Desa Seni

Waktu temen gue bilang kita bakal nginep di desa seni, gue rada bingung sekaligus seneng. Galeri kok diinepin? Tapi bakal seru nih. Gue udah kebayang bakal ada di kawasan seniman-seniman Bali. Ternyata, Desa Seni itu bukan galeri, bukan pula perkampungan seni. Desa seni adalah sebuah village resort di  Desa Canggu, sekitar setengah jam dari Kuta.
Kebanyakan resor di Bali bergaya tropis dengan nuansa Bali. Tapi Desa Seni ini malah bernuansa Majapahit dan Jawa-Jawa gitu de.. Kata sang pemilik, yang lagi-lagi Bule, tujuan dia membangun resor ini emang untuk mengenalkan budaya Jawa ke turis-turis. Makanya semua hal di sini, kecuali kolam renangnya, berasal dari barang bekas. Rumahnya bekas, pintunya bekas, bahkan peralatan di dalam resor juga bekas peninggalan kerajaan Majapahit. Keren abis..
Tapi, sepanjang penglihatan,  gue nggak menemukan satupun turis local. Semuanya bulee yang pakaiannya serba terbuka. Di situ gue serasa jadi alien, satu-satunya orang yang dari ujungkaki ampe ujung rambut ketutup :p
Oiya, gue kasih tau nih rate-nya biar pada ngiri. Yah..cuman sekitar 360 dolar/malam. Hehehe.. 

Ada komen?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s