bus untuk menuju hostel saya: Oriental Residence. Saya memilih hostel ini karena terletak di pinggir sungai dan tak jauh dari jonker street, pusat keriuhan di Melaka.

Menurut petuah dari hostel, saya harus menaiki bus no 17 dan turun di Red Building. Saya keliling mencari bus itu, tapi tak ketemu. Ternyata, bukan busnya yang bernomer 17, tapi ia berada di peron no 17. Busnya sendiri bernama Panorama dan berwarna merah.

Panorama Bus

Oriental Residence saya peroleh dari booking.com dengan harga RM50. Dengan harga segitu, saya mendapat kamar deluxe double bed, dengan jendela dan share bathroom. Muraaah…

Ketika sampai di sana, Yan, penjaga hostel yang amat ramah (dan ganteng) mengatakan bahwa seharusnya harga kamar yang saya tempati adalah 70RM, tapi karena saya sudah membukingnya, ia merelakan kamar itu saya tempati. Entah ini hanya taktik dagang supaya saya senang, atau memang benar begitu adanya.

Hostel ini lumayan baik. Kamarnya besar, bersih. Pun dengan kamar mandi dan ruang-ruang lain. Ada dapur dengan view ke Sungai. Sayangnya, tak ada rooftop di sana.

Yan, penjaga hostel, juga sangat koperatif. Dia menunjukkan saya tempat-tempat terbaik di Melaka, dan tempat makanan halal. Ya, karena Yan beragama Islam, dia tahu dengan pasti mana yang halal, mana yang tidak.

Sayangnya, ketika saya berniat berjalan-jalan, hujan turun dengan lebatnya. Terpaksa, saya berdiam diri di hostel hingga sore hari, berteman dengan WiFi yang diberikan cuma-cuma di sini.

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s